Rahasia Rumah Clara

Rahasia Rumah Clara
Siapa???


__ADS_3

Kami semua membelalakkan mata melihat pemandangan mencekam didepan kami,,


Papa Clara jatuh tergeletak didekat pintu masuk, dengan luka memar di wajahnya,, tampak pria setengah abad itu berusaha bangun.


Sementara Clara berdiri tegak tidak jauh dari tubuh papanya, dengan wajah yang begitu dingin dengan mata memerah menyeramkan,,


"Ya Tuhan Gil,, Far.. apa-apaan ini?" pekik Andini dengan suara pelan.


Tampak ruang makan sedikit berantakan,, dengan letak kursi yang sudah tida beraturan.


"Claraa!! apa yang kamu lakukan Nak!??!" teriak Mamanya sambil berlari menghampiri suaminya.


"Pa,, bangun Pa,, ini ada pa?? kenapa jadi begini??" tanya Mama Clara sambil membantu suaminya bangun.


"Clara jelaskan,, kenapa begini,, kenapa kamu durhaka pada Papamu!!" geram Mama Clara.


"Jangan menjodohkanku lagi!! kekasihku hanya Robin bukan yang lain!!" jawab Clara dengan mata memerah dan senyum sadis terlihat tersungging di bibirnya.


"Kamu ini ngomong apa?? kami tidak pernah menjodohkanmu!! dan kamu juga sudah bertunangan dengan Alfa,, pria pilihanmu sendiri!! sadar Nak.. sadarr!!" pekik Mama Clara.


Clara berjalan dengan angkuh mendekati Mamanya,,


"Batalkan!!" dengan tangan terulur siap mencekik Mamanya sendiri.


"Berhenti!!" ucapku tanpa sadar menghentikan niatnya.


Clara segera melirik tajam ke arahku,,


"Jangan ikut campur kamu perempuan udikkk!!" ucapnya dengan tatapan tajam mengarah kepadaku.


"ishh kalau aku diam saja semuanya pasti terancam, tapi kalau aku gerak mereka pasti tahu aku orang aneh" pikirku.


"Claa, jangan kasar Delila ini teman kita,, sadar Cla,, Jangan durhaka sama orang tua!!" ucap Ragil.


"Ha.. ha... ha..." Clara tertawa dengan keras.


Terdengar tawa yang melengking keras mengerikan,, membuat kami semua bergidik ngeri..


"Clara,, cukup Clara,, kita baru mengenal,, aku juga tertarik sama kamu,, tapi kamu gak harus begini" sela Robin,,


"Ha.. ha.. kamu tertarik padaku??" Clara bertanya sambil mendekati Robin lalu berbisik ketelinganya.


Robin membelalakkan matanya setelah mendengar bisikan dari Clara.


Robin mundur kebelakang melihat dengan takut kearah Clara.


"Ha.. ha...,, kenapa sayang... apa kamu tidak merindukanku??" tanya Clara dan menampilkan senyum manisnya sekalipun matanya masih merah mengerikan.


Robin diam terbengong terus menatap gadis cantik didepannya.


"Cukup Clara,, cukup,, hentikan semuanya,, dan kamu Robin.. keluar kamu dari rumahku!!" Ucap Papa Clara yang kini duduk disebuah kursi dibantu oleh sang istri.

__ADS_1


Robin mesih terbengong ditempatnya,,


"Tidak ada yang boleh mengusirnya!!!" bentak Clara dan seketika sebuah kursi makan terbang mengarah ke arah Papa dan Mama Clara.


"Clara hentikan!!!" teriak Andini, Farika,, dengan wajah panik dan cemas.


"Uggghhh" gumamku dengan terpaksa.


Delila segera bersalto kearah kedua orang tua Clara,, dengan cekatan disaltonya yang kedua kakinya melayang dan menendang kursi yang terbang itu lalu mengarahkannya ke arah dinding ruang makan.


*Bruaakkk*


"Om,, Tante.. kalian baik-baik saja??" tanyaku sambil mengatur nafasku kembali.


Sementara semua orang menatap Delila dengan heran dan mungkin juga kagum,, entahlah,, Delila sementara tidak ambil pusing dengan tatapan yang mengarah ke padanya.


"Baik nak,, kami baik-baik saja,, terima kasih" ucap Mama Clara degan wajah pucat,, shock sekaligus terkejutt.


"Kamuuuu!!! Beraninya ikut campur urusanku.. pergi kamu dari rumahku!!" Clara terlihat sangat marah.


Tanpa diduga Clara kembali menggerakkan sebuah garpu maka dan mengarahkannya pada Delila.


