
Paman Seno sudah datang semenjak pagi, selain mengantarkan sarapan, juga menyelesaikan administrasi rumah sakit.
Sang Kakek hari ini sudah di ijinkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Paman Seno menatap iba pada keponakannya yang sekarang membantu mengemasi barang-barang yang akan dibawa pulang.
Terlihat lingkar hitam di bawah mata Delila,,
"Semalam Kamu tidak tidur La?" Tanya Paman.
"Tidak Paman,, Lila tidak bisa tidur" jawabku.
"Maafkan Kakek ya La,, malah membuat kamu repot" ucap Kakek merasa bersalah.
"Nggak apa-apa Kek,, Lila senang bisa menjaga Kakek,, Lila juga tidak merasa direpotkan, jadi Kakek jangan merasa bersalah"
"Kamu memang anak baik,, Kakek bangga sama kamu La"
Lila tersenyum mendengar ucapan kakeknya.
"Ya sudah kita jalan sekarang,,, sampai rumah langsung istirahat,,!! kamu gak jadi pergi kerumah temanmu itu kan?" Tanya Paman.
"Gak Paman,, Lila ngantuk berat, biar Lila istirahat sambil membantu Nenek"
"Haahh gara-gara arwah gentayangan samal suntuk aku gak bisa tidur,, benar-benar mengganggu..! Lain kali kalau bertemu mereka lagi kayaknya perlu aku sleding itu mulut.." Gerutunya dalam hati.
Tepat jam 12 siang Delila dan keluarga Neneknya mulai meninggalkan rumah sakit.
Mata yang berat semakin menjadi saat AC mobil yang sejuk menerpa kulit Delila.
Delila duduk disamping sang Paman,,
"Kalau sudah ngantuk tidur saja La!" suruhnya.
"Hoam,, Nanggung Paman,, wong perjalanan cuma 10 menit aja,, malah bikin pusing" jawabku sambil menguap.
"Mau korek jress La?" Tanya Paman.
(korek api batang)
"Buat apa ?" Tanyaku.
"Tuuh,, buat ganjel mata biar tetep melek"
"Melek sih nggak!!,, p!cek pasti!" Celetukku.
Paman pun terkekeh mendengar celetukan Delila.
Sampai dirumah, selesai membantu sang Nenek,, Lila segera mandi bebek,, dan tidur dengan pulas sampai sore menjelang.
Sementara itu di rumah Clara,, Sabtu siang Farika, Andini dan juga Ragil datang hampir bersamaan dirumah Clara.
Pagar besi berwarna hitam dengan kombinasi gold bermotif bunga setinggi 2,5meter tampak kokoh berdiri menutupi rumah bergaya Eropa klasik 2 lantai.
"Ayo masuk" sambut Clara pada ketiga temannya.
"Yaa ampun Claa, ini rumah apa hotel Cla?? Salah.. salah ini rumah apa istana Claa?" Heboh Farika sambil menatap kagum isi rumah Clara.
Ruang tamu yang luas dengan langit-langit yang tinggi dengan lampu crystal mewah tergantung ditengahnya.
Clara membawa ketiga temannya menuju ruang keluarga,, sekali lagi mereka ternganga,, ruangan luas seluas lapangan volley dengan tv sebesar lemari dua pintu lengkap dengan home teater,,
__ADS_1
Didepannya ada sofa kain warna maroon setengah lingkaran dengan karpet bulu warna senada dibawahnya,, tak jauh dari ruang keluarga tampak tangga dengan detail railing dari kayu mix besi ulir dengan hiasan bunga dan daun yang estetik dengan dominasi warna gold yang mewah habis.
Disebelah kanan tangga ada piano besar merk ternama berwarna putih.
"Mama,, kenalin ini teman-teman Clara"
"Selamat siang Tante" salam ketiganya dengan kompak.
"Kok bisa kompak begitu?? Kalian latihan dulu sebelum kesini?" Tanya Mama Clara sambil tersenyum.
"Iya Tan,, didepan pagar tadi kita latihan vocal jawab!" Jawab Farika asal.
"Ha.. ha.. memang ada ya?" Tanya Mama Clara lagi.
"Ada Tan,,tapi khusus kita.., " sambil cengengesan.
"Oh iya Tante saya Farika,, ini Andini, terus yang paling ganteng itu namanya Ragil !" Ucap Farika memperkenalkan dirinya sendiri sekalian kedua temannya.
"Kata Clara kalian datang berempat?" Tanya Mama Clara
"Delila ga bisa datang, Tante,, Kakeknya semalam mendadak masuk rumah sakit" jawab Ragil.
"Oww,, ya sudah kalian selamat bersenang-senang ya,, acaranya masih nanti sore.. kalian sudah makan?" Tanya Mama Clara.
"Sudah Tante" jawab Andini.
"Tapi kalau diajak makan lagi kita juga gak nolak kok Tan" celetuk Farika.
"Yeei itu kan kamu Far!!" Timpal Andini sambil menepuk lengan Farika.
