
Jordan duduk di kursi kebesarannya didalam kantor tempat ia dinas. ia sedang menunggu bayu dan joni untuk memberikan laporan
kepadannya hari ini.
Tok..tok..tok…
“ Masuk” suara parau Jordan mempersilahkan seseorang yang sedang berdiri didepan pintu.
Kolonel joni masuk kedalam ruangan sang mayor dengan harap-harap seperti biasanya. Ia bukannya sedang ketakutan karena banyak
kekacauan atau apa di camp selama sang mayor tidak ada, tetapi ia tidak akan bisa menghadapi kemarahan sang mayor yang mendadak saja.
“Kolonel joni, masuklah! Kenapa kamu masih bengong disana, apa ada sesuatu yang serius, yang ingin kamu laporkan?” Tanya sang mayor penasaran karena melihat ekspresi wajah joni yang ketakutan dan pucat
pasi melihatnya.
Colonel Joni berjalan mendekati sang mayor dan berdiri tepat di depan meja kerjanya.
“ Lapor mayor” kata colonel joni sambil memberi hormat.
“Ya, katakan. Apa yang terjadi disini beberapa hari terakhir?” Tanya Jordan.
Kolonel joni menggaruk-garuk tengkuknya. Ia bingung mau memulai melapor dari hal apa.mulai dari anak buah yang bermalas-malasan untuk latihan, makan minum tidak sesuai jadwal, atau mereka yang gemar bergosip tentang sang mayor.
“Hey, aku bertanya kepadamu? Kenapa kamu malah cengar-cengir seperti orang bodoh.” Bentak sang mayor kepada bawahannya itu. Iabsama sekali tidak bisa mentolelir orang yang tidak tegas ketika di berikan tugas.
Seketika colonel joni kaget dan terbelalak, tubuhnya gemetar dan keringatnya bercucuran. Mngkin jika bisa memilih, colonel joni akan lebih memilih perang melawan musuh daripada berhadapan dengan laki-laki di depannya ini.
Tok..tok..tok…
Belum juga colonel joni membuka mulutnya untuk melapor, tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk dari luar.
“ Masuk” teriak Jordan dari dalam ruangan. Ia masih saja tidak mengalihkan pandangannya dari colonel joni.
Ceklakk…
Colonel bayu membuka pintu. ia berjalan masuk kedalan ruangan sang mayor. Ia berhenti dan berdiri di samping colonel joni,
didepan meja kerja sang mayor.
Colonel bayu melirik kearah colonel joni, dalam benaknya bertanya ‘sudahkan joni melaporkan kepada sang mayor keadaan
sebanarnya yang ada di dalam camp ini?’.
Colonel joni menggelengkan kelapanya pelan, sebagai tanda bahwa ia belum melaporlkan apa-apa. Bayu menghela nafas kasar. Ia mulai
memikirkan cara menyusun kata-kata yang sekiranya sang mayor mendengarnya tidak
langsung emosi dan marah besar.
“ lapor mayor. Keadaan camp beberapa hari ini sedikit kacau saat mayor tidak ada ditempat. Banyak prajurit yang menjadi
__ADS_1
sedikit malas untuk latihan rutin setiap hari, mereka lebih suka menghabiskan waktu untuk mengobrol atau tiduran.” Kata colonel bayu selesai memberi laporan.
Sebenarnya banyak sekali hal yang terjadi saat Jordan tidak ada di tempat, ada yang saling adu mulut sampai berkelahi,
malas-malasan, banyak juga yang tidak taat pada aturan yang ada. Menurut mereka
ini adalah kesempatan langka saat sang mayor tidak ada di camp. Selama ini sang
mayor selalu memberikan pelatihan mereka begitu keras setiap hari, tanpa ada
yang berani membantah.
Bruakk…
Sang mayor berdiri dan menggebrak keras meja kerjanya. Wajahny merah padam, sudah jelas kali ini ia benar-benar marah.
Colonel bayu dan jolonel joni berdigik, tiba-tiba mereka merasa suhu ruangan itu terasa sangat panas dan membuat mereka
berkeringat.
“Hmm, berani sekali mereka melakukan hal ini.” senyum menyeringai
“Colonel joni”
“Siap mayor”
“Kumpulkan semua prajurit dilapangan”
Sang mayor memandang kea rah colonel joni, tatapan tajam dan menyemkan itu seolah menegaskan bahwa perintahnya sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi.
“ Apa ada masalah?” kata sang mayor.
“ Oh, tidak. Siap laksanakan.” Jawab colonel joni.
Colonel joni, membalikkan badan dan berjalan
meninggalkan ruangan sang mayor untuk melaksanakan perintah.
Bayu masih berdiri di ruangan itu karena sang mayor belum mempersilahkannya untuk pergi.
“Kolonel bayu”
“ Ya, mayor”
“ Ambil berkas laporan beberapa hari terakhir dan letakkan di mejaku. Aku akan menemui mereka semua di lapangan hari ini. mereka
harus membayar semua kelakuan mereka beberapa hari terakhir.” Perintah Jordan
kepada colonel bayu.
“ siap mayor.”
__ADS_1
Colonel bayu, membalikkan badan dan berjalan meninggalkan ruangan sang mayor untuk melaksanakan perintah.
Setelah colonel bayu meninggalkan ruangan Jordan juga keluar dari ruangannya menuju ke lapangan pelatihan.
***
Di lapangan pelatihan.
Semua prajurit sedang berkumpul. Kebanyakan dari mereka masih bingung, mengapa di kumpulkan secara mendadak di tengah matahari yang terik ini di tengah lapangan. ada sebagian dari mereka yang mengabaikan perintah dari colonel joni karena belum mengetahui kalau sang mayor sudah kembali dan siap memberikan hukuman bagi mereka yang malas dan melanggar peraturan yang telah di tetapkan.
“ hei, ada masalah apa? Kenapa kita siang hari dan panas-panas begini di minta berkumpul?” kata prajurit 1
“ entahlah, aku juga tidak tahu?” prajurit 2
“ sudahlah, ayo kita pergi. Kenapa harus
menghiraukan joni, prajurit kecil itu memang punya kekuasaan apa. Mengganggu saja, jarang-jarang kita punya kesempatan untuk santai begini.” Prajurit 3
“ iya, kamu benar. Jika mayor ada, kita tidak
mungkin bisa bernafas lega seperti ini.” prajurit 1
“ mayor? Dia lebih mirip iblis yang kejam dari pada di sebut mayor.” Prajurit 3.
“ hei, jaga mulutmu. Kalau ada yang mendengar, kita bisa mati.” Prajurit 2
“ kenapa? Itu kenyataan kok.” Prajurit 3
Jordan yang sudah berdiri tegap di belakang ke tiga anak buahnya sejak tadi, menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Wajahnya merah padan penuh amarah yang belim di tumpahkan.
“ Oh, ya?” kata Jordan menyela obrolan ketiga
bawahannya.
“ tentu saja” jawab prajurit 3 tanpa sadar.
Seketika ketiganya berbalik badan karena mengenali suara yang berasal dari belakang mereka.
“ Ma..ma..mayor”
------*****-----
#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA
# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA
BACA JUGA
👉 GADIS TOMBOMANISKU
SEE U NEXT TIME...
__ADS_1
CAYOOOO