
Jordan cuma tersenyum menyeringai" Ayam kecil, saatnya aku balas dendam kepadamu. beraninya kau menindas ku dari kemarin" Jordan berjalan mengikuti Atea memasuki rumah. bruaakk...menutup pintu dengan cepat.
Atea yang kaget langsung menoleh, ada tangan dengan lengan kekar menariknya dari belakang" Eh" ia tidak sempat menghindar.
Jordan menarik tubuh atea kedalam pelukannya" Cup" Menciumnya dengan kasar dan mendadak. Mata gadis cantik ini terbelalak kaget dengan apa yang di lakukan mayor resek satu ini. Ia berusaha meronta dan melepaskan diri, tetapi tidak bisa. Tenaga laki-laki sangat kuat, Atea bukanlah lawan yang berarti baginya.
"Hemm...Emm.." Atea serasa sesak nafas dan sulit mengambil nafas, ciuman yang sangat intens dan mendadak ini benar-benar tidak terduga. apalagi yang menciumnya adalah laki-laki yang ia benci itu, siapa lagi kalau bukan si gunung es mayor jenderal Jordan. Atea mendorong Jordan dengan sekuat tenaga," Puh...huh..huh" Akhirnya Jordan melepaskan ciumannya, napas Atea tersengal-sengal.
" Kau..kau brengsek, Menjauhkan dariku" Atea mencaci maki Jordan dan berusaha membalasnya. Ia mengangkat tangan kanannya untuk menampar Jordan yang telah mengambil paksa ciuman pertamanya.
Jordan menangkap gerakan kecil dari tangan gadis cantik ini" Apa itu tadi adalah ciuman pertamamu? Manis sekali. Selanjutnya apa yang pertama milikmu adalah milikku!" Ucap Jordan mengusap bibirnya dengan ibu jarinya dan merapatkan tubuh gadis ini ke dinding.
Atea merasa sangat marah dengan kelakuan Jordan, " Kau...kau bajingan mesum, lepaskan aku" Kedua tangannya di cengkeraman rapat oleh Jordan di atas kepalanya, tetapi gadis ini tidak habis akal. Ia mengangkat lututnya untuk menendang bagian vital milik Jordan dan lagi-lagi semua itu di sadari oleh laki-laki tampan ini sehingga ia berhasil menangkisnya dengan tangan kanannya.
" Ayam kecil, itu adalah kecil aset berharga milikku. Jika telurnya pecah, istriku bisa menangis seumur hidup" Jordan tersenyum menatap wajah jengkel dan marah gadis nakal di depannya.
" Ah...persetan dengan itu, jelas itu bukan urusanku. Cepat lepaskan!" teriak Atea.
" Oh ya!" Jordan menyerang dengan tiba-tiba, ia mendaratkan ciuman di leher Atea.
__ADS_1
" Ah...berhenti! Kau brengsek, hentikan! Hentikan Ah.." berteriak dengan memejamkan mata.
Jordan melepaskan ciumannya dileher Atea dengan meninggalkan beberapa tanda cupang di leher gadis cantik ini" Ayam kecil, sebaiknya kau menurut atau aku akan melakukan hal yang lebih dari ini" Jordan melepaskan Atea dan segera masuk ke kamar Bayu, tentu saja ia bisa melakukan hal ini karena rumah dalam keadaan kosong. Bayu balik ke camp sedangkan nenek Siti dan bik Inah sedang berbelanja ke pasar.
Atea jatuh terduduk" Dasar Jordan brengsek, mesum. Dia telah mengambil ciuman pertamaku begitu saja" Atea memukul-mukul pelan lututnya" Brengsek!brengsek! Jordan akan ku balas kau" Gumamnya dengan hati penuh kemarahan.
Sementara Jordan yang di dalam kamar malah bingung sendiri," Ah sial! Aku cuma menggodanya, kenapa kamu malah bangun beneran!" Mengumpat kepada dirinya sendiri yang tengah sibuk sendiri di kamar mandi untuk menyelesaikan masalahnya.
Setelah selesai mandi Jordan berganti pakaian dengan pakaiannya kemarin yang sudah di cuci oleh bik Inah dan di letakkan di tepi tempat tidur Bayu tadi pagi. saat Bayu dan Jordan mengobrol di halaman belakang, kemudian berbaring di tempat tidur.
Atea berdiri dan berjalan menuju kamarnya, setelah sampai kamar ia akan mandi. Ketika ia mengambil ikat rambut di atas meja riasnya, ia tidak sengaja melihat bekas merah di beberapa bagian lehernya. matanya melotot kaget" Jordan brengsek, ia meninggalkan beberapa cupang di leherku juga" atea memejamkan mata sambil tepuk jidat.
Ting tong ting tong, bel pintu berbunyi. nenek Siti dan bik Inah pulang dari pasar, tetapi karena pintu utama di kunci dari dalam oleh Jordan mereka tidak dapat masuk. " Eh... Mereka dimana?" Nenek Siti dan bik Inah menggedor-gedor pintu" Atea...Jordan...buka pintunya" teriak nenek Siti dan bik Inah.
Jordan yang tertidur pulas setelah mengerjai Atea, tidak mendengar teriakan nenek Siti dan bik Inah maupun bel pintu yang berbunyi. Padahal biasanya di camp, ia adalah orang yang paling waspada dan sensitif terhadap suara sekecil apapun. sepertinya mencium Atea bisa menjadi obat tidur alami buat sang mayor.
Atea yang mendengar suara bel rumah segera keluar dari kamarnya dan membukakan pintu untuk neneknya dan bik Inah. ceklak...pintu terbuka, nenek Siti dan bik Inah masuk kedalam rumah" Loh...ngapain kamu pakai syal tebal begitu siang dan panas-panasnya begini?" tanya nenek Siti yang heran dengan model berpakaian cucu perempuannya itu.
Atea gelagapan mencari alasan, memang aneh banget siang bolong begini dan matahari sedang tinggi-tinginya pakai pakai syal tebal di lehernya" Emm...itu nek, aku sedang kurang enak badan. Huh...dingin banget!" Atea memberi alasan dan pura-pura sedang sakit.
__ADS_1
Nenek Siti menyentuh dahi Atea" Haiiiist...dahimu tidak panas. Nenek curiga saja, jangan-jangan yang sakit itu hatimu" nyelonong pergi meninggalkan Atea.
" Puff" bik Inah cuma tersenyum saja.
" Nenekkk...nenek nyebelin" teriak Atea yang juga ikutan masuk ke dalam rumah dengan bibir manyun dan wajah cemberut.
------*****-----
#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA
# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA
BACA JUGA
👉 GADIS TOMBOMANISKU
👉MY EVIL TWIN SISTER 💕
SEE U NEXT TIME...
__ADS_1
CAYOOOO