"Mohon dimaklumi ya Tante, Farika ini piara anaconda diperutnya,, jadi bawaannya laper terus" ucap Andini.
Mama Clara pun tersenyum melihat tingkah teman-teman anaknya.
"Hmm, selamat bersenang-senang ya" jawab Mamanya.
"Permisi, Tante rombongan topeng monyet mau lewat"
"Iya lu aja monyetnya,, kita mah kagak!" Jawab Andini sambil menepuk punggung Farika.
"Enak saja,, aku terlalu cantik untuk jadi monyet,,, tuhh,, itu..tuh yang pas jadi monyetnya" sambil melirik kearah Ragil, yang sejak tadi hanya diam.
"Kok bisa??"
" Ya bisa,, coba mana ada acara topeng monyet bilang,,. Farika pergi kepasar!! Gak ada kan?? Tapi coba kalau ini Ragil pergi kepasar!!" Tuh cocok kan??" Ceplos Farika
"Ha.. ha..,," Clara dan lainnya tertawa melihat tingkah absurd Farika yang menirukan pawang topeng monyet.
Mereka berempat naik kekamar Clara.
Pintu dari kayu jati tebal berukir itupun dibuka lebar,
Sejenak udara dingin berhembus dari dalam membuat bulu kuduk keempatnya meremang.
Tapi karena AC dalam ruangan menyala,, mereka berpikir udara dingin itu berasal dari AC dikamar Clara.
"Adeemm bener dahh!" Ucap Farika begitu masuk kedalam kamar temannya.
"Kita nanti tidur dikamarmu Cla?" Tanya Andini.
"Kalau buat para cewek ya tidur sama aku,, kalau Ragil nanti tidur dikamar sebelah" jawab Clara.
__ADS_1
"Nasibmu Mas,,. Mas tidur sendirian dimalam yang sesunyi dan sedingin ini!" Ucap Farika sok puitis.
*Tok.. tok..* terdengar ketukan pintu kamar Clara.
Clara segera membuka pintu,,
"Non,, bibi antar minuman sama kue disuruh sama Ibu"
"Oh iya Bi,, tolong taruh diatas karpet aja Bik!"
Perempuan paruh baya itupun menata kue, dan minuman yang di bawanya diatas karpet bermotif kulit harimau.
"Bibik permisi Non" ucapnya selesai menaruh semua makanan dan minuman.
"Terima Kasih ya Bi,, maaf kami merepotkan," ucap Ragil tulus.
"Sama-sama Mas,, nggak merepotkan Kok,, ini sudah tugas Bibi,, kalau perlu apa-apa panggil Bibi aja ya,, Bibi ada didapur" ucapnya.
"Makasih Bi Mina" ucap Clara.
Bi Mina segera keluar dari kamar Clara.
Baru selesai menutup pintu,,
"Cla kita serbu yaa!!" Ucap Farika sambil melirik kearah makanan yang sudah disiapkan.
"Ya elahh pake basa-basi nanya ke Clara,, biasanya juga langsung nyosor!" Ledek Andini.
"Yaa,,. Kan menjaga kesopanan dan keanggunan seorang Farika!" Jawabnya bergaya bak putri dari acara tv.
"Ha.. ha Najiss lu Far,," Celetuk Ragil sambil tertawa.
Ketiganya langsung duduk mengelilingi makanan yang terhidang disusul oleh Clara.
"Sayang ya formasi kita kurang lengkap,, " ucap Ragil
"Iya,, coba kalau ada Delila,, pasti..
"Pasti sunyi sepi sendiri.." sahut Farika sebelum Clara sempat menyelesaikan kalimatnya.
"Ha.. ha.. iya secara Delila ini dingin, plus datar banget,, sosoknya itu kayak misterius banget" ucap Andini.
"Tapi memang ya,, kerasa ada yang kurang,, enakan kalau lengkap" ucap Clara.
Ketiga temannya yang lain pun menganggukkan kepalanya.
Terlalu asik mengobrol dan bercanda tanpa terasa hari sudah menjelang sore, acara syukuran rumah baru pun dimulai.
Tepat jam 7 malam semua tamu undangan sudah pulang, menyisakan pihak catering yang sedang sibuk membereskan peralatan makan.
Keempat anak muda itupun kembali kekamar Clara,, menyalakan Tv dan melihat film dari koleksi DVD milik Clara.
Memilih film komedi romantis The Hearbreak Kid yang diperankan Ben Stiller.
CD baru saja dimasukkan kedalam player,,
*Braakkkk* tiba-tiba salah satu jendela kamar Clara terbuka sendiri dengan kencang.
Seketika mereka berempat terlonjak kaget..
"Rumahmu berhantu Cla.." ucap Farika dengan wajah ketakutan.
__ADS_1
"Hantu apaa,, itu jendela belum kekunci dengan benar terus ketiup angin,, " ucap Clara sambil berdiri dan berjalan kearah jendela.
Clara berniat menutup jendela nya, namun belum sempat dia memegang tepi jendela, Clara membelalakkan matanya.. ketika..