Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
Episode 30 Gudang


__ADS_3

Jordan dan Atea sudah sampai di depan pintu gudang di ruang paling belakang rumah nenek Siti, dimana di dalamnya hanya terdapat barang-barang yang sudah tidak terpakai dan diletakkan berserakan begitu saja. Tugas Jordan dan Atea sekarang adalah merapikan itu supaya tidak berserakan dan lebih mudah jika ingin mencari sesuatu barang, jika itu dibutuhkan lagi sewaktu-waktu.


Jordan membuka pintu, Krieett... debu-debu berterbangan. Gudang ini sangat kotor, debunya sangat tebal, barang-barang berserakan dimana-mana. Jordan masuk terlebih dahulu, "Hey! Gadis nakal, Ayo cepat masuk dan rapikan!" teriaknya dan mulai menata satu persatu barang-barang yang ada.


Gadis ini tetap berdiri di depan pintu, sepertinya ia sama sekali tidak ingin masuk kedalam gudang itu." Kamu saja sana yang rapikan, aku gak mau!" Menyilangkan tangan di depan dada sambil bersandar di dinding.


Jordan cuma tersenyum sinis. Jadi, kamu mau aku mengerjakan ini semua sendiri ya. Hmm...Kita lihat saja! Siapa yang berhasil mengerjai siapa, Gumamnya dalam hati.


" Nenek" teriak Jordan sambil melambaikan tangan. Atea yang mendengar neneknya datang langsung gelagapan dan masuk kedalam gudang. Ia mulai menata barang-barang yang ada di dekatnya. Bruaakk...Jordan sengaja menutup pintu gudang.


" Hey! Apa yang kau lakukan! Kenapa kamu menutup pintunya?"


" Menurutmu?"


Atea baru sadar, jika dia baru saja di bodohi oleh Jordan. Tidak ada nenek atau siapapun yang datang" Sial! Kau membohongi aku. Kau benar-benar licik"


" Oh ya, Terimakasih atas pujiannya"


" Kau kira, aku mau bersamamu di gudang ini? Cih! Jangan harap" Omelnya dengan membuang muka.


" Siapa juga yang mau satu ruangan dengan gadis tengil sepertimu, mending sama tikus dan kecoa saja" Jordan memang sengaja menyebutkan dua nama hewan itu.


" Apa! tikus? Kecoa?" Baru mendengar namanya saja, gadis ini sudah geli dan tidak nyaman. Ia menoleh kearah kanan dan kiri, atas dan bawah, serta semua di sekitarnya.


Hemm...Kena kamu! Aku pancing. Lihat saja nanti, aku kerjain kamu sampai habis, Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


" Kenapa? Takut!" ucapnya dengan masih melakukan tugasnya menata barang-barang.


" Aku takut? Tidak mungkin, Cuma tikus dan kecoa saja. Mana mungkin aku takut"


" Oh ya sudah! Kebetulan sekali, di belakangmu itu. Sepertinya ada sarang tikus" Laki-laki ini cuma membual saja, ia juga tidak tahu di bawah tumpukan kardus bekas itu ada tikus atau tidak.


" Hah...Jangan membodohiku. Aku tidak akan tertipu oleh tipu muslihatmu lagi!" Merasa ini cuma bualan Jordan saja, tidak ada tikus di tumpukan kardus di belakangnya.


" Siapa juga yang bohong. Kalau tidak percaya, kau bisa membuktikannya sendiri. Angkat saja kardus itu" Jordan sengaja memancing emosi Atea.


" Tidak, aku mau keluar saja. Kerjakanlah sendiri, aku tidak mau melakukan pekerjaan ini" Atea berjalan ke arah pintu.


Jordan menyeringai" Dasar gadis nakal, kau pikir bisa kabur dariku begitu saja"


Krek..krek...Atea mencoba memutar gagang pintu, supaya pintu itu terbuka. "Eh! Kenapa ini, kok gak bisa dibuka!"


" Sudahlah! Jangan buang-buang tenaga. Pintu itu sudah terkunci dari luar. Kau tidak ada pilihan lain lagi, cepat bantu aku menata ini atau jika ada tikus mendekatimu aku tidak akan menolongmu"


" Puh... Siapa perduli! Cuma tikus saja, Siapa takut!" ucapnya dengan sedikit menyombongkan diri.


" Hmm... terserahlah!" Jordan konsentrasi dengan apa yang di kerjakan saat ini.


Tiba-tiba terdengar suara-suara dari belakang gadis cantik itu. Krusek...krusek...Atea sudah mulai bergidik. " Haiiist...Jangan bilang itu tikus" Semakin lama semakin dekat" Cit..cut..cit..krusek..Cit Cit" Atea memejamkan matanya dan menutup rapat-rapat mulutnya, jangan sampai berteriak dan si Mayor resek tahu kalau dia sedang ketakutan.


Jordan melirik ke arah gadis cantik itu,"Hmm, Sudah ketakutan seperti itu, masih saja jual mahal. Kita lihat saja, sampai kapan kamu bisa bertahan" Pikiran Jordan.

__ADS_1


Cit cit cit suara tikus mendekatinya, Atea merasa di bawah kakinya ada yang mengendus dan menyentuhnya. Dingin, seperti cairan. " Oh tuhan, jangan bilang kakiku dijilat tikus" Gumamnya lirih. Ia tetap memejamkan mata, tetapi hewan kecil itu berputar-putar di sekitar kakinya. Kaki gadis ini mulai gemetaran.


Tiba-tiba" Pukk" seperti ada hewan kecil seukuran ibu jarinya sedang merayap di lengannya. Ia merasa geli-geli merinding, ia mencoba membuka mata dan ia melihat seekor kecoa berada di lengan dekat bahunya. "Huwaaaaa" berteriak dan mengibaskan tangannya, supaya kecoa itu jatuh. Ia menggelinjang ketika melihat dibawah kakinya ada seekor tikus, secara reflek berlari ke arah Jordan dan melompat ke pelukan sang mayor.


" Hik...hik..hik" gadis ini memeluk erat Jordan sambil menangis terisak-isak dengan memejamkan matanya. Ia benar-benar ketakutan. " Mama...papa...tolong aku" Gumamnya.


Jordan mengambil potongan balok kecil di dekatnya dan membidikkan balok itu ke arah tikus. Pletakk...tepat sasaran, Sang tikus terkapar tak berdaya.


" Hey...cewek tengil, Sampai kapan kau akan mencekik ku?" Ucapnya, Namun Atea tak bergeming sedikitpun.


Dasar cewek tengil, Aku tidak menyangka kalau kamu benar-benar takut dengan tikus dan kecoa. Tetapi itu juga bukan salahku, mulutmu yang pedas itu juga tidak pernah mau mengakuinya. Jadi, terima saja akibatnya, Gumamnya dalam hati.


" Sudah, tenanglah... Tikusnya sudah mati dan kecoanya juga sudah pergi." Atea melepaskan pelukannya, tetapi tidak berani jauh-jauh dari Jordan.


------*****-----


#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA


BACA JUGA


👉 GADIS TOMBOMANISKU


👉MY EVIL TWIN SISTER 💕

__ADS_1


SEE U NEXT TIME...


CAYOOOO


__ADS_2