Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
Episode 12 Restoran Delima


__ADS_3

Tolong berikan antar obat ini, cucunya akan menunggumu di restoran Delima pukul 10 pagi" William menyodorkan sebotol obat.


" Baiklah...aku akan melakukan itu besok"


Jordan menerima botol obat itu dan akan mengirimkan obat Itu sesuai dengan alamat yang diberikan papanya.


Keesokan harinya tepat jam sepuluh pagi, Mayor Jordan sudah sampai di alamat yang diberikan oleh papanya. dia menunggu cukup lama sedang orang yang di maksud belum juga muncul.


" Sialan ini orang masih hidup atau sudah mati sih...dari tadi tidak muncul" gumamnya dengan menahan emosi.


Disisi lain di kursi paling pojok di Restoran Delima, Atea juga menunggu orang yang di maksud neneknya untuk mengambil pesanan obat.


" Orangnya yang mana sih, uhh...pusing deh. mana tadi gak tanya nenek dulu lagi orangnya itu cewek apa cowok. terpaksa deh nunggu mukjizat turun aja, Atea berdoa saja semoga orang itu bisa mengenali kamu" gumam Atea yang juga bingung karena kurang jelas atas pesan nenek tadi.


Mayor Jordan sudah tidak bisa lagi menunggu, sudah 1 jam dia duduk di kursi Restoran sampai pantatnya panas, minuman juga sudah habis 3 gelas.


Mayor Jordan segera mengambil handphone dari kantong sakunya kemudian menelpon papanya.


"Hallo pa...orang yang harus aku temui seperti apa sih, aku sudah menunggu disini selama satu jam tapi tidak ada satu manusia pun yang muncul di hadapanku" gerutu mayor Jordan yang sudah emosi.


" Tenang dulu, sebenarnya biar papa deskripsikan dulu orang yang akan kamu temui : gadis itu cantik dengan perawakan tubuh tinggi 160 cm, badan langsing, kulit putih mata coklat dan rambut panjang sepinggang dan masih seusia anak kelas 3 SMA. tadi neneknya bilang gadis itu sudah berangkat sejak pagi, papa rasa dia sudah tiba disana" Jelas William menggambarkan ciri-ciri Atea yang sedang duduk di pojokan restoran sendirian.


William, Sarah dan kakek Johnson sudah berangkat ke Restoran Delima sejak pagi dan sekarang sedang mengamati di balik ruangan CCTV Restoran Delima.


Restoran Delima ini sebenarnya menjadi milik keluarga Johnson satu tahun yang lalu, tetapi karena mayor Jordan sudah dua tahun tidak pernah pulang jadi dia tidak mengetahuinya.


" Papa jangan bercanda, disini tidak ada seorang pun. aku sudah satu jam lebih duduk di depan pintu masuk, tidak ada satu orangpun yang masuk setelah aku kecuali pelayan restoran" jelas mayor Jordan yang menggambarkan situasinya di restoran saat ini.


Sebenarnya pelayanan yang di maksud mayor Jordan adalah pelayan yang ditugaskan William untuk menggantungkan papan tanda bertuliskan" CLOSE" di tembok samping pintu setelah Jordan masuk, agar tidak ada yang menggangu pertemuan putranya dengan calon istrinya.


" Jordan...sekarang coba kamu cari dulu di dalam restoran itu, mungkin saja ada seseorang diruangan lainya selain kamu. mungkin saja itu cucu dari teman papa" William mendesak Jordan untuk berkeliling di dalam restoran mencari Atea.

__ADS_1


"Oke...kali ini aku akan melakukannya, tapi jika aku tidak menemukan seorang pun disini maka aku akan pergi sekarang juga" ucap mayor Jordan menegaskan.


" Baiklah...terserah kamu saja, maaf papa sudah merepotkan" William menutup telepon.


Mayor Jordan sudah mulai berkeliling ke dalam restoran dari satu sudut ruangan ke sudut ruangan yang lain.


" Sial...sudah macam mencari kecoa saja, aku harus berkeliling restoran seluas ini" gumam mayor Jordan.


Disisi Atea juga sudah merasa bosan lama menunggu, bahkan ia jauh lebih lama menunggu dari pada mayor Jordan.


" Sebel... jangan-jangan aku sedang dikerjai sama nenek. Aduh... seperti apa sih orangnya, seperti apa sih orangnya. mana handphone aku ketinggalan lagi gara-gara buru-buru kesini" Atea yang sudah bosan menunggu memukul-mukul pelan sendok ke gelas minuman yang sudah habis di hadapannya.


Ting...Ting..Ting...suara nyaring gelas yang di pukul berkali-kali. Mayor Jordan yang berdiri di ruangan sebelah akhirnya mendengar suara nyaring dari gelas Atea.


Mayor Jordan mencari sumber suara itu, drap..drap..drap suara langkah kaki Jordan yang terhenti ketika melihat punggung seorang gadis remaja memakai kaos warna putih di depannya.


"Maaf...apakah nona cucu nenek Siti" tanya Jordan sambil melihat catatan yang papanya tulis dan ditempelkan di botol obat " Untuk nenek Siti".


" Kamu.." teriak Atea dan mayor Jordan bersama-sama.


" Sial...jika aku tahu kamu yang akan aku temui, maka lebih baik aku meminta kolonel Bayu saja yang datang kerumah untuk mengambil barang ini" gerutu mayor Jordan.


"Memang kamu pikir aku juga tahu kalau bakal ketemu dengan kamu...yang jelas aku lebih sial dari kamu, siapa juga yang mau ketemu dengan kepala batu seperti mu" balas Atea atas ucapan mayor Jordan.


Keduanya Atea dan mayor Jordan sama-sama saling membuang muka.


William, Sarah dan kakek Johnson bingung dengan tingkah laku mereka, mereka mulai menebak-nebak apa mungkin Atea dan mayor Jordan sudah pernah bertemu sebelumnya.


Mayor Jordan meletakkan paper bag yang berisi obat titipkan papanya diatas meja.


" Nih...obat, titipan papa aku untuk nenek Siti"

__ADS_1


Mayor Jordan berdiri lalu melangkah pergi.


Sebelum Jordan pergi, Atea menarik tangan mayor Jordan" Eh...tunggu dulu, siapa nama papa mayor?" Atea berusaha untuk sopan karena dia butuh jawab Jordan, jika sewaktu-waktu nanti di tanya oleh neneknya.


" Bapak William" jawab mayor Jordan singkat dan padat.


mayor Jordan meninggalkan restoran itu setelah menjawab pertanyaan Atea.


" Huh... dasar iblis tua, kalau bukan karena takut di tanya nenek gak bisa jawab. aku juga tidak berminat bersikap baik kepadamu" gerutu Atea.


Atea meninggalkan beberapa lembar uang diatas meja untuk membayar minuman yang telah dipesannya kemudian meninggalkan restoran Delima.


Atea dan mayor Jordan sudah sama-sama pergi dari restoran Delima, tetapi William, Sarah dan kakek Johnson justru masih heran dengan tingkah laku Atea juga mayor Jordan dan saling berdiskusi diruang CCTV.


Bagi mereka tidak penting bagaimana sikap keduanya, bagi mereka yang paling penting adalah misi mereka mempertemukan Atea dan mayor Jordan sudah berhasil. untuk hal selanjutnya bisa di bahas dirumah mereka.


------*****-------


#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


#BERI PENILAIAN DAN KRISANNYA YA...


BACA JUGA


👉 GADIS TOMBOMANISKU


👉MY EVIL TWIN SISTER 💕


SEE U NEXT TIME...


CAYOOOO....

__ADS_1


__ADS_2