Rahasia Rumah Clara

Rahasia Rumah Clara
Pertarungan Maut


__ADS_3

Semetara itu Delila,, sejak dirumah Clara ketika tubuhnya menghantam tiang rumah dan dicekik oleh Clara,,. sebenarnya berhasil merapal ajian Rogoh Sukmo,,


Jiwa Delila keluar dari tubuhnya,, seketika itu juga Delila bisa melihat sosok lain yang mengendalikan tubuh dan kesadaran Clara.


Bertekad menyelamatkan temannya,, Delila menarik paksa roh yang menguasai Clara dengan paksa.


Roh berhasil dikeluarkan,,, membuat tubuh Clara luruh, dan jatuh tidak sadarkan diri.


Kini Delila berhadapan dengan sosok wanita pucat pasi, yang cukup cantik berbaju putih penuh dengan noda darah dibagian pinggang sampai kebawah..


Tatapannya tajam mengerikan,,


"Gadis brengs*k berani sekali menggangguku,,!!" teriaknya dengan marah.


"Kamu yang duluan mengganggu kami,,. tidak ada salahnya kan kalau mengganggu balik?" jawabku sekenanya.


"Grrrrrrhhhh" tiba-tiba sosok yang melayang didepannya menggeram menyeramkan,, suaranya yang keras memekakkan telinga,,


Tiba-tiba dari bahu kanan dan kirinya mengepul asap hitam,, dan perlahan terbentuk dua kepala yang menempel dibahu gadis itu.


Sungguh pemandangan yang mengerikan,, 1 sosok berkepala 3.


Kedua kepala masing-masing memiliki satu tanduk dibagian puncak kepala,,


Kepala dibahu kanannya bermata satu berukuran besar sebesar mata seekor sapi, berwarna merah dengan Irish hitam pekat,, Sementara kepala dibahu kiri memiliki 3 mata dengan warna keseluruhan hitam pekat.


Masing-masing kepala memiliki bibir yang menyeringai seram dengan tetesan darah keluar dari sela-sela mulutnya,,


"Takuuutt!!" sinisnya sambil menatap penuh kemarahan pada Delila.


Delila hanya diam menatap mahkluk aneh didepannya.


"Terlambat untuk mu takut bocah tengik,, kemampuanmu yang tidak seberapa itu beraninya mau menantang kami?? kamu mencari musuh yang salah,, hi.. hi... hi.. setelah ini selamanya... selamanya kamu akan terkurung didunia ku,,.Dan aku bebas.. bebas hidup kembali ditubuh milik Clara!!!" lanjutnya dengan sombong.


Tiba-tiba dua kepala melayang,, sosok gadis menyerang dengan gencar begitu pula dua kepala yang melayang,,


Delila yang tidak pernah mengalami perkelahian keroyokan pun kualahan,,, Dia hanya berusaha untuk menghindar dari serangan yang dialamatkan kepadanya.


Dua senjata andalan sudah ditangan,,. namun musuh dengan gesit mampu menghindar.


"sialann,, ketemu musuh kok yoo iblis kelas atas" gerutu Delila.


"Duakkk" Sosok kepala bermata tiga menghantam Delila dari samping, dan disambut hentakan telapak tangan sosok berbaju putih ke dada atas Delila dengan keras.


"Brussshh" Delila menyemburkan darah dari mulutnya.


Tubuh Delila didunia lain terpental, dan jatuh tersungkur ketanah.


Dua senjata berbentuk kujang kecil dan keris dia simpan kembali,,


"Tidak ada pilihan lain" keluh Delila.

__ADS_1


"Simooo!" panggil Delila,,


Simo muncul tepat disamping Delila yang bersiap bangun.


Delila mulai berkonsentrasi, meramal mantra sebuah ajian tua yang beresiko tinggi,,


Sesaat kemudian muncul api kecil dari jari telunjuknya,, dan dengan cepat api itu melesat kearah sosok wanita cantik yang berdiri dengan angkuh dan menyeramkan didepannya.


"Ing ngarsane sang Pencipta


Tali Jagad, Talining Sukmo.


Talenono teguh Sukmo tanpo roso, Sukmo kang lumayu lan sangsoro amargo dendham kang sauntoro..


Tali Jagad, Talining sukmo


Tali Geni kang nyucekake sengite ati,


Bakal dibebasake kanthi roso pangapuro." Gumamnya lirih sambil jarinya menunjuk kearah api yang membentuk tali dan bersiap mengikat sosok makhluk didepannya itu.


