Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
Episode 36 Mimpi Atea


__ADS_3

Jordan duduk sambil melihat dan membaca buku yang ada di meja belajar Atea, sampai matanya tertuju kepada sebuah buku kecil bersampul biru diantara tumpukan buku pelajaran milik wanita kecilnya ini.


Ia mulai berdiri dan mengambil buku kecil itu, "Hemm... Ternyata buku dairy si ayam" Senyumnya mengembang, seiring rasa penasaran dari isi dairy milik gadis cantik ini.


Atea masih tertidur pulas setelah meminum obat yang diberikan bibi Inah, saat sang mayor membuka dan membaca lembar demi lembar isi dairy miliknya.


Senin, 28 Oktober 2019


Dear, Dairy.


Hari ini aku hatiku bahagia sekali. Tadi sewaktu aku ke toko buku, aku bertemu dengan kakak senior Tama. Aduh...Hatiku rasanya dag dig dug Jantungku rasanya mau meloncat dari persemayamannya. Hatiku yang tenang seakan terusik dengan kadatangan kak Tama, Senyumnya, lirikannya, ekspresi wajahnya, semua gerakannya seakan terdapat magnet yang kuat untuk menarik perhatianku kepadanya.


Ya...Tuhan. Mungkinkah aku jatuh cinta??? tetapi kak Tama terlalu sempurna. Dia Tampan, Baik hati, Sederhana, Perhatian, tatapan matanya hangat dan membuatku sangat nyaman ketika di dekatnya.


 


Love


T.A


 


Membaca isi dairy Atea kening Jordan mengerutkan dahinya. Ada rasa kurang suka dalam hatinya. Siapa sebenarnya cowok yang bernama Tama ini. Kenapa gadis tengil ini begitu memujanya, memangnya setampan dan sebaik apa dia. Sampai-sampai si ayam memujinya seperti malaikat turun dari langit saja. Tetapi apa hubungan dengan dia, mau gadis tengil ini suka sama siapa? atau benci siapa? itu tidak ada hubungannya dengan Jordan. Pikiran Jordan sedang melayang, mulutnya mungkin berkata tidak perduli, tetapi bagaimanapun Atea adalah calon istrinya, jadi ia harus tahu siapa yang dekat dekat gadis ini.


"Sial! Dasar gadis tengil, lihat cowok lain saja matanya bening. Giliran lihat aku, seperti lihat Monster mesum" Gerutunya.


Jordan mengambil handphone miliknya dan berjalan keluar dari kamar Atea menuju teras untuk menelpon seseorang.


Drap drap drap ia berjalan menuju teras depan rumah, untuk memastikan tidak ada yang mendengar pembicaraan dia ditelepon.


"Hallo, Joni"

__ADS_1


"Siap mayor! Ada perintah?"


"Aku ada sedikit tugas untukmu"


"Ya, Mayor"


"Aku ingin kamu mencari tahu tentang siswa bernama Putra Pratama dari SMA X. Aku ingin hasilnya besok ketika aku sampai di camp"


"Siap Mayor!" Jordan menutup panggilan teleponnya.


"Haiist...Siapa sebenarnya laki-laki ini? Sial sekali hidupnya, sampai berurusan dengan Mayor Jordan. Sepertinya ia sudah bosan hidup. Ah! Itu bukan urusanku, aku hanya perlu mencari informasi tentang laki-laki ini sekarang" gumam Joni yang masih berada dalam camp.


Tok tok tok...Bibi Inah mengetuk pintu kamar Atea untuk meminta mereka berdua keluar makan malam. "Den Jordan, non Atea...Sudah waktunya makan malam" teriak bibi Inah dari balik pintu.


Berkali-kali bibi Inah mengetuk pintu dan memanggil mereka berdua dari luar kamar, tetapi tidak ada jawaban. Bibi Inah memutuskan untuk membuka pintu kamar Atea. Ia melihat gadis cantik ini sedang tidur dengan lelap. "Oh, non Atea sedang tidur." Bibi Inah melihat sekeliling ruangan, ia sama sekali tidak melihat Jordan. "Eh, dimana den Jordan ya?" Wanita setengah baya ini juga tidak mendengar gemericik air dari kamar mandi, mungkin Jordan sedang berada diluar kamar.


