Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
39 Lapangan pelatihan (2)


__ADS_3

Ketiganya terkejut hingga berbicara tergagap tidak jelas. Terlihat jelas dari raut wajah mereka yang tengah ketakutan.


“ Kenapa? Kenapa wajah kalian pucat seperti melihat iblis berdiri di depan kalian?” kata Jordan menyindir.


“ tidak, maafkan. Kami hanya salah bicara saja” Jawab salah satu prajurit bawahannya itu sembari menundukkan kepalanya.


“Oh ya, kita lihat. Apa kalian hanya salah bicara atau ingin membuktikan kenyataannya.” Kata Jordan dengan menebar senyuman yang penuh tekanan kepada ketiga prajurit itu.


“ maafkan kami’ ketiga prajurit itu meminta maaf. terlihat jelas bahwa mereka sedang ketakutan, ini jelas berbalik dengan saat mereka membicarakan sang mayor dari belakang. mereka sangat lantang dan tegas saat mencaci makinya. tetapi disaat Jordan berada di depannya mereka malah menciut nyalinya seperti tikus yang tengah tertangkap basah mencuri.


“ cepat kalian berkumpul dengan pasukan yang lain. Aku ingin tahu, setulus apa kalian meminta maaf kepadaku?” sindir sang mayor kepada para bawahannya.


Mereka segera berlari tunggang langgang menjauh dari


sang mayor menuju ke lapangan pelatihan.


“ Mampus! Apa yang akan mayor lakukan kepada kita?” Gumam prajurit 2


“Entahlah, yang jelas kita semua pasti akan sial. Semua ini gara-gara mulut embermu?” prajurit  1 menyindir dan menyalahkan prajurit 3 atas keburukan ucapannya.


“ sial, ini tidak sepenuhnya kesalahanku. Kalian juga ikut mengumpat tentang dia setiap hari.” Jawab prajurit 3 yang tidak terima disalahkan.

__ADS_1


Mereka bertiga telah sampai di lapangan pelatihan dan berkumpul dengan para prajurit yang lain. ketiga prajurit itu saling mengalahkan satu sama lain. tidak ada diantara mereka bertiga yang mau menerima hukuman berat sendirian.


Semua prajurit telah berbaris rapi di lapang yang tengah di sinari matahari siang hari yang tepat berada tegak lurus diatas kepala mereka. "Ah, sial panas sekali" gerutu sebagian besar para bawahan sang mayor yang tengah berkumpul di lapangan.


"ada apa sebenarnya, kenapa Joni mengumpulkan kita siang bolong begini. sombong sekali dia! memang siapa dia, jendral? Mayor? pangkat colonel saja belagu" gerutu max.


Drap...drap... drap....suara langkah kaki sang mayor yang baru saja datang di lokasi. semua mata Seketika melotot terkejut melihat kedatangan mayor Jordan.


"Ma...ma... Mayor!" kata max yang dan sebagian besar prajurit yang melihat Jordan tengah berdiri dihadapan mereka. kebanyakan dari mereka tidak ada yang tahu jika sang mayor telah kembali.


Jordan menatap tajam kepada seluruh anak buahnya yang hanya beberapa hari saja ia tinggal sudah mulai banyak tingkah dan tidak patuh pada peraturan yang ada.


"Kalian semua, keliling lapangan ini 50 kali" perintah Jordan.


"Ada yang keberatan?" tatapan Jordan semakin tajam seperti burung elang yang siap menerkam mangsanya. ia merasa sedikit emosi melihat para bawahannya yang cuma bengong mendengar perintahnya tanpa segera melaksanakan perintah itu.


"Hah...Siap mayor" jawab semua prajurit yang ada di tempat itu dan mereka mulai berlari mengelilingi lapangan pelatihan itu sesuai dengan perintah sang mayor.


"Sial! kenapa mayor tiba-tiba menghukum kita seperti ini" kata Johan sambil berlari di sebelah max.


"Karena apa lagi! pasti Joni dan Bayu sudah melaporkan perbuatan kita beberapa hari ini kepada mayor. sepertinya hidup kita beberapa hari kedepannya akan sedikit sulit. mayor pasti tidak akan memaafkan perbuatan kita begitu saja." jawab max dengan wajah sedikit murung tetapi tidak berdaya untuk melawan perintah dari Jordan.

__ADS_1


beberapa saat kemudian para prajurit itu sudah kembali dan melaporkan kepada Jordan bahwa mereka sudah selesai dengan perintah sang mayor.


" Lapor! kami sudah selesai berkeliling lapangan pelatihan sebanyak 50 kali sesuai perintah." laporan max sebagai komandan pleton.


"Hmm...oh, ya! bagus. aku lihat kalian masih begitu kuat! putar lagi 20 kali!" jawab Jordan sambil duduk di kursi yang telah di sediakan oleh Joni.


"Apa! 20 kali." celetuk max dan beberapa prajurit di belakangnya.


Sang mayor mengernyitkan dahinya dan melemparkan tatapan elang kepada setiap mata yang berani memandang ke arahnya dengan penuh keraguan. seolah sedang menebar ancaman dan tekanannya.


"Si...si... siap!"


"Mati kita! sampai kapan kita akan berlari terus menerus" pikiran sebagian besar para bawahan Jordan yang terlihat sedang berbisik-bisik.


"Tunggu apalagi!" kata Jordan.


"Siap laksanakan!"


Mereka semua kembali berlari sampai akhir selesai dan setiap selesai, Jordan akan menambahkan lagi perintahnya sampai mereka semua sudah tidak sanggup lagi berlari dan mengakui kesalahannya selama ini serta berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi.


--------

__ADS_1


Jangan lupa kirim vote ya😁😁😁


__ADS_2