
Hari Jumat,, Delila tidak ada jadwal kuliah,, waktunya pun hanya dihabiskan untuk latihan, dan membantu membersihkan rumah.
Selesai membantu sang Nenek, Delila kembali kekamarnya.
Rumah terasa sepi,, Kakek dan Nenek tidur siang dikamarnya, sementara pamannya masih kerja dikantor.
"opo aku jalan-jalan saja yo?? tapi mau kemana? gak asik kalau jalan sendirian" pikir Delila.
Ditengah lamunannya,, tiba-tiba sosok Noni Belanda yang beberapa waktu lalu dihajarnya malah muncul tanpa diundang dan duduk diatas meja riasnya.
"Belum kapok aku hukum?? mau lagi?" tanya Delila sambil melirik tajam kearah Noni.
Hantu itupun menggelengkan kepalanya.
"Pergi jangan ganggu aku!" ucap Delila mengibaskan tangannya.
"Berteman?" ucapnya.
"Yeee,, ngelawak ini hantu,, mana ada manusia berteman sama hantu!"
"ada" jawabnya
"gak ada!"
"Ada!" ngototnya tidak mau kalah.
"Itu Casper dalam tivi!" Celetuk Noni dengan santainya.
Delila pun menepuk dahinya,, dan merasa geli.
"Hahh, film dijadiin contoh,, sumpah iso edan aku yen koncoan karo Kowe!" balas Delila.
(sumpah, bisa gila kalau aku berteman denganmu).
Noni Belanda terkikik mendengar balasan Delila.
"Berteman?" ajaknya lagi.
"Yo wes sekarepmu lah..?! penting ojo ganggu sopo-sopo,, ngerti !" ucapku tegas.
(Ya sudah terserah kamu saja! yang penting jangan ganggu siapapun!)
Hantu Noni itu pun mengangguk paham.
Sore menjelang senja, tiba-tiba,
"Lila..! Lilaa! tolong ndukkk!!" terdengar suara teriakan panik dari kamar Nenek.
Delila segera bergegas masuk kekamar Neneknya takut sesuatu yang buruk terjadi.
"Nekk!"
"Cepat telpon, telpon ambulan opo Pamanmu.. cepaat Nduk!" ucap Nenek setengah teriak dengan wajah cemas sambil memegangi lengan kakek yang terlihat sesak napas.
Delila segera mengambil hape di nakas samping tempat tidur neneknya,,
"Paman tolong pulang sekarang,, Kakek sakit,, cepat Paman darurat!" ucap Delila.
Seno yang mendengar kabar buruk dari keponakannya,, segera menyambar laptop dan tumpukan berkas yang belum selesai dan memasukkannya kedalam tas kerjanya sambil setengah berlari,, 15 menit dia menginjak pedal gasnya cukup ugal-ugalan,, ngebut dijalan supaya sampai rumah dengan cepat.,,
Sampai dirumah Paman Seno segera menggendong Kakek dipunggungnya, dan masuk kedalam mobil diikuti oleh Nenek dan juga Delila..
10 menit perjalanan Mobil kami sampai di rumah sakit,, Kakek yang kesulitan napas segera dibawa ke ruang UGD untuk ditangani.
__ADS_1
Nenek terus berjalan mondar-mandir tidak tenang mencemaskan belahan jiwanya.
"Nekk,, Kakek pasti baik-baik saja ,!" ucap Delila yang belum tahu cara menghibur kesedihan atau kecemasan seseorang.
Nenek hanya diam sambil matanya terus mengawasi pintu ruang UGD.
Sementara dari arah lain tampak Paman sudah menyelesaikan urusan administrasi rumah sakit.
"Gimana Bu,,, apa sudah ada kabar dari dalam?"
"Belum Lhe.. ucap Nenek kini beralih memegang tangan lelakinya.
"Sabar Bu,, sebentar lagi pasti ada kabar"
Tak berapa lama,, seorang dokter seumuran Paman keluar dari ruang UGD dan berjalan kearah kami bertiga,,
"Keluarga Bapak Danu?" tanya Dokter dengan jas dokter putih bertuliskan namanya,. dr,Heru.
"Iya Dokter kami keluarganya,,!" jawab Paman.
"Ayah anda terkena sesak akibat naiknya gula darah yang terlalu tinggi 300mg/dL, sekarang kondisinya sudah lebih baik,,"
"Apa perlu rawat inap dokter?" tanya Nenek.
"Iya Bu,, kita perlu memeriksa lanjut tubuh Pak Danu,, takutnya ada komplikasi!"
"Oww baik dokter ,, lakukan saja yang terbaik,,!" jawab Paman.
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu!"
Dokter bermantel putih itu pun segera masuk kembali ke dalam ruang UGD,.
Tak berapa lama Kakek yang terbaring dibrangkar dengan infus terpasang ditangannya segera di dorong menuju ruang rawat.
