
Di pagi hari, Atea sudah memasukkan barang-barang ke dalam tas ranselnya. Hari ini ia harus kembali ke asrama sekolah, besok kelas sudah di mulai kembali setelah liburan panjang satu Minggu ini.
Jordan juga sudah siap sejak pagi, ia tidak perlu mengemas barang apapun. Ia menginap di rumah nenek Siti secara mendadak, tanpa membawa persiapan apa-apa. Bisa di katakan hanya memakai baju yang melekat di tubuhnya saja, selama ini ia tinggal di rumah nenek Siti terpaksa memakai pakaian Bayu.
Nenek Siti menghampiri cucunya yang masih sibuk di dalam kamar. "Atea...Nanti kamu ke asrama diantar oleh Jordan ya. Nenek sudah bicara kepadanya kemarin malam"
"Apa! Gak mau! Aku berangkat sendiri saja." celetuknya, sambil mengangkat tas
ranselnya yang sudah penuh barang-barang.
Jordan sudah berdiri di depan pintu kamar. Ia menoleh dan masuk ke dalam kamar dan mengambil tas yang ada di tangan Atea, "Sini"
"Gak usah ya! Aku bisa bawa sendiri" berbicara dengan nada sedikit tinggi karena kesal.
Gadis ini berjalan keluar dari kamar meninggalkan Jordan dan nenek Siti.
Nenek Siti segera meminta Jordan menyusul Atea, sebelum gadis nakal satu itu pergi terlalu jauh.
"Nek, Jordan pulang dulu. Kapan-kapan berkunjung lagi menengok nenek"
Jordan berpamitan dan menjabat tangan nenek Siti.
"Baiklah, Aku titip gadis kecil itu. antarkan dia sampai asrama dengan selamat"
Nenek Siti tersenyum sambil menepuk pundak Jordan.
"Baik nek"
Jordan berlalu pergi meninggalkan rumah. ia masuk ke dalam mobilnya dan menyusuri jalan untuk mengejar Atea.
Atea masih berjalan di sekitar gang perumahan itu. Kendaraan yang ia pesan secara online belum juga muncul batang hidungnya.
"Sial! Itu supir kemana sih? Lama banget gak sampai-sampai."
Gadis ini menggerutu sepanjang jalan. kakinya sudah mulai pegal, setelah berjalan lumayan jauh.
Atea berhenti sejenak untuk beristirahat. ia duduk di tepian jalan dan memijat ringan kakinya.
Tin tin.... sebuah mobil berhenti tepat di depannya.
"Hey, ayam cepat naik!"
Jordan berteriak dari dalam mobilnya, meminta Atea masuk.
Gadis cantik ini tetap saja cuek dan malah memalingkan muka. ia tak mengindahkan perintah Jordan.
" Pergi sana! Siapa juga yang mau pergi dengan orang resek sepertimu"
__ADS_1
Atea menjawab perintah Jordan dengan santai. tetapi sebenarnya hatinya jengkel sekali kepada laki-laki yang ada di dalam mobil itu.
Gadis cantik ini segera berdiri dari duduknya, kemudian berjalan menjauh meninggalkan Jordan. melangkah maju tanpa menoleh kebelakang sama sekali.
Jordan mengikuti Atea dari belakang. mobilnya di kemudikan dengan sangat pelan.
" Atea, berhenti dan cepat masuk!"
Teriak dan perintah Jordan kepada atea sekali lagi, tetapi gadis itu tetap saja angkuh dan keras kepala.
Sial! Gadis tengil ini benar-benar menguji kesabaranku, gumamnya dalam hati.
Jordan menghentikan mobilnya.
Bruaak....
Turun dari mobil dengan cepat. ia berlari kecil dan menarik kasar tangan Atea, hingga gadis ini jatuh kepelukannya.
"Lepaskan!"
Bentak Atea dengan perasaan jengkel dan marah. ia mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Jordan, tetapi selalu gagal.
"Percuma saja kau berusaha melawanku. Cepat masuk kedalam mobil"
Perintah Jordan sekian kalinya.
"Tidak, ya tidak! Mengerti bahasa manusia tidak!"
Jordan menarik tangan Atea dan memaksanya berjalan sampai ke mobil.
Bukk...
Jordan mendorong Atea hingga menyentuh body mobil. Tangan kiri Jordan berusaha membuka pintu mobil.
Atea menghempaskan tangan Jordan dengan kasar. berharap bisa terlepas dari cengkeraman Jordan.
Pintu mobil terbuka.
"Cepat masuk!"
Atea cuma diam mematung.
Jordan mengangkat tubuh Atea dengan tiba-tiba dan melemparnya ke dalam mobil.
Brukkk...
"Ouugh...." meras kesakitan.
__ADS_1
"Apa kau sudah gila"
Teriak Atea berusaha bangun dan keluar dari mobil.
Jordan mendorong tubuh Atea dan berkata, "Gadis tengil! sebaiknya kau menurut dan jangan membuatku marah, atau aku...."
Jordan mendekatkan bibirnya ke wajah cantik Atea.
" ...Akan mencium di tempat ini" bisiknya di telinga Atea.
Atea Seketika terdiam, matanya terbelalak kaget mendengar ucapan mesum sang mayor.
Sial! Dia mengancamku. Jordan gila, ia bisa melakukan apa saja yang ia suka. pikiran Atea.
Setelah Atea terdiam, Jordan berjalan ke bagian pintu mobil yang lain dan masuk.
"Bagus, Jadilah anak baik hari ini" ucap Jordan.
Jordan menjalankan mobilnya, untuk mengantarkan gadis cantik ini ke asrama sekolah sesuai permintaan neneknya.
Atea hanya memasang wajah cemberut sepanjang perjalanan. tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.
Dua jam perjalanan ke asrama sekolah, mereka lalui dengan hening dan saling tutup mulut.
Sepanjang perjalanan Atea membuang muka dari Jordan dan memilih melihat pemandangan di luar mobil, di banding melihat wajah Jordan yang membuatnya muak dan jengkel.
Bruaakk...
turun dan dan menutup pintu mobil. mereka berdua sudah sampai di depan asrama sekolah.
Atea langsung masuk ke area asrama dan meninggalkan Jordan begitu saja tanpa berterimakasih.
Jordan melajukan mobilnya kembali untuk menuju camp militer. ia memutuskan untuk tidak pulang kerumahnya dahulu. Biar nanti ia telepon mamanya saja, memberitahu jika ia sudah pergi dari rumah nenek Siti dan kembali ke camp militer.
Sesampainya disana. Jordan masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat sejenak, setelah itu menemui Bayu dan Joni untuk memeriksa laporan selama ia Jordan tidak ada di camp.
------*****-----
#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA
# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA
BACA JUGA
👉 GADIS TOMBOMANISKU
👉MY EVIL TWIN SISTER 💕
__ADS_1
SEE U NEXT TIME...
CAYOOOO