Delila yang baru selesai melihat keadaan kedua orang tua Clara pun tidak menyadari bahaya yang mengintainya.


*jleebbb*


sebuah garpu maka tertancap tepat dibahu kiri Delila.


Darah mulai merembes dibaju yang dia kenakan.


"Lilaaa..!!" teriak Ragil,, Andini dan Farika bersamaan.


"Kalau sudah begini aku gak ada jalan lagi selain melawan mahkluk sialan ini,,kalau memang setelah ini mereka gak mau berteman denganku karena aku aneh ya sudah lah" pikir Delila pasrah.


Delila menahan napasnya,, membiarkan garpu itu tetap tertancap dibahu kirinya.


Delila yang awalnya berdiri membelakangi Clara dengan perlahan membalikan badannya.


"Ha..ha.. memangnya kamu siapa berani melawanku,, gadis kampungan,, gadis udiik!!" hina Clara.


"Meski aku udik setidaknya aku hidup,, daripada kamu sok kota tapi hanya arwah kesepian yang merana,, tidak bisa bertemu kekasih kalau tidak numpang ditubuh temanku!" ucap Delila dengan senyuman menghina.


"Brengsekkk kamu?!!!" Teriak Clara segera berlari menerjang Delila bersiap mencekikku..


Belum sampai tangannya menyentuh leherku,, tubuh Clara terpental dengan keras..


Simo yang sebelumnya sudah aku perintahkan keluar, segera menerjang tubuh Clara dan membuatnya terpental cukup keras membentur tembok 3 meter dibelakangnya.


"Claraaa!!" Mama dan Papa Clara terkejut sekaligus cemas.


"Kamu apakan anakku!!" bentak Mama Clara kepadaku

__ADS_1


"Maaf Tante Delila tidak berbuat apa-apa pada Clara,, Tante,, Delila mohon tenanglah,, lagipula saat ini Clara dalam bahaya,, yang Tante lihat berdiri sekarang bukan Clara" ucapku mencoba menjelaskan.


"Bukan Clara gimana,, jelas-jelas itu Clara!" bentaknya lagi.


"Hufff" Delila menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Kalau memang dia Clara,, apa dia akan tega melukai Om dan Tante juga Delila Tan?" tanyaku dengan dingin.


Tidak ada tanggapan dari semuanya.


Terlihat Clara bangkit berdiri sambil menyeringai,,


"Ha..ha.. apa kamu pikir dengan mengeluarkan mahkluk sialan mu itu kamu bisa mengalahkan ku... haaa!!" ucapnya dengan angkuh.


Tangan kiri Clara tiba tiba terulur kearah Farika,, Andini dan juga Ragil,,


ketiga temanya segera melayang dan meringis kesakitan merasa tercekik dibagian lehernya.


"Arrhgghh..." ketiganya meronta-ronta.


Sangat terlihat bahwa mereka kesulitan bernapas.


"Lepaskan mereka!!" ucapku dingin.


"Ha.. ha...,, aku lepaskan mereka,, tapi kami pergi dari rumah ini sekarang!! dan jangan menginjakkan kaki lagi dirumah ini! Cepaaatt!!" teriaknya.


"Baikk.. aku pergi.. aku pergi sekarang!" ucapku.


Delila pun mulai melihat ke arah ketiga temannya,, dan juga kedua orang tua Clara, lalu berjalan menuju pintu depan...


*Brughh* Ketiga temannya dilepaskan dan jatuh kelantai.


Bersamaan dengan itu tiba-tiba saja,,


*Duaghhh* Clara menendang Delila dari belakang dengan sangat kuat.


*Braakkkk* Delila terpental dan membentur tiang besar rumah Clara.


"Uhukkkk" Delila terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


Delila memegangi dadanya.. mencoba untuk bangun.


"Ha.. ha.. aku menyuruhmu pergi,, pergi dari dunia inii!! ha.. ha..." ucap Clara dengan cepat dia meraih leher Delila dan mencekikknya dengan kuat.


Melihat musuhnya melemas tanpa nyawa,, Clara melepaskan tubuh Delila yang segera luruh jatuh ke lantai.


"Delilaa..!!" ketiganya berteriak menatap tubuh Delila yang pucat memutih,, dan tergeletak dilantai begitu saja.


Clara berjalan dengan tenang mendekati Mama, Papanya.


Tanpa disadari oleh Clara,,,

__ADS_1


sepotong tangan tak kasat mata mulai mendekat dan berada diatas kepala Clara....


__ADS_2