Rahasia Rumah Clara

Rahasia Rumah Clara
Perubahan Clara.


__ADS_3

Hari pun berlalu,, ketiga teman Delila, Ragil, Andini dan Farika, terus dibuat terheran-heran dengan sikap Clara yang terus berubah-ubah,, terutama pada Delila.


Beberapa hari yang lalu Clara dengan wajah sumringah mengingatkan Delila untuk datang ke acara ulang tahunnya,


Tapi siang tadi


Berlima keluar kelas bersamaan,, dan Clara keluar paling terakhir karena sering tertidur dikelas.


Clara juga kebingungan dengan dirinya sendiri,,


"Cla sebenarnya kamu tidur jam berapa? Akhir-akhir ini kamu sering banget ketiduran dikelas" tanya Andini.


"Aku tidur juga seperti biasanya Din,, jam 9 paling lambat jam 10 juga sudah ngorok,, aku juga bingung kok akhir-akhir ini aku gampang banget ngantuk ya ?!?" jawab Clara juga kebingungan degan dirinya sendiri.


"Kita sudah selesai kuliah,, gimana kalau kita nongki-nongki?" Usul Farika.


"Nongki-nongki?? Apaan itu?" Tanya Delila yang memang ga pernah gaul.


"Nongki itu nongkrong Mpokk!!" Jawab Farika.


"Oww,,"


"Ya dimaklumi teman-teman,, Delila kan anak udik,, kalau gak tahu bahasa gaul itu ya wajar saja,," ceplos Clara sambil melirik sinis kearah Delila.


"Nggak gitu juga Cla,, pedes amat ya tuh mulut,, habis makan cabe sekilo Cla?" Ceplos Farika.


"Lhaaa memang kenyataan kan?? Ada yang salah sama omonganku??" Tanya Clara dengan nada yang gak enak.


"Pesta ulang tahun ku tiga hari lagi kan?? kayaknya kamu gak usah datang juga gak apa La,, bikin malu kalau orang udik kayak kamu datang" ucap Clara dengan cueknya.


Seketika ketiganya melotot kearah Clara,,


"Kok kamu ngomong gitu Cla,, kita ini teman dekat lhoo..!" Ucap Andini mengingatkan.


"Memang Delila ada salah sama kamu Cla,, kayaknya akhir-akhir ini kamu sering banget nyerang Delila?" Tanya Ragil.


"Kenapa memangnya? Kamu gak terima?? Kalian semua gak terima aku ngomong begitu sama Delila?" Tanya Clara dengan nada menantang.


"Teman-teman,, cukup,, jangan berdebat hal yang gak penting" ucapku menengahi.


"Kamu gak marah La,, Clara ngomong jahat ke kamu kayak begitu??" tanya Ragil.


"Kenapa harus marah,, memang kenyataanya aku dari udik kan,, dari kampung,, tenang saja ini gak masalah kok buat aku" jawabku tenang.


"Emm Cla,, aku ada perlu sama kamu"


Kudekati Clara yang berdiri disamping Ragil,


Clara terlihat tidak senang,, matanya menatap tajam kearahku,,


"Jauh..!!.. jauh.. Jangn dekat-dekat,, nanti aku ketularan virus udik mu!!" Hina Clara sambil mundur beberapa langkah kebelakang menjauhi Delila.


Terang saja ketiga temanku yang lain terlihat kebingungan melihat Clara seperti orang panik saat didekati oleh Delila.


Delila tidak ada pilihan lain selain mendekati Clara untuk memperbaiki hubungan pertemanan mereka yang hampir 2 tahun terjalin baik selama ini,,


Sekali lagi Delila menepuk bahu Clara,


"Claa,, maaf ya kalau aku ada salah sama kamu!" Ucap Delila lembut, meski dengan wajah yang datar.


"Ehh,, kenapa kamu minta maaf,, kamu gak salah apa-apa kok,, " ucap Clara lembut.


"Oh iya teman-teman Sabtu pagi kita ke mall dulu sebelum kerumah ya,, kita shoping dulu,, sore baru party,, aku mau bikin barbeque ditaman belakang rumah,, seru kan?" Cerocos Clara seolah tidak terjadi apa-apa.


