
Nenek siti sudah sampai di depan meja telepon dan mengangkat telepon itu, tetapi sepertinya telepon itu sudah di putuskan oleh William. mungkin menunggu terlalu lama.
Nenek siti memutuskan untuk menelepon balik Willian, ia memencet satu persatu tombol yang ada di papan tombol telepon miliknya.
Tuuut...tuuut....tuutt suara telepon yang berusaha di sambungkan oleh operator.
"Hallo....dengan siapa ini" suara perempuan yang menerima panggilan nenek siti.
Suara itu adalah milik Sarah, Ia menerima panggilan telepon milik suaminya karena William masih ada di kamar mandi.
"Oh...ini dari nenek siti, ini pasti Sarah ya?"
"Emm...iya" jawab sarah yang masih mengingat-ingat nenek siti yang mana ya, apa mungkin dia kenal sebelumnya.
"Kamu lupa ya, ibunya kolonel Atmadja. memang sudah lama kamu dan William tidak berkunjung kesini, Jadi maklumlah kalau lupa?" jelas nenek siti.
"Nenek siti...Sarah ingat sekarang. Sarah kangen sama nenek, kapan ya bisa bertemu lagi. sudah 18 lebih tahun kami tidak berkunjung?"
" Ya...jika ada waktu berkunjunglah, rumah dan alamat tetap sama tidak berubah kok. pintu rumah kami selalu terbuka untuk kalian"
" Tentu nek, kami akan berkunjung. oh..ya tadi nenek ingin berbicara tetntang apa kepada suami saya? maaf dia masih di kamar mandi"
"Oh...bukan apa-apa kok, cuma tadi william telepon saya tapi saya masih di belakang jadi saat saya kembali teleponnya sudah diputuskan oleh william. saya cuma mau tanya aja kok sama dia, telepon saya ada masalah apa?"
" Oh..begitu"
" Ya sudah sarah...sampaikan saja kepada suamimu kalau nenek siti menelepon gitu saja"
" Baik nek...akan saya sampaikan"
Tut..tut..tut suara telepon di matikan.
__ADS_1
William yang baru saja keluar dari kamar mandi" Dari siapa ma?"
" Dari nenek Siti pa, dia minta kapan-kapan kita berkunjung ke rumah beliau" jawab Sarah.
" Ide yang bagus...sudah lama kita tidak kesana, sekalian mengunjungi calon menantu kita he...he..." ucap William sambil tersenyum.
" Bagaimana kalau kita ajak Jordan pa? ya... hitung- hitung pendekatan gitu?" usul Sarah.
" good idea, i like it" jawab William.
" Jika kamu sudah setuju, baiklah...besok kita akan berangkat bersama Jordan juga ke rumah nenek Siti" ucap Sarah sambil mengancingkan baju suaminya.
" Aku sungguh tidak sabar untuk itu sayang.." gumam William.
Setelah selesai mandi William duduk santai di atas tempat tidur sambil menunggu Sarah selesai mandi.
Selesai mandi Sarah dan William turun ke lantai bawah untuk mengobrol dengan kakek Johnson perihal rencana kunjungan Mereka ke rumahnya nenek Siti, mungkin saja kakek Johnson juga tertarik untuk ikut berkunjung sekalian dengan mereka. itung-itung kakek Johnson dan nenek Siti adalah teman masa sekolah dulu.
Sarah dan William mendekati kemudian duduk di samping Kakek Johnson.
" Pa...besok kita punya rencana untuk berkunjung ke rumah almarhum Atmadja atau nenek Siti teman papa. apa papa ingin ikut serta dengan kami?" tanya William memandang Johnson dengan penuh harap.
William berharap papanya bisa ikut dan dapat membujuk Jordan untuk ikut serta juga, namun Johnson masih diam karena masih asyik dengan koran bacaannya.
" Pa..." ucap William sekali lagi.
" Apa....kamu ini pintar juga ya, bilangnya saja mau mengajak papa tetapi sebenarnya kamu cuma ingin papa bisa membujuk Jordan kan?" ucap kakek Johnson melirik ke arah William dan istrinya.
" Eh...ketahuan deh" jawab William sambil garuk-garuk kepala.
" Tenang saja, papa akan bujuk Jordan. kalian tunggu saja hasilnya besok" ucap kakek Johnson.
__ADS_1
3 jam kemudian, di meja makan semua keluarga Johnson sudah berkumpul termasuk Jordan diantaranya. mereka duduk bersama tengah bersiap untuk menikmati makan malam bersama.
"Jordan, apakah ucapan mu kemarin masih berlaku" tanya kakek Johnson memandang ke arah Jordan dengan serius.
Jordan menghentikan sesendok nasi yang hampir masuk kedalam mulutnya dan berbalik membalas pandangan kakeknya" tentu saja, aku tidak pernah menarik kembali ucapanmu" jawab Jordan datar.
" Baiklah...jika kakek bahagia jika kamu memang serius. jadi besok kami akan berkunjung ke rumah gadis itu dan kamu harus ikut, supaya kamu bisa lebih mengenal dia, tetapi ada hal perlu kamu tahu sebelum kita kesana. biarkan ayahmu yang menjelaskan semuanya" ucap kakek Johnson.
Mendengar kata-kata kakeknya Jordan sangat kaget" Apa...besok?perlu secepat inikah. apa perlunya sampai begitunya kalian ingin menikahkan aku, gadis itu masih terlalu muda" gerutu Jordan.
" Tunggu...biar papa jelaskan dulu, kita besok hanya berkunjung saja dan satu lagi yang tahu jika kalian akan bertunangan dengan gadis itu hanya kita dan nenek gadis itu saja. sedangkan gadis itu sendiri belum mengetahuinya, ini adalah permintaan neneknya. gadis itu akan mengetahuinya setelah ia lulus sekolah supaya hal ini tidak mempengaruhi belajarnya. apa kau mengerti? jelas William.
"Oh...begitu, baiklah itu tidak masalah bagi ku" jawab Jordan santai tanpa beban, baginya bertunangan sekarang atau nanti juga tidak ada bedanya.
Bagi Jordan ini hanya seperti ia melaksanakan tugas dari atasan saja, di suruh tunangan ya tunangan saja, nikah ya nikah saja karena di sama sekali tidak ada rasa dengan gadis kecil dan tengil seperti Atea itu.
------*****-----
#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA
# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA
BACA JUGA
👉 GADIS TOMBOMANISKU
👉MY EVIL TWIN SISTER 💕
SEE U NEXT TIME...
CAYOOOO
__ADS_1