
Tentu saja Bayu tidak akan keberatan berbagi kamar dengan sang mayor. Jangankan berbagi kamar, jika kamarnya di minta saja ia pasti akan memberikannya dengan sukarela.
" Puh...nenek, siapa juga yang berani terang-terangan menolak permintaan nenek di depan mayor"
Lagi-lagi justru atea yang merasa keberatan jika kakak kesayangannya itu harus sekamar dengan Jordan, ia takut jika kakaknya nanti akan di tindas oleh atasan reseknya ini.
" Enggak...gak, kak Bayu tidak boleh sekamar dengan dia. eng..gak boleh!" ucapnya yang merasa keberatan.
" Loh...terus dimana? masak iya sekamar sama kamu???" ucap nenek Siti menggoda Atea.
" What!!!... tidaklah, nenek bercanda. siapa juga mau sekamar dengannya." teriaknya semakin jengkel.
Haiiiist...nenek ini, cucunya ini sebenarnya aku apa si mayor resek ini sih. baru datang juga sudah bisa mengambil hati nenek, Ih...sebel deh, gumamnya dalam hati dengan wajah cemberut.
" Sudahlah...Jordan akan sekamar denganku malam ini" Bayu berdiri dan mengajak Jordan ke kamarnya, ia tahu sang mayor tidak bawa baju ganti karena memang tidak ada rencana menginap dirumahnya sebelumnya.
Sesampainya di kamar Bayu" Jordan...kau bisa memakai bajuku untuk ganti, pilihlah yang sesuai dengan yang kamu sukai" Bayu membuka almari dan menunjukkan letak kamar mandi di dalam kamarnya" kau bisa memakai kamar mandiku dan aku akan mandi di kamar mandi belakang" Bayu mengambil baju ganti dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi di sebelah ruang dapur.
Nenek Siti dan atea juga melakukan hal yang sama karena memang hati sudah mulai menjelang petang.
setelah atea selesai mandi ia menuju kamar Bayu untuk mengajaknya jalan-jalan ke pasar malam nanti, mumpung sang kakak masih dirumah.
Jordan sedang berdiri di depan almari untuk memilih pakaian ganti dengan kepala masih tertutup handuk setelah selesai mandi.
ceklakk...pintu terbuka, Atea masuk nyelonong begitu saja dan memeluk Jordan dari belakang karena dikira sang kakak" kak Bayu, nanti jalan-jalan ke pasar malam ya denganku...aku ingin sekali pergi kesana, sudah lama kakak tidak mengajakku kesana?" gadis cantik ini masih memeluk erat Jordan karena belum sadar jika ia salah orang.
__ADS_1
Jordan sebenarnya kaget dengan pelukan atea yang terlalu tiba-tiba itu" Puh...dasar gadis nakal... bisa-bisanya ia menganggap aku ini Bayu. meski Bayu itu kakaknya tetapi bukankah sangat tidak sopan seorang gadis memeluk laki-laki dengan kondisi seperti ini" gumamnya.
kondisi Jordan yang baru selesai mandi dan hanya memakai handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya saja. sebenarnya ia tidak nyaman jika posisinya seperti ini terus.
tiba-tiba pintu terbuka, ceklak...Bayu masuk dan melihat Semua, lagi-lagi ia harus menyaksikan adegan seperti ini lagi. Bayu sudah tidak tahan untuk menahan emosinya kali ini, adiknya ini benar-benar menguras emosinya karena kecerobohan dan kenakalannya" Atea...!apa yang kamu lakukan?" teriaknya yang masih berdiri di depan pintu.
Mata Atea langsung terbuka lebar saat mendengar suara Bayu dari belakanganya. ia langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Jordan dan memutar tubuhnya ke arah Bayu.
" Eh...kakak di luar, jadi dia....???" atea bengong sekaligus kaget ketika melihat Bayu sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
Dalam pikirannya" Jika itu kakak...lalu yang aku peluk dari tadi siapa??? Jangan-jangan.....???" Atea berlari keluar kamar Bayu menuju kamarnya. Bruaakk...suara pintu di tutup dengan keras.
Atea...kenapa kamu bodoh sekali sampai tidak bisa membedakan kakakmu dengan Jordan dan juga kenapa si mayor resek itu tidak berucap sepatah katapun ketika aku memeluk dia seperti itu sambil ngomong kesana kemari... uuhhh, bodoh..bodoh...bodoh Atea. kak Bayu pasti akan marah kepadaku lagi, gumamnya menyalahkan diri sendiri.
" Jordan resek...awas kau, beraninya kamu mengerjaiku di rumahku sendiri. kali ini aku harus membalas mu ha...ha.." gadis ini senyuman licik terpancar di sudut bibirnya, entah apa yang sedang direncanakannya.
" Bay...jangan salahkan dia, adikmu cuma salah mengira aku adalah kamu. dia tidak sengaja" ucap Jordan sebelum masuk ke kamar mandi untuk ganti baju.
" Baiklah...maafkan kecerobohan adik saya untuk kesekian kalinya" Bayu meminta maaf atas nama atea.
Setelah Jordan selesai berganti baju dan keluar dari kamar mandi.
" Eh..." gumamnya Bayu.
Bukankah itu baju hadiah yang diberikan atea kepada ku untuk hadiah ulang tahunku kemarin ya. emm...cocok juga di pakai Jordan, cuma aku tidak tahu bagaimana reaksi atea nanti saat melihatnya. aku harap dia tidak membuat masalah lagi dengan mayor, pikir Bayu.
__ADS_1
"Oh ya Bayu...tadi dia saat... eh'em"Jordan menghentikan kata-katanya karena kurang enak dengan Bayu meski wajahnya juga tidak bisa bohong rona merah ada di pipinya"dia bilang ingin mengajakmu pergi ke pasar malam. temanilah dia"
Bayu melihat ke arah mayor Jordan, seperti bagus juga jika kita pergi bertiga aku, atea dan Jordan" Baiklah...tetapi kamu harus ikut, jika tidak aku tidak akan pergi"
"Kau berani mengancam ku?" tatapan mata mematikan tertuju kepada Bayu.
Sebenarnya Bayu juga takut, tetapi kapan lagi ia punya kesempatan memerintahkan sang mayor jika tidak hari ini.
" Puh... baiklah" sedikit kesal dan terpaksa.
Sial...kenapa aku yang ganti diperintah disini, ah...anggap saja ini kompensasi untuk gadis nakal itu karena tadi aku cuma diam saja saat dia memelukku, gumamnya dalam hati.
------*****-----
#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA
# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA
BACA JUGA
👉 GADIS TOMBOMANISKU
👉MY EVIL TWIN SISTER 💕
SEE U NEXT TIME...
__ADS_1
CAYOOOO