"Oh ya La,, kamu yakin di ijinin sama keluargamu nginap dirumahku?" Tanya Clara.

__ADS_1


"Iya,, aku sudah ijin,, jadi ya pasti datang" jawabku.


Farika,. Andini dan Ragil, benar-benar bingung melihat Aku, dan Clara,,


Ragil terus menatap Delila seolah meminta jawaban atas rasa penasarannya,


Akupun hanya mengedikkan bahuku.


Delila sendiri juga bingung untuk menjelaskan,, tentang Clara dan dirinya yang sering berkonflik untuk hal-hal yang tidak penting.


Untuk sesaat suasana menjadi terasa canggung,


"Kita nongki dimana nih?" Tanya Farika memecah kecanggungan kami berlima.


"Ayo ke mobilku saja,, kita ke Cafe HiFive" ajak Clara.


"Serius nih Cla??" Tanya Andini


"Serius lah,, ayo,,!" Ajaknya.


"Ugghh,,, lets go beibehhh!" Jawab Farika dengan semangat.


Kami berlima segera berjalan kearah parkiran mobil,, dengan tenang Clara mengemudi membelah jalan raya menuju cafe HiFive, cafe gaulnya anak muda jaman now yang cukup terkenal dikota Semarang.


(Kalau ada yang mau endorse,, nama Cafe bisa di ganti nih.. promosi..iklan lewat ya.. kkkk.. yukk lanjuuuttt)


Cafe semi outdoor dengan live music didalamnya,, tapi untuk live music ada dimalam Minggu, saat ada spesial event,, atau bisa custom juga alias pesan dengan bayaran lumayan pastinya.


Cafe terlihat sepi, tak banyak yang nongkrong didalamnya,,hanya empat atau 5 meja yang terisi itupun indoor.. maklum jam juga masih siang.


Clara mengajak kami berempat masuk kedalam dan memilih tempat outdoor di ujung cafe jauh dari keramaian pengunjung yang lain.


Andini Farika dan Clara duduk berjajar,, didepan Clara ada aku dan Ragil duduk berhadapan dengan Andini.


"Kamu penggoda jangan coba-coba mendekati Robin lagi ya" ketus gadis itu sambil menyambar es lemon tea milikku dan menyiramkannya ke wajah Clara.


Seketika kami berempat berdiri, terkejut melihat kelakuan gadis tak dikenal yang berdiri angkuh didepan kami,


"Ehh apa-apaan ini!" Marah Clara sambil membersihkan wajahnya yang basah.


"Aku gak kenal sama kamu,, tiba-tiba kamu main siram sembarangan,, cari perkara kamu ya!!" Bentak Clara dengan suara keras.


"Ehh penggoda jangan sok lupa kamu!! Aku pacar Robin,, tapi kamu selalu menggodanya dengan datang kesini,, dasar kegatelan!" Semprot gadis itu.


"Plakkk"


"Dengar ya,, aku gak kenal sama kamu,, aku juga gak kenal siapa itu Robin pacar kamu,, jangan mengada-ada kamu!!" Balas Clara sambil menampar keras gadis didepannya.


"Munafik!!! Setiap hari kamu datang kesini hanya untuk menemui Robin,, bahkan malam Minggu kemarin kamu mengajaknya makan juga jalan sama kamu,, apa kamu pikir aku buta?? Aku ada disini melihat semuanya!" ucapnya dengan marah.


"Aku setiap hari dirumah,, malam Minggu aku juga dirumah,, ngapain aku kelayapan gak jelas apalagi sampe merebut pacarmu yang aku gak tahu mukanya seperti apa!" Tampak Clara sudah kehilangan kesabarannya.


Untungnya manager Cafe ini datang,, dan melerai pertengkaran Clara,


"Mbak,, Mbak sekalian ini cafe bukan arena tinju,, tolong kalau berkelahi jangan disini,, silahkan keluar saja dari kafe saya!" Tegurnya dengan tegas.


"Maaf Pak,, perempuan ini yang cari gara-gara kami hanya nongkrong tenang sambil makan disini,, dia tiba-tiba menyiram teman saya dengan esteh" jelasku pada Manager Cafe HiFive.


