RAHASIA RUANG CINTA

RAHASIA RUANG CINTA
Episode 9


__ADS_3

Brenda pulang ke


rumah mamanya. Kangen juga dengan masakan mama yang lezat. Elusan


lembut tangan mama dan belaian mama saat Brenda merasa sedih.


Senja ia tiba di rumah. Mama tengah menyiram bunga-bunga di taman. Mama  memang rajin bercocok tanam. Bunga yang ada di


taman juga beraneka ragam. Mama memandang


Brenda sekilas, lalu tersenyum. Brenda sangat mengagumi senyuman mama yang selalu menyejukkan hati. Setelah turun dari motor, Brenda mencium pipi mama.


“Tumben kamu pulang, Nda…?”


“Brenda kangen sama mama,”


Mama tersenyum. “Bagaimana kabarmu, sayang?”


“Brenda baik-baik aja, Ma. Brenda ke dalam dulu, mau istirahat.” Brenda


berlalu meninggalkan mama. Ia


menuju kamar mandi. Lelah seharian


menghadapi hidup yang serba abu-abu dan penuh ketidak pastian. Sebuah misteri


yang harus dipecahkan setiap manusia.


Brenda menatapi wajahnya di depan cermin. Entah mengapa tiba-tiba saja ia


teringat lagi dengan wajah Ryan.


Wajah itu... Wajah polos dan penuh harap pertolongan


dari Brenda.


Mama mengetuk pintu. Brenda mendongak dan


beringsut membuka pintu kamar. Semburat wajah mama terlihat lelah saat pintu terkuak lebar.


“Ada apa, Ma?” tanya Brenda. Mama menatapnya dengan lekat. Tatapan itu penuh arti. Apalagi yang diharapkan mama? Bathinnya. Mama masuk ke kamar dan duduk di


tempat tidur. Brenda mengikuti langkah mama.


“Nda, kenapa sih kamu sibuk-sibuk ngontrak rumah?  Kenapa nggak tinggal sama mama aja?”


“Brenda ingin mandiri, Ma. Sudah lama sekali Brenda menyusahkan mama,”


“Tapi mama nggak merasa disusahkan. Itu sudah tanggung jawab orangtua,”


“Sudahlah, Ma… Brenda baik-baik aja kok,”


“Baik katamu? Setelah kamu mengalami semua masalah yang berat, kamu


bilang kamu baik-baik saja?”


Brenda tersenyum tipis, berusaha meyakinkan mamanya.


“Brenda harus berjuang, Ma. Mungkin ini sudah jalan Brenda harus

__ADS_1


mengawali kehidupan yang baru,”


“Tapi mama kasihan melihatmu, Nda. Kamu jumpalitan cari duit untuk


menutupi hutang-hutang di bank. Mama khawatir kamu jatuh sakit,”


“Brenda baik-baik aja ma. Sejauh ini Brenda masih bisa mengontrol diri,”


Mama terdiam sambil


memperhatikan Brenda. Satu hal yang ingin ia tanyakan ke putrinya. Tentang


jodoh. Mama ingin Brenda


segera menikah.


“Nda… apalagi yang kamu tunggu? dr. Dedy sangat mencintaimu. Kenapa kamu


menolaknya?” ujar Mama.


Brenda diam. Pertanyaan itu entah sudah yang keberapa kali.


“Hh… Ma… Nda…”


“Sudahlah, Nda. Umurmu sudah dua puluh dua tahun. Mama tidak mau kamu menjadi perawan


tua. Mama juga tidak mau ada gunjingan-gunjingan lain tentang dirimu. Semalam


dr. Dedy datang ke mama dan meminta izin kalau dia ingin mempersuntingmu,”


Brenda menghela berat. “Mempersunting Brenda? Ma… umur Brenda masih muda. Perjalanan Brenda masih panjang. Brenda


Brenda dan dr. Dedy itu sangat jauh, Ma...”


Mama bangkit dari duduknya. Beringsut dari tempat


tidur.


“Sebaiknya kamu pikirkan masa depanmu. Mama ingin kamu segera menikah,


Nda…”


“Menikah…? Ma… beri Brenda waktu untuk memikirkannya,”


“Apalagi yang kamu pikirkan? Kamu ingin rambutmu memutih tanpa suami?


Pikirkan, Nda… Mama dan papa sudah


semakin tua. Mama hanya ingin melihatmu bahagia.”


Brenda menghela nafas dengan berat. Sesak terasa menggerogoti rongga


pernafasannya.


“Ughh… kenapa sih mama selalu saja mendiktekan sebuah pernikahan?” Brenda


melenguh.


“Karena pernikahan itu sesuatu yang wajib dilakukan, Nda…”

__ADS_1


Brenda terdiam


dengan pikirannya yang menerawang.


Setiap insan di


dunia ini khususnya yang ber-gender female pasti menginginkan sebuah pernikahan yang bahagia. Cepat menikah dengan lelaki


pujaan. Tidak ada unsur paksaan di dalamnya. Saling mengasihi dan memberi tanpa


batas- unconditional love. Meredam


unsur keegoisan dan motivasi-motivasi yang tidak murni. Cinta sejatilah yang


mampu membuat sebuah pernikahan itu dapat bertahan sampai maut memisahkan.


Selain itu, faktor ekonomi, kematangan emosi, dan kesiapan mental sangat


diperlukan. Pernikahan yang dilandasi tanpa unsur cinta, bakalan tidak berumur


panjang meskipun dilimpahi materi yang berlimpah ruah. Kosong. Nihil. Hampa.


Pernikahan


adalah persatuan antara pria dan wanita. Masing-masing membawa sifat dan


karakter yang berbeda. Saling menyesuaikan diri adalah kunci utamanya.


Pernikahan adalah sebuah proses pendewasaan yang membutuhkan para pelaku yang


berani, kuat, dan tangguh. Sebuah keputusan untuk siap berlabuh ketika ribuan


kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil. Sebuah pernikahan yang bahagia


dan sukses tidaklah bergantung pada ribuan undangan pesta, rancangan gaun


pengantin ala Cinderella, iringan mobil mewah yang memacetkan jalanan, pesta


mewah ala kerajaan. Tampilan lahiriah bisa menipu. Lihat saja pesta pernikahan


Putri Diana dari kerajaan Inggris yang kelihatan dari luar begitu “wah”. Tapi


pada kenyataannya hancur juga di tengah jalan. Malahan beliau meninggal bersama


kekasih gelapnya pada sebuah kecelakaan mobil. Sedangkan Pangeran Charles juga


mempunyai kekasih gelap. Sebuah pernikahan yang tidak bahagia dan juga berakhir


dengan tragis.


Brenda menghela


nafas sejenak. Ada rasa perih yang menggelepar dalam ulu hatinya. Brenda melontarkan tubuhnya


di kasur. Matanya menatap langit-langit kamar. Pernikahan itu bukan main-main


baginya. Ia tak mau salah melangkah hingga menderita bertahun-tahun.


__ADS_1


__ADS_2