Bibi Inah memutuskan untuk keluar dari kamar dan membiarkan Atea untuk istirahat. Jika nanti gadis ini bangun dan lapar, ia bisa memanaskan kembali makan malam untuknya. Ceklakk... Ia Membuka pintu, "Eh, Den Jordan" Ucapnya yang kaget melihat Jordan yang tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu kamar.


"Oh, sudah waktunya makan malam. Nenek Siti sudah menunggu Aden dan non Atea di ruang makan." ucap bibi Inah


"Oh, Baiklah! Aku akan segera kesana" Jordan masuk ke kamar Atea untuk membereskan kembali buku-buku yang telah ia baca sebelumnya. Setelah selesai baru ia membangunkan gadis imut yang nyebelin itu.


"Atea...bangun! Makan malam dulu" Jordan membungkukkan badannya dan mencolek hidung mancung Atea.


"Hemm" Menggeliatkan tubuhnya. "Bi...aku masih ngantuk. Aku mau bobo lagi" Tetap memejamkan mata dan malas untuk bangun.


"Cewek satu ini, benar-benar nyebelin banget. Darimana suaraku mirip sama bibi Inah. mung aku terlalu lembut membangunkannya" gumam Jordan dalam hati.


Jordan mengambil segelas air putih dia tas meja, bekas minum obat Atea tadi sore. Ia memercikkan air di atas wajah cantik dan halus itu. Pyuk pyuk ... Air perlahan menetes jatuh membasahi wajah Atea, seperti hujan gerimis.


Gadis cantik ini justru senyum-senyum sendiri, entah apa yang ada di dalam mimpinya. Ia seolah bukan sedang di percikkan air, tetapi sedang bermimpi bermain di tepi pantai dengan kakak seniornya dan bermain air.

__ADS_1


"Kak Tama, Jangan nakal deh. Dingin begitu" gumamnya mengigau dengan senyum bahagia.


"Sial! Siapa lagi yang dia mimpikan. Aku yang ada di depannya malah cowok lain yang dia panggil." gumam Jordan.


Jordan masih mengamati perilaku tidur Atea. Gadis ini wajahnya berseri-seri, seolah sedang mimpi yang bahagia. " Kak Tama, apa yang akan kau lakukan?" gumamnya masih mengigau. Bibir gadis cantik ini manyun ke depan, seolah sedang menantikan sebuah ciuman mesra dari pasangan. "Emmuu" bibir manyun siap berciuman.


"Bukk" Kamus bahasa Inggris setebal 20 cm (centimeter) mendarat di bibir mungilnya. "Ough" Teriaknya kaget, seketika matanya terbuka.


"Cium itu buku" Sindir Jordan yang duduk di tepi tempat tidur dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


Wajah Atea merah padam, ia marah kepada Jordan yang telah mengacaukan mimpi indahnya. "Dasar Monster mesum! sakit tahu" celetuknya ketus.


"Yang mesum itu kamu, mimpi bibir sampai bibir monyong begitu. Mau cium siapa? Kambing! Haiist...Pasti sial sekali cowok yang mau kamu cium" sindir sang mayor.


Seketika wajah Atea merah karena malu, "Sial! Apa saja yang aku katakan saat tidur tadi?" gumamnya dalam hati.


"Bangun! Nenek sudah menunggu di ruang makan" kata Jordan. Ia kemudian keluar terlebih dahulu dari kamar Atea Menuju ruang makan. sedangkan atea pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, kemudian menyusul ke ruang makan untuk makan malam bersama.


------*****-----


#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA


BACA JUGA


👉 GADIS TOMBOMANISKU


👉MY EVIL TWIN SISTER 💕


SEE U NEXT TIME...

__ADS_1


CAYOOOO


__ADS_2