Kami bertiga melangkah dan mengikuti para perawat yang mendorong tempat tidur berroda itu.
Didalamnya ada pasien lain yang terpisah dengan sekat tirai kain berwarna putih khas rumah sakit.
Selesai memeriksa selang infus Kakeknya,, dua orang perawat itu pun pergi melanjutkan tugasnya.
"Kamu pulang saja sama Pamanmu, Nduk,, biar Nenek yang jaga Kakek!"
"Nggak usah Nek,, biar Delila temani Nenek disini,, apalagi besok Sabtu Lila juga gak ada kuliah, Paman saja yang pulang,, pasti Paman capek baru pulang kerja langsung kerumah sakit!"
"Yo wes terserah kamu,," ucap Neneknya
"Kamu pulang saja Sen biar Ibu sama Delila yang jaga Bapakmu"
"Ya Sudah Bu,, Seno pulang besok pagi Seno kesini lagi"
"Hemm, ati-ati,,, alon-alon wae ojo ngebut" ucap Nenek.
"Iya Bu" sambil mencium punggung tangan Nenek.
"Jaga Nenek sama Kakekmu ya La!" ucap Paman sambil mengusap kepalaku.
"Iya Paman" jawab Lila datar.
Paman Seno pun pulang.
"Ndukk kamu belum makan malam,, kamu keluar ya cari makan, nanti kamu sakit!" ucap Nenek.
"Nenek juga belum makan malam kan?" tanyaku.
__ADS_1
"Ya sudah kamu beli makanan buat makan malam Yo! Ini uangnya!" sambil memberikan 1 lembar lima puluh ribuan.
"Iya Nek!" patuh Delila.
"Ojo lali tuku akua botol sing ukuran gedhe 2 Ndukk!
"Iya Nek,,,"
Lila pun keluar dari ruang rawat kakeknya,, berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang masih cukup ramai dengan lalu lalu lalangl pengunjung, dan juga perawat yang bertugas.
Sambil berjalan menuju arah gerbang keluar rumah sakit Delila teringat kalau besok dia seharusnya datang ke acara syukuran rumah baru Clara.
Delila segera mengetikkan pesan pada Ragil dan teman-temannya yang lain,
"Sorry ya, Besok aku gak bisa ikut ke rumah Clara,, Kakekku mendadak masuk rumah sakit"
Delila mengirim pesan itu pada Ragil, Farika, dan juga Andini.
"Halo Cla,, maaf ya besok aku gak bisa datang ke acara syukuran rumah baru mu,, Kakekku barusan masuk rumah sakit,, Maaf ya Cla" lalu mengirimkan pesan itu pada Clara.
Sesaat kemudian terdengar suara notifikasi pesan masuk beberapa kali,
"Oke,, semoga Kakekmu cepat sembuh ya" bunyi balasan pesan dari Ragil, Farika dan juga Andini.
Selesai membaca balasan pesan dari ketiga temannya,, sekali lagi notifikasi pesan masuk kedalam ponselnya.
"Aman La,, salam buat Kakekmu semoga cepat sembuh ya" bunyi sms dari Clara.
Baru saja Delila sampai di lobby rumah sakit,,mendadak dia ingin kekamar mandi untuk buang air kecil.
Delila kemudian celingukan mencari tanda toilet disekitar lobby,
"Oww itu dia!" seru Delila melihat tanda toilet tergantung dan menunjuk arah kekanan.
Delila segera bergegas menuju toilet umum rumah sakit.
Delila segera masuk kedalam area toilet perempuan,,
Seketika matanya terbelalak melihat sosok aneh dengan santai duduk di dekat wastafel.
Sosok itupun menatapnya balik tak percaya.
Tapi Delila mengabaikan sosok itu dan langsung masuk ke toilet.
Selesai buang air kecil dia ke wastafel untuk mencuci tangannya.
"Kamu bisa lihat aku?" tanya sosok aneh yang masih setia duduk disamping wastafel dengan kaca panjang didepannya.
Delila hanya melirik sekilas dengan dingin lalu langsung keluar tanpa menanggapi pertanyaan mahkluk aneh itu.
Delila kembali kearah depan lobby dan keluar rumah sakit untuk membeli makanan sesuai perintah neneknya.
Tapi ternyata mahkluk aneh yang dilihatnya di toilet rumah sakit berjalan mengikutinya dari belakang.
Sumpah demi apapun,, dari awal Delila melihat sosok ini dia bingung harus menangis atau ketawa..
Malah kini sosok itu mengikutinya.
Delila menarik napas dalam-dalam,,, menormalkan ekspresinya,, memasang wajah datar dan dingin seperti biasanya.
Kira-kira sosok aneh apa ya yang ditemui Delila di toilet rumah sakit??
Yuuk ikuti terus cerita perjalanan Delila ya..
__ADS_1
jangan lupa please komentar juga likenya yaa... biar author tambah semangat melanjutkan cerita ini.
Terima Kasih Readers..