Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
Episode 31 Gudang (2)


__ADS_3

Jordan dan Atea masih terkunci di dalam gudang. Gadis cantik ini masih memeluk erat sang mayor dengan memejamkan mata rapat-rapat, ia sangat ketakutan dengan dua hewan menjijikkan yang tadi hinggap di lengan dan mengendus jari-jari kakinya itu. Ya! Apa lagi kalau bukan kecoa dan tikus.


" Hey, Gadis nakal! Cepat lepaskan aku! Disini sangat panas" ucapnya, mencoba menjauhkan badannya dari Atea, namun semakin di dorong dekapan gadis ini semakin erat. Seolah tidak ingin melepasnya dengan alasan apapun. " Lepas! Lepas tidak!" teriak laki-laki tampan bertubuh tegap dan kekar ini.


Atea cuma menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak mau melepaskannya, bukan karena telah jatuh hati dengan sang mayor. Tetapi takut bertemu dengan tikus dan kecoa lagi.


Jordan membisikkan sesuatu di telinga gadis cantik ini, yang membuat Atea seketika mengambil langkah seribu menjauh dan melepaskan tubuhnya. " Kamu percaya tidak? Jika kau tidak melepaskanku sekarang, maka aku akan melepaskan bajuku di hadapanmu!" bisiknya. Jordan menelusupkan kedua tangannya di sela-sela dadanya dan dada gadis cantik ini, untuk mencari kancing bajunya. Seketika Atea mundur beberapa langkah ke belakang, setelah tersadar ada yang menyentuh dadanya.


" Kau! Kau brengsek" Menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi buah dadanya.


" Ck" Jordan cuma tersenyum dingin. Ia merapikan kembali barang di dalam gudang, sedikit lagi selesai. " Puh... Akhirnya selesai juga" Jordan menghamparkan kardus bekas di atas lantai untuk alas duduk. Ia duduk meluruskan kakinya dan bersandar di dinding.


" Hey! Kenapa kau malah duduk? Ayo kita keluar!" Teriak Atea. Gadis ini terlihat sangat emosi, wajahnya cemberut, alis dan dahinya mengerut sambil menggerutu kepada Jordan.


Jordan tidak menanggapinya dan malah memilih merebahkan diri diatas kardus berkas itu, ia berkata" Ayam! Jika kau bisa, buka saja pintu itu." Ia memejamkan mata, seolah tidak peduli dengan apa yang akan di lakukan oleh Atea.


" Oke! Jika kau ingin tidur di gudang ini, lakukan saja. Aku mau keluar!" Atea berjalan kearah pintu. Ada bangkai tikus dan kecoa yang berada didekatnya, sehingga ia harus berjalan merapatkan ke dinding karena merasa jijik. "Cetak...cetak...cetak" ia menggoyang-goyang gagang pintu beberapa kali dengan keras, tetapi pintu itu tidak juga terbuka. "Sial! Ini terkunci dari luar" Atea menggedor-gedor pintu dan memanggil neneknya dan juga bibi Inah tetapi tidak ada yang mendengar" Dok...dok...dok...Nek! Nenek, tolong bukain pintu! Bi Inah, bibi tolongin aku.bukain pintu" ia melakukannya beberapa kali, tetapi hasilnya sama saja.


Atea dan bersandar di pintu" Nek! Bukain pintu, aku tidak akan nakal lagi." gadis ini menelungkupkan wajahnya diatas lipatan tangannya, diatas lututnya yang di tekuk." Nenek dan bibi Inah kemana? Kenapa tidak mendengar teriakanku sama sekali."

__ADS_1


**


Flashback


Setelah Atea dan Jordan bertengkar habis-habisan di meja makan dan saling memaki. Sampai nenek Siti geram dan menghukum mereka berdua untuk merapikan gudang. Nenek Siti pergi untuk tidur siang di kamarnya, setelah Jordan dan Atea pergi menuju gudang. Sedangkan bibi Inah yang pada saat itu diminta oleh nenek Siti membelikan minyak urut di toko dekat kompleks perumahan depan, sama sekali tidak tahu perihal hukuman yang diberikan nenek Siti kepada dua anak muda itu.


Bibi Inah kembali dengan membawa minyak urut di tangannya. Tok tok tok, ia mengetuk pintu kamar nenek Siti" Nek, ini minyak urutnya" ucapnya dari balik pintu.


" Masuk saja bik Inah" jawab nenek Siti yang sedang berbaring di atas tempat tidur di dalam kamar.


Bibi Inah masuk ke dalam kamar nenek Siti dan mulai memijat kaki nenek Siti" Ya... bagian itu bik, keatas sedikit" Gumamnya, menikmati pijatan dari bik Inah. " Iya nek" ia hanya menuruti perintah sang majikan.


Setelah nenek Siti tertidur karena pijatan yang terlalu nyaman baginya, sehingga membuatnya ngantuk sampai tertidur. Bibi Inah keluar dari kamar nenek Siti dan menuju dapur untuk memasak, tetapi saat ia melewati meja makan. Ternyata semuanya sudah matang" Eh, siapa yang masak ya"Gumamnya. Ia lanjut berjalan ke dapur untuk mencuci piring, ternyata di dapur semuanya juga sudah bersih. "Oh, Sudah bersih juga" celetuknya, ia mendengar suara-suara sedikit gaduh dari arah ruangan gudang belakang. Tetapi menurutnya, itu mungkin hanya suara kucing saja yang sedang mengejar tikus. Ia benar-benar tidak curiga jika di dalam gudang itu Atea sedang menggedor-gedor pintu dan berteriak minta tolong, supaya mereka membukakan pintu gudang dari luar.


" Semua sudah beres, semetara aku bisa istirahat" Gumam bibi Inah. ia kemudian berjalan ke kamarnya untuk beristirahat sejenak.


Semetara Atea yang masih di dalam gudang, merasa jengkel melihat Jordan yang sedang tiduran, ia berkata" Ini orang, apa bukan sih? bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini juga bisa tidur" Gerutunya, dalam pikirannya ia ingin sekali melempar Jordan dengan sendal yang tengah ia pakai.


" Sudah! Jangan banyak bicara, kau juga bisa tidur di sampingku. Tidur disini sudah nyaman, aku sudah pernah tidur ditempat yang jauh lebih buruk dari tempat ini" Gumamnya dengan masih memejamkan mata.

__ADS_1


" Cih! Tidur disampingmu? Sorry, saja!" Menolak mentah-mentah kebaikan yang Jordan tawarkan.


" Hemm...terserah saja, Jika kau lebih suka bermain dengan tikus dan kecoa di situ" Laki-laki ini tertidur begitu saja.


Dasar laki-laki mesum, dia pikir bisa memanfaatkan aku dalam keadaan seperti ini, pikir Atea. Gadis ini tetap duduk di dekat pintu,sedikit jauh dengan Jordan.


------*****-----


#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA


BACA JUGA


👉 GADIS TOMBOMANISKU


👉MY EVIL TWIN SISTER 💕


SEE U NEXT TIME...

__ADS_1


CAYOOOO


__ADS_2