( Dihadapan sang Pencipta, Tali bumi, tali jiwa. Ikatlah kuat jiwa tanpa rasa, jiwa yang lari dan sengsara karena dendam yang sementara.. Tali Bumi, tali Jiwa, tali api yang menyucikan kebencian hati. Akan terbebas hanya dengan rasa maaf dari hati).


Sementara Simo melesat bersamaan dengan melesatnya api yang keluar dari jari Delila.


Simo berputar mengitari tubuh sosok berbaju putih dengan kecepatan luar biasa,


sementara Delila terus berkonsentrasi mengeluarkan Pecut Segoro Geni,,


Ayunan kuat cambuk ditangannya kini langsung menyerang 2 kepala aneh yang berusaha menyerang Delila dengan brutal.


"Ctassh.. ctassh.." pecut yang dipegangnya terus melayang menyerang 2 kepala tanpa ampun.


"Duarrr" terdengar sebuah ledakan yang memekakkan telinga.


Susok kepala bermata tiga terkena cemetinya,, kepala aneh itu terbelah menjadi dua.


Delila kembali mengayunkan cemeti ditangannya menyerang sosok kepala bermata satu,,


Tanpa dia sadari kepala bermata tiga berhasil menyatukan kepalanya kembali.


Kepala itu menyerang Delila dari belakang,,


*Bughhh* punggung Delila dihantam kepala aneh itu dengan keras.


Dan..


"Brussh" lagi-lagi Delila menyemburkan darah dari mulutnya.


Disaat bersamaan didunia nyata, diruang rawat yang ditempatinya,, Delila juga menyemburkan darah dari mulutnya hingga dua kali.


Rasa lelah dan putus asa menyergapnya,, Musuh yang dihadapinya tidaklah mudah.

__ADS_1


Disisi lain sosok perempuan itu sudah terikat dengan tali geni miliknya.


Geraman kemarahan terus terdengar keluar dari mulut sosok perempuan berbaju putih.


Umpatan, dan sumpah serapah meluncur dari mulutnya seperti aliran air terjun yang deras mengalir.


"Bocah tengik,, kurang ajar,, brengs*k lepaskan aku,, dasar gadis sialaann!!" teriaknya.


Delila mengabaikan teriakan kemarahan dan keputusasaan sosok berambut panjang yang terus meronta dan berusaha menggunakan semua kekuatannya untuk lepas dari tali geni yang melilitnya.


Kini Delila dibantu oleh Simo menyerang dua kepala aneh yang masih terus menyerangnya.


"Goarrrrr" Simo mengaum dengan keras,,


Simo mendorong tubuh Delila lalu menghadang dua kepala dengan kepalanya yang besar,,


*Duaghhh*


Tanpa membuang waktu Delila melompat ke atas punggung Simo.


Melihat dua kepala itu terbentur dan terlempar dengan keras,


*Ctassh,,, ctashh,, ctass*


Cemeti miliknya segera bersarang menghajar dua kepala tanpa ampun.


*wusshhh...* dua kepala itu tiba-tiba berubah menjadi abu dan akhirnya hilang diterbangkan angin seiring dengan lemahnya suara sosok perempuan yang masih terikat tali geni yang tampak menyala dengan api ungu yang membara menyala dengan besar.


"uhukk" Delila lagi-lagi memuntahkan seteguk darah.


Masih diatas punggung Simo, Delila menatap dingin sosok perempuan yang kini duduk bersimpuh dengan nyala api yang berwarna merah.


"Kamu gadis kurang ajar,, berani sekali kamu ikut campur dan mengacaukan perjanjian yang susah payah aku buat!!" geramnya..


Delila tetap diam dan menatap dingin sosok perempuan itu sambil menyeka darah di mulutnya.


"Lepaskan aku bocaaah,, lepaskan!!" teriaknya lagi..


"Aku tidak bisa melepaskan tali itu!!" jawab Delila dingin.


"Jangan main-main lagi.. lepaskan.. cepat lepaskan!!" teriaknya mencoba melepaskan lilitan tali api dibadannya.


Namun anehnya semakin dia berusaha kuat melepaskan lilitannya semakin erat tali itu mengikatnya..


"Apa maumu!!" teriak marah sekaligus putus asa sosok itu dengan menatap tajam Delila.


"Bukan apa mauku,, tapi apa maumu!! Jangan kamu pikir aku tidak tahu,, selama beberapa waktu ini kamu bukan hanya mengganggu temanku tapi kamu juga mengancam keluargaku!!"


Sorot mata kemarahan Delila tampak begitu menakutkan, aura dingin mengintimidasi menekan kuat sosok perempuan yang masih terikat.


Sosok itu melotot kearah Delila..

__ADS_1


__ADS_2