Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
Episode 27 Gigitan nyamuk


__ADS_3

Nenek Siti dan bik Inah sudah masuk kedalam rumah diikuti oleh Atea yang berjalan mengikuti mereka dari belakang. " Kakakmu sudah berangkat ya?" nenek Siti berhenti dan duduk di dekat meja makan. Atea menganggukkan kepalanya, tetapi syalnya yang begitu tebal dan besar membuatnya kesulitan." Sayang... Nenek sedang bertanya kepadamu!" tambah Nenek Siti.


"Oh iya, sudah nek baru saja" gadis ini segera menjawab pertanyaan neneknya, jika tidak! nenek Siti pasti akan mengomel kepadanya.


" Terus, Jordan kemana?" tanyanya sekali lagi.


Mendengar nama Jordan, emosi Atea seakan langsung naik. wajahnya cemberut dan bibirnya manyun" Ngapain nenek tanyain soal mayor resek itu sama aku, mati juga aku tidak perduli, gumamnya dalam hati.


Anak ini kenapa? setelah mendengar nama Jordan, jadi bete banget begitu. wajahnya cemberut dan masam banget, apa mereka bertengkar lagi. Haiiiist...aku meminta menginap disini, supaya mereka bisa lebih dekat. Bukan untuk adu mulut dan saling melempar kebencian. Haduh...pusing ini kepala, pikir nenek Siti.


" Atea...atea, hey...sayang!" wanita tua ini melambai-lambaikan tangannya di depan cucunya ini, tetapi atea sedang ngomel sendiri sehingga tidak fokus ketika diajak ngobrol. Nenek Siti melempar sebiji buah pisang ke pangkuan cucunya itu hingga Atea kaget dan terperangah.


" Eh" ia mengambil pisang di pangkuannya" Pisang?" Memandangi itu" Ih.. nenek ini,aku kan bukan monyet, kenapa dilempar pisang, Huh!" membuka buah itu dan memakannya.


" Hmm...bilang bukan monyet, tetapi di makan juga. Nenek tanya, Jordan dimana?" wanita tua ini mengulangi lagi pertanyaannya.


Dengan wajah cemberut, gadis ini terpaksa menjawabnya" Mana aku tahu! Aku bukan baby sitternya!" Masih mengunyah dengan mulut penuh dengan buah pisang.


Nenek Siti cuma tersenyum" Iya mungkin sekarang bukan, tetapi nanti kamu akan jadi baby sitter anak-anaknya" Gumamnya dalam hati. Bagi nenek Siti yang sudah tua ini, ia sudah banyak pengalaman. setiap hubungan tidak selalu lancar-lancar saja, jika Jordan bisa sedikit sabar dengan cucu kecilnya ini yang lumayan bandel dan ngeselin. Mungkin mereka bisa hidup bahagia nanti.


" Atea... panggilkan dia! Nenek mau minta dia bantu nenek masak di dapur"


Atea langsung segar matanya, " Hah masak! He he.." ia tertawa sendiri, ia rencana kecil darinya untuk mengerjai Jordan sebagai balasan atas apa yang baru saja Jordan lakukan. tetapi sebenarnya ia sengat malas untuk bertemu dengan mayor resek itu.

__ADS_1


" Loh...malah senyum, Cepat!" Perintah sang nenek. Atea berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar Bayu, Ia yakin Jordan sedang ada di dalam. sesampainya di depan kamar, ia merasa enggan untuk mengetuk pintu apalagi masuk ke dalam kamar. Bagaimana jika Jordan Mengerjainya lagi nanti, kalau ia masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar itu hanya ada dia saja, tetapi ia harus melakukannya.


Tok tok tok...ia mengetuk pintu beberapa kali, tetapi Jordan tidak menyahut apalagi membukakan pintu." Diman sih dia?" diketuknya lagi pintu itu beberapa kali, tetapi hasilnya sama saja" Brengsek! ini orang masih hidup tidak ya, sudah tuli banget. Masak pintu di gedor sampai tangan sakit juga tidak ada respon" Atea cuma bisa tepuk jidat. Mau tidak mau, sepertinya dia harus masuk kedalam kamar.


Ceklak...pintu ia buka perlahan-lahan. ia melihat Jordan sedang tertidur pulas di atas tempat tidur. Gadis cantik ini mendekat dan melihatnya dari jarak dekat" Tampan juga kalau sedang tidur begini, wajahnya tenang seperti malaikat. Tetapi kalau bangun, hmm...iblis banget!" Umpatnya yang menggabungkan antara kekaguman dan caci maki.


Toel..toel...ia menyentuh hidup laki-laki ini untuk membangunkan dia." Hmm...Ayam kecil ini, benarkan ya! tidak jera sama sekali" Jordan tiba-tiba membuka matanya kemudian menarik leher gadis ini secara tiba-tiba" Cup" sekali lagi Atea jatuh kedalam pelukannya dan diciumnya untuk yang kedua kalinya.


" Hmm" Matanya terbelalak dan berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, tetapi Jordan sengaja tidak melepaskan ciumannya.


" Puh...Huh..huh" Serasa sesak napas yang gadis ini rasakan. Plak...ia menampar pipi Jordan dengan keras setelah Jordan melepaskan ciumannya." Dasar brengsek, mesum" berlari keluar kamar, tanpa ia sadari syal yang ia pakai untuk menutupi tanda cupang yang di berikan Jordan sebelumnya telah terjatuh ke lantai.


Jordan cuma tersenyum dan mengelus pipinya yang baru saja di tampar oleh Atea. "Dasar gadis nakal! lumayan juga tamparannya" ia segera bangun dan keluar dari kamarnya, ia ingin duduk bersantai di halaman belakang.


Nenek Siti melihat ke arah Jordan" Hey...pipi kamu kenapa merah begitu?" kemudian menoleh ke arah cucunya" Kamu juga! itu kenapa dengan lehermu Atea? kok merah semua?"


Jedaar...Atea dan dan Jordan langsung sadar " Aduh...Mati aku! Ngomong apa ini?" Pikir Jordan.


Sedangkan Atea juga tak kalah bingungnya dengan Jordan" Atea bodoh! kenapa kamu bisa sampai lupa sama tato anjing gila di lehermu" gumamnya dalam hati.


Dua orang anak muda ini tidak bisa berkata-kata dan hanya garuk-garuk kepala memikirkan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan sang nenek.


" Emm..itu nek, di gigit nyamuk" jawab gadis cantik ini.

__ADS_1


" Oh... Nyamuk, terus kamu Jordan?"


" Itu...cuma bekas Jordan garuk-garuk karena gatal"


" Oh...jadi ceritanya tadi, ada nyamuk yang gigit terus di tabok( tampar) sampai merah ya" celetuk nenek Siti menyindir keduanya.


Jeng...jeng! Kedua orang muda seperti maling yang baru saja ketahuan mencuri, dan ingin sekali sembunyikan wajah mereka di bawah kolong meja" Aduh malunya" gumam keduanya dalam hati.


------*****-----


#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA


BACA JUGA


👉 GADIS TOMBOMANISKU


👉MY EVIL TWIN SISTER 💕


SEE U NEXT TIME...


CAYOOOO

__ADS_1


__ADS_2