"Tolong usir perempuan gak jelas ini Pak,, kami hanya mau menikmati waktu santai kami" teriak Farika.


"Silahkan keluar Mbak!" Ucap Manager Cafe pada gadis itu.


Dengan muka merah padam gadis itupun terpaksa keluar, meninggalkan Cafe ini.


"Semuanya aku ke kamar mandi sebentar ya,, gak enak nih lengket semua" keluh Clara.

__ADS_1


"Iya Cla,," jawabku dan yang lainnya.


"Oh iya kalau kalian mau tambah menu langsung pesan saja gak usah sungkan,, kayaknya aku agak lama sedikit gak apa-apa ya?" ucap Clara sebelum meninggalkan meja kami.


"Aman Cla... Santai saja!" Jawab Ragil.


Dengan cepat Clara keluar dari cafe,, Clara hafal betul didekat Cafe ada sebuah distro kecil. Clara pun berjalan menuju distro 15 meter disamping Cafe,,


Clara terus berjalan menyusuri trotoar,,.


Sebelum sampai di distro yang ditujunya,, seseorang tiba-tiba menarik lengannya dan,


"Plakk"


Clara ditampar dengan keras oleh gadis yang mengaku pacar Robin.


Gadis itu ternyata mengikuti Clara dan menarik Clara masuk kedalam gang kecil yang sepi.


Seketika mata Clara memerah,, kemarahan yang sedari tadi ditahannya pun minta tidak bisa dia tahan lagi.


"Kamu berani mengusikku,, bahkan mempermalukan ku!! Kamu cari mati!!" Ucap Clara sambil menyeringai menyeramkan.


Gadis itupun terkejut melihat perubahan Clara,,


Gadis cantik yang anggun itu kini berubah sangat menyeramkan.


Clara megulurkan tangan kanannya kearah leher gadis itu dan mencekiknya,, hanya dengan satu tangan Clara bahkan bisa mengangkat tubuh gadis itu hingga terangkat keatas.


"Argghh.. arghh" gadis itu berusaha berontak karena tercekik.


" Dengar jal*ng!! Jangan macam-macam denganku kalau gak ingin kehilangan nyawamu saat ini juga!!" Ancam Clara.


Dengan susah payah gadis itu mengangguk.


*Brughh*


Clara lalu melemparkan tubuh gadis itu begitu saja seperti melemparkan bantal yang ringan.


Clara duduk didepan gadis itu dan langsung mencengkram kuat dagu gadis itu,,


"Plak..Plakkk" Clara menampar bolak-balik pipi gadis itu hingga darah pun keluar dari sudut bibirr gadis itu.


Tak cukup sampai disitu, Clara menjambak rambut gadis itu dengan kuat,,


"Arrggh!" Gadis itu mengerang kesakitan.


"Dengarkan baik-baik jalanng kecil!! Jauhi aku atau mukamu yang cantik itu hanya tinggal kenangan" ancam Clara sambil menyeringai menyeramkan dengan mata masih merah menyala.


Mengeluarkan aura yang sangat menakutkan yang membuat orang bergidik ngeri melihatnya.


"Ibliss,, kamu Ibliss!!" Ucap gadis itu dengan wajah ketakutan.


"Ha.. ha..,, " Clara tertawa dengan keras.


Dengan santainya Clara kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan gadis itu, begitu saja..,


Seolah tidak terjadi apa-apa,, Clara dengan tenang menuju kearah distro dan membeli kaos yang akan dia pakai untuk mengganti kemejanya yang basah karena ulah gadis itu.


Selesai membeli kaos,, dia kembali ke kafe,, masuk kekamar mandi dan mengelap tubuhnya dengan tisu basah,, melepas kemejanya dan menggantinya dengan kaos yang dia beli.


"Aku kelamaan ya??" Tanya Clara sambil berjalan mendekat kearah kami berempat.


" Nggak ko Cla,," jawab Andini.


"Oke,, kalau gitu kita lanjut makan lagi,, " seru Clara dengan wajah ceria.

__ADS_1


__ADS_2