Rahasia Rumah Clara

Rahasia Rumah Clara
Cerita Ragil.


__ADS_3

Hallo Teman-teman Delila,,


mana dong komentar n likenya,, please


Jangan lupa dukung Delila ya..


Awass hati-hati ya,, gak dijadiin favorit,, ntar arwah gentayangan teman Delila mendatangi teman-teman Readers lho...wkwkw..


Salam sehat buat semua.. & Terima Kasih


*************


Beberapa hari kemudian,, Delila, Andini dan Ragil tampak keluar dari kelas selesai jam kuliah pertama.


"Hari ini tinggal satu mata kuliah lagi,,, tapi kata kelas sebelumnya Pak Ivan gak masuk,, jadi setelah ini kosong dech" ucap Andini


"Kosong tapi tugas numpuk,," ucap Ragil.


"Yo wes gak apa-apa,, mumpung ada jam kosong gimana kalau kita kerjakan tugas langsung saja ,, biar gak numpuk" usul Delila.


"Kita kerjakan dibangku taman belakang kampus saja gimana?" Tambah Andini.


"Setuju!" ucapku dan Ragil hampir bersamaan.


Karena Farika Sakit, dan Clara juga tidak masuk entah kenapa,, kami pun hari ini akhirnya hanya bertiga.


Dengan santai kami bertiga segera mencari bangku kosong ditaman yang rimbun dibelakang kampus,, mengeluarkan buku-buku dan siap berdiskusi.


q"Gil,, waktu dikantin beberapa hari yang lalu kamu belum sempat cerita kan? Ayo sekarang ceritain!! Suwerr terkewer-kewer aku penasaran?" Ucap Andini.


"Tak kiro awakmu wes lali Din!" Ucap Ragil.(Aku kira kamu sudah lupa)


"Yo nggak lah,, aku ga bisa tanya sama kamu kalau ada Farika apalagi Clara,, mereka masih gak percaya sama apa yang aku lihat"


"Kamu gak takut La mendengar cerita beginiaan?"


"Nggak!" Jawabku singkat.


"Kok bisa?? Aku saja sampai sekarang meski sudah dikos masih sering merinding gak jelas La"


"Sama,, aku juga Din!" Sahut Ragil.


"Ayahku seorang polisi hutan,, tinggal didaerah pelosok dan bergaul dengan hutan membuat aku sedikit kebal dengan yang namanya arwah gentayangan atau setan,.,atau entah apa sebutannya,, jadi kalau kalian tanya apa aku takut dengan hal begituan ya nggak takut,, sudah terlalu sering dengar juga beberapa kali lihat" jelasku panjang lebar.


"Oww..." Jawab keduanya.


"Wes Gil, ceritain dong!" Pinta Andini lagi.


"Iya sabar" jawab Ragil.


"Waktu itu setelah selesai nonton film dikamar Clara,"


Flashback On,

__ADS_1


Tepat jam 11 malam acara nonton dikamar selesai,, Ragil pun keluar dari kamar para gadis dan masuk kedalam kamar disebelah kanan kamar Clara.


"Kamarnya besar banget,, hahh leganyaa!!" gumam Ragil sambil mengagumi kamar yang ditempatinya.


Mengambil remot AC dan menyalakannya,, Ragil kemudian masuk kedalam kamar mandi,, Ragil mulai menyalakan shower dan menyetel air hangat untuknya mandi.


Selesai menyelesaikan ritual mandinya,, dia melilitkan handuk putih besar kepinggangnya,, dan menuju wastafel dangan cermin lebar diatasnya.


Baru saja dia memencet tabung odol, ketika tiba-tiba bulu kuduknya berdiri,,


Ragil bisa merasakan ada tiupan lembut menyapu tengkuknya.


Ragil sejenak terpaku ditempatnya dan memberanikan diri melihat kearah cermin untuk memastikan keadaan dibelakangnya.


Kosong,, tidak ada siapa-siapa, kamar mandi juga tak berjendela hanya memakai exhaust fan sebagai sirkulasi udara.


Ragil pun mengabaikan perasaanya,, dan lanjut menggosok gigi,, setelah selesai dia memakai kaos dan celana kolornya dan segera masuk kedalam selimut tebal yang tertata rapi diatas tempat tidur.


Ragil menyalakan 1 lampu tidur, sedang lampu lainnya sudah dimatikan.


