Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
Episode 28 Memasak


__ADS_3

Jordan memalingkan wajahnya yang memerah begitu pula dengan Atea. "Emm...itu nek, bukankah tadi nenek mau memintanya membantu nenek memasak di dapur" ucap gadis ini dengan malu-malu sembari menutupi lehernya.


" Oh..itu, sepertinya nenek berubah pikiran. Sekarang kalian berdua saja yang masak, itu bahannya diatas meja dapur" nenek Siti menunjuk ke arah meja di dekat dapur yang diatasnya ada 2 kantong plastik berisi buah, sayuran dan beberapa bahan makanan lainnya.


" Hah...Apa! Masak!" gadis cantik ini menepuk jidatnya. " Haiist...nenek, aku masak apaan coba? nenek kan tahu, aku tidak pernah masak. Paling bisa juga masak air" keluhnya.


Berbeda dengan Atea, sang mayor tanpa protes berjalan ke meja dapur dan melihat-lihat bahan makanan apa yang sudah tersedia. Dan memikirkan masakan apa yang bisa di buat dengan bahan-bahan itu.


Jordan mengeluarkan satu persatu bahan yang berada di dalan kantong plastik itu. Tahu, tempe, cabai merah, bawang merah, bawang putih, daun bawang, kecap manis, bayam, jagung manis, kecambah, kacang panjang, ikan segar, tomat, terasi, telur, buah apel, buah pir dan buah pisang. Jordan memejamkan mata sejenak untuk berfikir, "Hmm" Bibirnya tersenyum, sepertinya ia sudah menemukan ide untuk masak apa kali ini.


Jordan memisahkan sayuran dan buah-buahan, kemudian memasukkan buah-buahan itu terlebih dahulu kedalam lemari es supaya tetap segar.


Nenek Siti melihat Jordan yang sedang sibuk sendiri di dapur, ia mendorong cucunya yang manja dan nakal ini untuk segera membantu. "Hey, Cepat sana bantuin! Kok malah bengong" tetapi gadis cantik ini sepertinya enggan untuk melakukannya" Kenapa harus aku yang bantuin, biar bi Inah saja. Aku mau nonton televisi" celetuk Atea.


Nenek Siti berkacak pinggang dan memasang muka marah" Nenek bilang bantuin ya bantuin! Bandel banget sih! Cepetan!" teriaknya.


" Puh...Nenek tega banget sih sama cucu sendiri, kalau aku yang bantuin dia. Yang ada aku yang yang bakal di masak olehnya. Idiih, bayangin saja sudah ngeri" keluhnya sambil mengomel kesana kemari.


" Haiist...Jangankan di masak sampai matang, di makan olehnya juga nenek tidak keberatan ha..ha.." gumam wanita tua itu menggoda cucunya, kemudian tertawa terbahak bahak.


" Neneekk...sebel deh! Sebenarnya siapa sih cucu nenek. Aku curiga, jangan-jangan aku ini cucu pungut lagi!" teriaknya dengan wajah cemberut, pipi menggembung, alis mengerut dan bibir manyun.

__ADS_1


" Ha...ha...iya, nenek pungut dari kamar. Takutnya nanti bakal ada nyamuk nakal yang akan menggigit lagi" ucap wanita tua ini sambil tertawa lagi" Sudah sana, bantuin dia" mendorong cucunya mengarah ke dapur.


Drap drap drap, menghentakkan kaki dengan kuat karena jengkel bercampur malu. Atea menghampiri Jordan yang sedang memotong tempe dengan pisau daging, Jordan melirik ke wajah cemberut gadis ini. " Jedakk" Ia menghentakkan dan menekan keras saat memotong tempe.


Gadis cantik ini seketika kaget" Wow...Santai bro! Potong tempe saja, tidak usah pakai emosi" teriaknya sambil merapatkan ke dinding. Ah gila! ini cowok mau memotong tempe, apa mau mencincang orang sih. Serem banget! gumamnya dalam hati.


Jordan meletakkan pisau di tangannya "Hey! Ayam kecil cepat kemari, bantu aku kupas bawang merah" laki-laki tampan ini berjalan mendekati kompor gas dan meletakkan wajan berisi minyak goreng diatasnya, kemudian melanjutkan memotong tahu dan memetik sayuran dan mencucinya dengan bersih.


Air mata menetes begitu saja dari mata cantik Atea karena mengupas bawang merah. "Puh...Kenapa kamu menangis, tidak ada yang mati disini. Sudah! Kau cuci ikan saja, biar aku yang mengupasnya" Jordan mengambil alih pekerjaan Atea, ia mengupas bawang merah dan bawah putih, sekalian mencincangnya sebagai bumbu nanti.


Atea mencuci ikan segar, tetapi tidak membersihkan sisik yang masih menempel pada kulit ikan. Jordan melirik kearah Atea "Kalau sudah, langsung kamu goreng saja" celetuknya sambil memotong kecil cabai merah dan daun bawang.


Jordan segera berdiri dan menarik tangan Atea dan mencucinya di air dingin yang mengalir. "Dasar bodoh! Apa kau ingin menggoreng tanganmu!" Jordan melihat ke tangan Atea yang melepuh dan memerah. "Kalau mau menggoreng itu memasukkan ikannya itu hati-hati dan pelan-pelan, bukan dilempar. Memang kamu pikir ikannya mau berenang" Gerutunya sambil membersihkan dan mengelap tangan Atea dengan lap bersih secara hati-hati.


" Hik..hik" mata gadis ini berkaca-kaca, Jordan cuma bisa menepuk keningnya."Haiist...Gadis seperti apa yang mereka jodohkan denganku, bahkan menggoreng ikan saja tidak bisa. Puh...jangan sampai yang dikatakan Bayu jadi kenyataan. Bisa kelaparan aku seumur hidup, Gumamnya dalam hati.


" Sudah sana! Pergi obati lukamu, jangan menangis disini! Nanti nenek mengira aku menindasmu" teriak Jordan yang sudah mulai pusing.


Gadis cantik ini berdiri dan melangkahkan kakinya dan dari dapur" Dasar Jordan resek! Wueee...." Menjulurkan lidahnya dan menarik kelopak mata bawah untuk mengejek Jordan.


Jordan mengambil satu siung bawang putih dan melemparkannya ke dahi Atea. Pletakk..."Ough" rintihnya sambil mengelus keningnya yang sakit.

__ADS_1


" Rasain itu" Gumamnya sambil tersenyum. Sudah jelas bidikan sang mayor akan tepat sasaran, apa lagi dengan jarak sedekat itu. Masih untung yang yang dilemparkan cuma bawang, coba kalau apel bisa benjol itu muka.


Satu jam kemudian makan siang sudah tersaji diatas meja makan. Jordan, Atea dan nenek Siti duduk dan menikmati makanan yang di masak oleh Jordan" Hemm...enak juga masakan kalian" Puji nenek Siti.


" Masakan kami apanya? Nih! hasilnya tangan merah dan melepuh semua" gumam Atea dalam hati. Jordan cuma tersenyum simpul melihat muka cemberut Atea yang mendengar pujian neneknya.


------*****-----


#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA


BACA JUGA


👉 GADIS TOMBOMANISKU


👉MY EVIL TWIN SISTER 💕


SEE U NEXT TIME...


CAYOOOO

__ADS_1


__ADS_2