RAHASIA RUANG CINTA

RAHASIA RUANG CINTA
Episode 18


__ADS_3

Brenda memperhatikan


titik-titik air hujan melalui jendela kaca kamarnya. Kota Medan basah digenangi air hujan. Angin dingin


sesekali berhembus lembut dari celah-celah


jendela.


Brenda terpaku sesaat,


lalu memainkan penanya, seperti seorang pujangga kehabisan kata-kata. Menggigit


ujung pena dengan pandangan semu. Ada sebuah guratan-guratan bathin dalam dirinya. Guratan-guratan itu semakin jelas


saja dirasa. Terlebih saat memainkan sebuah skenario dari Maryati. Dia bingung atas permintaan perempuan itu yang dianggap beresiko bagi mental Ryan.


Diliriknya jam di dinding


kamarnya. Sudah jam lima sore. Tidak terasa hari begitu cepat


berlalu tanpa sedetikpun untuk berhenti. Senja mulai menapak,


meninggalkan warna cerah menjadi gelap.


Brenda  masih ingin berlama-lama di kamarnya. Tidak ada yang ia kerjakan hari ini selain membaca buku tentang


autis dan psikologi. Brenda masih memikirkan perasaanya yang telah


hanyut. Akankah pangeran hatinya datang dan membawakan sejuta bintang di


angkasa. Seperti dalam mimpi-mimpi indahnya? Atau cerita-cerita dari negeri


dongeng? Brenda tersentak


kaget ketika handphonenya berdering. Getaran itu membuat lamunan Brenda pudar. Ia melirik reminder di handphonennya. Dari Yuda.


Lama Brenda mengangkat


Hp-nya. Ada sedikit rasa getir yang mencekat tenggorokannya. Sungguh Brenda tidak ingin membuat hatinya semakin pedih, namun cintanya begitu


besar ke Yuda.


 “Ya halo...” sapa Brenda lembut.


“Halo, Nda.... Gimana


kabarmu?”


“Aku baik-baik aja, Yud...


Gimana denganmu?”


“Aku baik. Oh ya... kamu


sibuk?”


“Hmm... kenapa?”


“Temenin aku ke acara pesta


sahabatku yuk...”


“Pesta?” Bibir Brenda


menganga.


“Ya... ayolah, Nda...”

__ADS_1


“Hmmm…” Brenda berpikir


sejenak.


“Please…” Yuda memohon.


“Baiklah... aku ganti baju


dulu. Kamu jemput aku ya…”


“Okey… Makasih, Nda.”


Klik.


Brenda terdiam sejenak.


Mungkin ini kesempatan kedua baginya untuk mendapatkan hati Yuda. Ia lalu bergegas


ke kamar mandi dan mengganti bajunya dengan gaun pesta. Hatinya kembali


berbunga-bunga saat menerima ajakan Yuda.


Brenda mengirim sms ke Ela.


Brenda                 : Yuda


mengajakku ke pesta perkawinan sahabatnya


Ela                      : O ya? Bagus


dong, Nda. Ini kesempatan buatmu.


  Yuda pasti


menyukaimu


sekali, La. Jantungku sampai mau


  copot


Ela                      :  Jangan kegeeran, nanti kamu bisa terpeleset


                kulit pisang... heheh


Brenda                 :  Udah ah...


Brenda kembali menikmati


kebersamaannya dengan Yuda.



Brenda menutup pintu rumah


dengan kesal. Tadi Yuda sibuk


sendiri berhaha-hihi dengan sahabat-sahabatnya. Sama sekali tidak menikmati


kebersamaannya dengan Brenda.


Brenda bersungut-sungut di


dalam kamarnya.


“Bagaimana kencanmu dengan


Yuda?” tanya Ela lewat ponsel.

__ADS_1


“Ugh... membosankan. Kamu tahu


nggak sih, aku seperti kambing congek di sana. Yuda nggak memperdulikan


keberadaanku, sebel!”


“Loh kok begitu? Bukannya Yuda


tertarik denganmu?”


“Itu masalahanya. Aku nggak tahu


apakah Yuda serius atau hanya mempermainkanku. Dia pikir aku ini cewek apaan?”


“Sudahlah, Nda... Kamu yang


sabar ya. Mungkin Yuda memang begitu,”


”Padahal aku berharap malam


itu Yuda mengungkapkan isi hatinya, La. Aku kesel lihat Yuda. Dia malah ngobrol


dengan teman-temannya,”


“Trus apa tindakkanmu


selanjutnya?”


“Aku akan menerima tawaran


Maryati,”


“Ya ampun, Nda... Kamu sadar


nggak sih? Itu akan menjadi masalah besar buatmu,”


“Aku harus bagaimana, La?


Hutangku juga sudah menumpuk. Apalagi Yuda yang cuek bebek denganku,”


“Makanya kamu terima tuh Dedy.


Ia setia menunggumu,”


“Ogah...”


“Ya udah... kalau begitu kamu


nikmati aja kesendirianmu,”


“Yah... itu memang takdirku.


Sudah ah, aku mau istirahat. Capek...”


Klik.


Brenda bersungut-sungut setelah mematikan ponselnya.


Menikmati malam yang sepi dengan alunan lagu sendu. Membiarkan angin malam


masuk melalui celah jendela kamarnya


dan mematikan lampu kamar agar terlihat temaram dengan nuansa lampu-lampu kecil


berbentuk bintang.


__ADS_1


__ADS_2