Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
Episode 32 Malaikat dan iblis


__ADS_3

Cit cit cit..krusek krusek, Atea mendengar ada gerakan tikus di sekitarnya. " Sial! Monster itu muncul lagi" Gumamnya.


Atea berjalan merangkak dengan hati-hati mendekati Jordan, ia tidak ingin bertemu dan berurusan lagi dengan tikus dan kecoa. " Tikus Sialan, jika aku harus memilih dekat denganmu atau sama mayor resek itu. Aku tidak mau keduanya" duduk di dekat Jordan, hanya untuk berlindung dari tikus dan kecoa.


" Haiist... Nenek dan bibi Inah kemana sih? Nyariin aku apa gitu! Masak seharian tidak ketemu sama aku, tidak di cari juga" Sedih, kecewa, ingin menangis seperti cucu yang terbuang huwaaaaa, jeritnya dalam hati.


Disaat Atea berharap ada putri berkuda putih (Sang nenek) menyelamatkannya keluar dari gudang, tiba-tiba dua musuh bebuyutannya keluar. Krusek...cit cit cit, sang tikus berjalan mondar mandir di dekatnya dan kecoa merayap di dinding dan lantai sekitarnya.


" Huwaaaaa...cep" berteriak kemudian menutup mulutnya sendiri rapat-rapat dengan tangan, ia tidak ingin Jordan terbangun dan menertawakannya. Gadis cantik ini berbaring, meringkuk di bawah ketiak Jordan dengan gemetaran.


Jordan masih saja pura-pura tidur, " Dasar gadis nakal! Mulutnya saja yang pedas, ujung-ujungnya nempel juga" Gumamnya dalam hati.


" Haiist...Bau apa ini? Asem banget! Haachuu" Gerutunya, dengan bau ketiak Jordan.


Mendengar gadis tengil ini menggerutu sebal karena ketiak dan tubuhnya yang berkeringat, Jordan sebenarnya ingin sekali tertawa. Tetapi ia tahan sebisa mungkin, ia hanya ingin tahu seberapa lama gadis ini bisa bertahan dengan keangkuhannya." Rasain! Hisap sampai puas itu bau asem" gumamnya dalam hati.


Atea masih saja menggerutu, di saat ia sedang asyik mencaci maki laki-laki di dekatnya. Seolah-olah ada sesuatu yang menyentuh punggungnya dari belakang. Cit cit cit, totol sana totol sini mengendus punggung Atea. Gadis cantik ini memejamkan mata dan memeluk sang mayor dengan erat, kali ini ia benar-benar jijik bercampur ketakutan. Masa bodoh, Jordan terbangun atau tidak. Yang jelas sekarang ia tidak ingin bersentuhan dengan hewan-hewan itu.


Jordan membuka mata dan memiringkan sedikit tubuhnya. Dengan sekali ayunan tangan ia menangkap dan dan melemparkan tikus itu hingga membentur tembok dengan keras. Bruaakk... klepek-klepek, hewan itu mati. " Haiist...Sang Mayor memang sadis"


" Ayam! Apa kau tahu, apa yang sedang kau lakukan?" ucap Jordan yang tubuhnya di peluk erat oleh gadis cantik ini, dan beluk dilepas meskipun tikus itu sudah tidak ada. Tetapi gadis ini tidak menggubris, apalagi menjawab pertanyaannya. Jordan melirik kearahnya, ternyata Atea sudah tertidur. " Dasar gadis tengil, ini kedua kalinya ia tertidur di saat genting. Puh...Dia ini cewek bukan sih, gak jaga image sama sekali"


Dalam pikiran Jordan, muncul percakapan antara iblis dan malaikat:


Iblis : Jordan, Peluk Atea


Malaikat : Jordan, Jangan! Laki-laki sejati tidak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

__ADS_1


Iblis. : Sudahlah! Dia itu calon istrimu, Jadi boleh saja, cuma peluk saja. Kemarin saja sudah ciuman.


Malaikat : Jordan, Jangan! Kau tidak bisa melakukan itu, meskipun ia calon istrimu.


Iblis : Malaikat! Ikut campur urusan manusia saja kamu, pergi sana. (iblis melemparkan senjatanya dan mengenai malaikat).


Malaikat : Ouugh...Aku patah hati, Oh salah! Patah sayap ( Malaikat kalah dan pergi).


Iblis. : Jordan, ayo cepat peluk! Ah kamu lama...Sini biar aku saja yang peluk gadis cantik ini.


Jordan. : Berani maju, Aku tembak kamu dor dor dor ( Iblis kalah dan pergi).


Iblis. : Dasar manusia tidak tahu terimakasih!


Jordan. : Ha..ha...( tertawa puas).


Sekitar jam 3 sore nenek Siti terbangun dan mencari Jordan dan Atea, ia bertanya kepada bibi Inah yang sedang menyapu di halaman belakang. " Bi...Lihat Atea dan Jordan tidak?" tanyanya sambil menoleh ke kanan dan kiri.


Bibi Inah menghentikan sejenak pekerjaannya. " Tidak nek! Sejak siang tadi saya pulang membeli minyak urut untuk nenek, saya belum melihat mereka berdua"


" Ya tuhan! Apa mungkin mereka masih ada di gudang?" nenek Siti berjalan menuju ke arah gudang.


" Gudang? Jangan-jangan suara gaduh yang aku anggap kucing tadi itu mereka berdua" bibi Inah ikut menyusul nenek Siti ke gudang.


Sesampainya di depan pintu gudang, nenek Siti melihat kunci tergantung diluar dan pintu tertutup dengan rapat. " Pantesan mereka gak kelihatan, Sepertinya mereka berdua terkunci di dalam"


" Bagaimana nek? Apa mereka sudah ketemu?" tanyanya yang baru sampai di depan gudang.

__ADS_1


" Belum, Mungkin ada di dalam. Lihatlah pintunya terkunci dari luar" nenek Siti menunjuk ke arah kunci yang tergantung ada lubang kunci.


" Ya...mari kita lihat saja" gumam bibi Inah.


Nenek Siti memegang gagang pintu dan membuka kuncinya. Ceklakk...pintu terbuka, mereka berdua masuk. Jeng... jeng... pemandangan tidak terbayangkan terlihat dalam gudang. " Haiist...kedua anak ini sedang ngapain juga?" menarik nafas dalam-dalam saat melihat Jordan berpelukan saat tidur. " Hey! Bangun...Kalian berdua sedang apa? Main peluk-pelukan dan tidur bersama?" Nenek Siti pura-pura memesang wajah marah dan kecewa. " Kesempatan ini, buat nikahin mereka ha..ha..." pikiran nenek Siti tertawa jahat.


Jordan dan Atea bangun karena di pukul sendal oleh nenek Siti, " Eh, nenek salah paham. Ini semua tidak seperti apa yang nenek bayangkan!" Atea berusaha menjelaskan, tetapi Jordan justru cuma diam saja dan duduk menyilangkan kaki.


" Nenek tidak mau tahu, kalian harus segera menikah!" Marah sejadinya kepada mereka berdua.


" Apa! Menikah? Dengan dia!" Atea syok, bengong, sesak nafas, dan kepalanya mendadak pusing. Bruuk...Jatuh pingsan.


------*****-----


#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA


BACA JUGA


👉 GADIS TOMBOMANISKU


👉MY EVIL TWIN SISTER 💕


SEE U NEXT TIME...


CAYOOOO

__ADS_1


__ADS_2