Malam yang sudah larut, kamar yang remang-remang, ditambah udara yang dingin dari AC membuat matanya mulai berat.


"hiks,,, hiks,, hikkss"


Ragil tersentak kaget mendengar suara perempuan menangis dari dalam kamarnya sendiri.


Matanya terpaku pada sudut lemari dia samping kanan tempat tidurnya.


Bulu kuduknya seketika meremang melihat bayangan hitam duduk berjongkok diujung ruangan didekat sudut lemari.


Ruangan seketika terang benderang, matanya mengerjap dengan arah pandangan tetap pada sudut ruangan.


Tapi bayangan itu lenyap.


Kamarnya sunyi, sepi,, dan sedikit mencekam.


Ragil menghela napas, lalu kembali mematikan lampu kamarnya, dan kembali menyisakan lampu tidur saja.


Ragil mulai memejamkan matanya kembali, tapi belum lagi dia terlelap,,


"Pergiii....!"


Ragil tersentak kaget, mendengar jelas suara bisikan menyeramkan ditelinganya.


Dia segera duduk dengan jantung berdebar,,


Ragil kembali menyalakan lampu meja dan mulai memeriksa kamarnya.


Pintu masih terkunci dari dalam, dan jendela tertutup rapat,, Ragil menggaruk kepalanya kebingungan,,


Karena tidak menemukan apapun lagi, Ragil kembali naik keatas tempat tidur,, dan masih merasa aman untuk tidur lagi.


Kembali Ragil merebahkan tubuhnya, dan mulai menutup matanya,

__ADS_1


*Pranggg*


Ragil dikejutkan suara pecahan kaca yang cukup keras,, Dengan cepat dia segera duduk dan melihat kearah jendela,,


Ragil turun dari tempat tidurnya, dan memeriksa ketiga jendela kaca besar yang berjajar 2 meter disamping kiri tempat tidurnya.


"Gak ada yang pecah,,, jangankan pecah retak juga tidak!??" Gumam Ragil kebingungan.


Belum selesai dengan rasa heran dan kebingungan di otaknya tiba-tiba,,


Sosok perempuan yang menundukkan kepalanya, berbaju putih penuh bercak darah melayang diluar jendela,,


Sosok itu perlahan mengangkat wajahnya,, sosok mengerikan terpampang dihadapan Ragil,,


Wajahnya penuh darah,, matanya penuh dengan sorot kemarahan dan kebencian, menyeringai menyeramkan,, dengan kecepatan yang tak terduga dia melayang menuju kearah Ragil berdiri seolah mau menabraknya.


Mata Ragil melotot,, dan


wajahnya seketika memucat,, badan ragil pun lemas,, seumur hidupnya tak pernah sekalipun dia mengalami pengalaman mengerikan seperti ini.


Jantungnya berdetak dengan kencang,, melihat sosok itu terbang cepat kearahnya membuat Ragil tidak bisa berpikir dengan cepat,


*Brukkk*


Ragil yang menutup matanya pun terjengkang jatuh kebelakang.


Dengan rasa takut yang menderanya, perlahan dia memberanikan diri membuka matanya.


Tapi sosok itu hilang lenyap begitu saja.


Dengan perasaan takut yang luar biasa,, Ragil kembali berjalan kearah tempat tidurnya.


Kali ini Ragil hanya duduk ditempat tidur dan tidak bisa memejamkan mata barang semenit pun sampai pagi hampir menjelang.


Ragil baru tertidur jam 4 pagi dan terbangun tepat 2 jam kemudian.


Flashback Off.


"2 Minggu lagi kita diundang menginap di rumahnya,, jujur aku takut Gil,, "ucap Andini.


"Sama Din,, aku juga masih takut,, tapi kan gak enak sama Clara!" jawab Ragil.


"Kalau kamu gimana La?"


"Asal gak berhalangan aku pasti datang kok... tenang aja,, hantu yang kalian ceritakan gak akan datang!"


"Kok bisa?" tanya Andini heran.


"Yaaa karena aku kan orangnya dingin, datar juga menyeramkan,, aku rasa setan juga sungkan sama aku!" selorohku.


"Eyalaahh,,. kirain apaan..ternyata kamu yo iso guyon juga to La??" ucap Ragil.


"garing ya?" tanyaku lugu.

__ADS_1


"ha.. ha.." serempak kita bertiga tertawa,, tapi bingung menertawakan apa.


__ADS_2