
Jordan segera membopong tubuh Atea keluar dari gudang dan membawanya ke dalam kamar gadis cantik itu. Ia membaringkan tubuh Atea diatas tempat tidur, dan berdiri disampingnya.
Bibi Inah datang dengan membawa minyak angin dan membalurkannya di tubuh, dan kaki Atea. Jordan keluar dari kamar gadis cantik ini. Ia merasa kurang nyaman dan tidak sopan saja, jika ia berada di dalam kamar itu dan membiarkan bibi Inah melakukan tugasnya.
"Jordan!" Panggil nenek Siti.
Jordan membalikkan badannya dan menatap nenek Siti, " Iya nek! Ada yang apa?"
" Ikut aku!" nenek Siti berjalan ke arah ruang tamu, dengan dikuti oleh Jordan di belakangnya.
Mereka sudah sampai di ruang tamu, nenek Siti duduk di salah satu sudut sofa dan Jordan duduk berhadapan dengannya.
" Jordan! Apa pendapatmu tentang cucu nenek Atea?" menatap serius kearah Jordan.
" Maksud nenek?" Jordan yang pura-pura bodoh. Ia jelas tahu benar apa yang di maksud oleh nenek Siti.
Nenek Siti mengambil nafas panjang. " Sudahlah! Jangan bercanda dan berpura-pura tidak mengerti Maksudku. Papamu pasti sudah menjelaskannya kepadamu, Tetang perjodohan kalian berdua. Tetapi, Atea belum tahu tentang itu."
" Iya nek, aku mengerti. Aku setuju dengan perjodohan itu, kapanpun acara pertunangan kami akan di adakan, nenek tinggal hubungi keluarga Johnson." jawabnya tegas. entah mengapa jika di hadapan nenek Siti, Jordan seperti tidak pernah bisa menolak permintaan dari wanita tua ini.
" Hemm... Syukurlah. Nenek sedikit lega, awalnya nenek takut jika kamu menolaknya. Kamu tahu sendiri, cucu nenek seperti apa! Manja, sedikit kasar, nakal dan susah diatur. Tetapi sebenarnya, Atea gadis yang baik. Nenek harap nantinya, kamu bisa lebih sabar menghadapinya." jelas nenek Siti menaruh harapan besar, sekaligus tanggungjawab yang besar kepada Jordan untuk menjada Atea. gadis tengil yang tidak bisa diam, baik tubuh maupun mulutnya jika di dekat Jordan.
Jordan! Nenek cuma bisa berdo'a saja buat kamu, semoga kamu bisa sabar menghadapi cucu nenek yang satu ini. Hmm... Aku sendiri saja pusing, Keluh nenek Siti dalam hati.
" Nek! Besok aku sudah harus balik ke camp, aku tidak bisa menginap disini lebih lama lagi. Mungkin jika ada waktu luang, aku akan mengunjungi nenek sewaktu-waktu." Jelas Jordan kepada nenek Siti. Ia bukannya mau lari karena di marahi oleh nenek Siti, cuma ia memang harus segera dinas kembali seperti Bayu.
__ADS_1
" Oh, begitu. Baiklah, nenek juga tidak bisa menahanmu lebih lama lagi disini. Meskipun nenek sangat senang, jika kamu bisa lebih dekat lagi dengan calon istrimu" nenek Siti tersenyum bahagia.
Dalam hati nenek bahagia, tetapi dalam hatiku penuh dengan awan mendung hitam dengan Guntur saling bersambaran. Asal nenek tahu saja, setiap aku dekat dekat gadis tengil itu. Yang ada! Aku selalu emosi, mulutnya yang pedas dan tingkahnya yang konyol serta menjengkelkan itu, benar-benar membuatku selalu ingin mengerjainya sampai jera.(pikiran Jordan).
" Jordan!" Nenek Siti baru saja mengingat sesuatu.
" Ya! Apa?"
" Lusa, Atea sudah masuk sekolah. Biasakan kamu sebelum kembali ke camp besok, tolong antarkan dia ke asrama sekolah" nenek Siti cuma mau memastikan cucu bandelnya itu sampai tujuan dengan benar, bukan kabur dari asrama dengan alasan malas sekolah.
" Oh, Tentu saja bisa nek" Jordan menyetujuinya begitu saja, baginya itu bukan hal yang sulit untuk dilakukan.
" Eh satu lagi!"
" Apalagi nek?" hati Jordan mulai meronta, bingung melayani keinginan nenek Siti yang begitu banyak dan tak ada habisnya. Bilangnya satu lagi, masih tambah satu lagi dan lagi. Tidak cucu atau neneknya benar-benar membuat Jordan pusing karenanya.
" Nenek...Nenek tahu bukan? jika aku dekat dengan dia itu selalu bertengkar. Bagaimana bisa aku merawatnya, yang ada tambah parah nanti" gerutunya, ia tidak setuju dengan keputusan nenek Siti.
" Justru karena itu, nenek memberimu kesempatan untuk belajar mengendalikan emosimu ketika bersama Atea. ini baru tes awal saja, apa kau tahu? Saat kau sudah menikah dengannya, kau akan hidup bersama dengannya sepanjang hidupmu. Jika kali ini kamu tidak lulus, mungkin perjodohan ini perlu di pikirkan kembali" jelas nenek Siti.
Asal nenek tahu, orang yang paling menginginkan perjodohan ini dibatalkan adalah aku. tetapi karena ini adalah keinginan nenek, baiklah aku akan mengabulkan itu, gumamnya dalam hati.
" Oke, baiklah aku akan mencobanya. aku akan merawat dan menjaga Atea hari ini. nenek tidak usah khawatir soal itu"
" Baiklah, Kau bisa kembali ke kamar Atea. aku membutuhkan bik Inah saat ini, untuk melakukan pekerjaan rumah" nenek Siti berdiri dari sofa.
__ADS_1
" Iya nek" Jordan juga ikut berdiri dan mereka berdua berjalan ke arah pintu kamar Atea.
" Bik Inah, apa Atea sudah sadar?" tanya nenek Siti.
" Seharusnya sudah nek, tetapi entahlah dari tadi matanya tertutup. Aku jadi tidak bisa membedakan antara non Atea pingsan sama saat tidur" jelas bik Inah, ia merasa jika saat ini Atea sedang tidur bukan pingsan.
" Oke, baiklah! Sekarang kamu ikut denganku. Tugasmu, biar Jordan yang menggantikannya"
" Oh, dengan senang hati" bik Inah keluar dari kamar Atea, kemudian Jordan masuk.
Nenek Siti dan bik Inah, berjalan meninggalkan kamar Atea menuju kamar mereka masing-masing untuk mandi, karena hari sudah sore.
------*****-----
#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA
# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA
BACA JUGA
👉 GADIS TOMBOMANISKU
👉MY EVIL TWIN SISTER 💕
SEE U NEXT TIME...
__ADS_1
CAYOOOO