Racun cinta: Gadis Kecil Nakal

Racun cinta: Gadis Kecil Nakal
Episode 34 Menjaga Atea


__ADS_3

Setelah nenek Siti dan bik Inah keluar dari kamar Atea, Jordan masuk dan menutup pintu kamar. Ia berjalan mendekati tempat tidur Atea dan duduk di dekat gadis cantik ini. "Dasar gadis nakal! Pingsan saja masih merepotkan."


Atea mendengar semua perkataan dan Omelan nenek Siti kepadanya dan Jordan di dalam gudang. Ia hanya pura-pura pingsan, untuk menghindari hukuman yang lebih sulit dari sang nenek. " Sial! Kenapa mayor resek ini masih saja disini, sampai kapan aku harus pura-pura tertidur seperti ini?" gumamnya dalam hati.


Atea berpikir jika dia bangun sekarang, maka semua akting yang ia lakukan tadi akan ketahuan begitu saja oleh Jordan ataupun neneknya. Ia berpikir keras saat ini, untuk mengatasi masalah ini. Apalagi sekarang ini, ia hanya berdua saja dengan Jordan dalam kamar. Mayor resek ini, pasti mempunya banyak cara untuk mengerjainya.


"Eh'em" Jordan berdehem dan batuk-batuk ringan, karena banyaknya debu yang ia hirup saat bersih-bersih gudang tanpa memakai memakai penutup mulut dan hidung. Ia mengambil air diatas meja yang bibi Inah sediakan untuk Atea, jika ia sadar nanti. Gluk..gluk..gluk, suara setiap tegukan air yang mengalir di tenggorokan sang mayor. "Hemm...Ini benar-benar segar dan menghilangkan dahagaku" melirik kearah gadis cantik yang tengah berbaring di sampingnya, sambil tersenyum menyeringai.


Dalam hati Atea mengumpat keras kepada Jordan. "Sial! Jordan brengsek! Ia pasti sengaja melakukan itu. Oh, tuhan! Aku haus sekali. Sejak tadi siang di dalan gudang, tak setetes air pun masuk ke tenggorokanku." Gadis cantik ini cuma bisa menelan air liurnya sendiri.


Mereka berdua saling terdiam, tak satupun mau mengalah. Atea yang masih pura-pura pingsan dan Jordan yang pura-pura tidak tahu jika gadis manis itu hanya pura-pura saja.


"Gadis bodoh ini, sampai kapan dia akan pura-pura pingsan seperti ini. Heh...kita lihat saja! Sampai kapan kamu bisa tahan untuk tidak minum" senyum licik khas sang mayor mengembang sempurna dibibirnya.


Atea sudah merasa sangat haus, tenggorokannya kering. Ia seperti seorang gadis kecil dan lemah yang tengah terdampar di tengah Padang pasir tandus di timur tengah. Rasa haus yang tak kuasa lagi ia tahan, hanya berharap ada seorang pangeran tampan yang lewat dan menolongnya dengan membawa sekantung air untuknya. "Nenek... Tolong aku! Please, help me bibi Inah! Tolong seret monster satu ini keluar" jeritnya dalam hati.


Waktu terus berlalu, jam dinding cantik di atas meja rias gadis cantik ini juga tetap berputar sesuai tugasnya tanpa berhenti sedetikpun. "Hemm...Kuat juga! 10 jam tanpa minum setetes air pun. Sial! Jika terus begini, dia bisa dehidrasi. Dasar gadis tengil keras kepala" Jordan menghela nafas panjang dengan kasar, jika Atea tetap keras kepala. Maka mau tidak mau, ia harus melakukan cara ini untuk memberikan gadis cantik ini asupan air.


" Ayam kecil! Sebaiknya kau cepat bangun, Jangan pura-pura lagi." bisiknya lembut di telinga Atea. Ia sengaja melakukan ini, supaya gadis cantik ini bangun dari pura-pura tidur.

__ADS_1


Atea tak menggubrisnya, dan mengabaikan ancaman Jordan, ia tetap kukuh untuk pura-pura pingsan. Gadis ini ingin Jordan di hukum oleh neneknya karena tidak bisa menjaga dan merawatnya.


"Sial! Ia tidak bergeming sedikitpun. Oke! Kita lihat saja, apa setelah ini kau masih bisa berpura-pura" bisik Jordan sekali di telinga Atea, nafasnya yang lembut dan hangat menerpa daun telinga Atea.


"Brengsek! Mayor resek ini mau apa? Hemm...Merinding aku!" gumamnya dalam hati. Deg deg deg detak jantungnya sangat kencang dan tidak beraturan, tubuhnya mulai di terasa tidak nyaman. "Sial! Dia sedang berusaha membangkitkan gairahku"


"Kamu yang memaksaku melakukan ini, Jika bukan karena sudah janji kepada nenek aku juga tidak mau" Gumamnya dalam hati. Jordan mengambil segelas air dan menyimpannya di dalam mulutnya. Ia mengangkat kepala Atea sedikit dengan tangan kirinya dan membuka mulut gadis ini dengan tangan kanannya. Ia mencium gadis cantik ini, gluk...gluk...gluk air yang ada di dalam mulutnya mengalir ke rongga mulut Atea.


Gadis cantik ini memekik, matanya terbuka lebar seketika, namun tak kuasa untuk berteriak. Ia berusaha mendorong laki-laki kekar dan kuat di atas tubuhnya.


"Ah! Manis sekali" Jordan melepaskan ciumannya, dan tersenyum puas. Kali ini ia berhasil membuat gadis nakal ini membuka mata dan menyerah.


"Kau! Kau brengsek!" Atea segera mengelap bibirnya dengan tangannya. Ia tidak bisa bangun karena Jordan masih membukukan tubuhnya di atas gadis cantik ini.


" Hemm...Apa? Brengsek! Jika kau tidak terima, kau boleh mengembalikan ciumanku sekarang. Aku dengan senang hati akan menerimanya"


"Kau!" Atea mendorong tubuh Jordan menjauh darinya dengan sekuat tenaga, sekuat amarah di dalam hatinya.


Jordan mundur beberapa langkah karena dorongan Atea, namun ia tidak merasa emosi atau ingin marah. "Puff" Jordan ingin tertawa melihat ekspresi wajah Atea yang merah seperti tomat busuk itu. Ia duduk di kursi di dekat meja rias di samping tempat tidur.

__ADS_1


Atea bangun dan turun dari tempat tidurnya. Ia berdiri dan berjalan beberapa langkah, tiba-tiba gadis cantik ini roboh dan terjatuh ke lantai. "Ough...Sakit" terbaring meringkuk kesakitan memegang perut sambil memejamkan mata, meringis menahan sakit.


"Hey....Ayam! Kamu kenapa? Sudahlah! Jangan berpura-pura lagi" celetuknya yang tak jika gadis di depannya saat ini benar-benar sedang sakit, menurutnya Atea hanya berpura-pura saja.


------*****-----


#KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


# BERI PENILAIAN & DUKUNG AUTHOR YA


BACA JUGA


👉 GADIS TOMBOMANISKU


👉MY EVIL TWIN SISTER 💕


SEE U NEXT TIME...


CAYOOOO

__ADS_1


__ADS_2