Rahasia Rumah Clara

Rahasia Rumah Clara
Barno


__ADS_3

Tiba-tiba didepan mata Barno sosok perempuan cantik yang masih dia kenali berdiri didepannya.


Barno segera bangun dari tempat tidurnya,


Barno menatap wajah gadis cantik yang tersenyum kearahnya,


Senyum yang sebenarnya bisa membuat semua pria bertekuk lutut,,


Namun kali ini senyum itu membuat bulu kuduk Barno berdiri.


Sementara Harun yang berbaring ditempat tidurnya menatap heran kearah Barno, yang terduduk tampak sedang memandangi sesuai.


Harun terus memandangi rekannya itu dengan heran.


Sedangkan Barno masih terdiam menatap sosok perempuan yang hanya terlihat olehnya.


"Kenapa disini Kang? Ayo temani aku" ucap sosok itu dengan lembut.


Barno seolah hilang kesadaran,


"Temani kemana?" tanya Barno.


"Kang kamu ngomong sama siapa?" tanya Harun sambil menatap heran kearah Barno.


Tapi Barno tidak menjawab pertanyaan Harun, seolah tidak mendengar pertanyaan rekannya itu.


"Temani kemana Neng" tanya Barno lagi sambil menatap gadis itu tanpa berkedip.


Harun yang mendengar ucapan Barno pun terkejut dan segera duduk, dia bangun dari tempat tidurnya menatap horor kearah Barno.


Sosok gadis yang dilihat Barno berjalan semakin mendekati Barno,. lalu dia membungkuk dan berbisik,


"Temani aku di alam baka,, aku kesepian,, aku kedinginan,,, hiii... hi.. hi..." Ucap sosok itu dengan tawa menggelegar menakutkan.


Barno segera tersadar, wajahnya langsung pucat dan menggeser tubuhnya menjauhi sosok itu.


Terlambat.


Tiba-tiba perempuan cantik itu berubah menjadi sosok perempuan dengan wajah pucat tersenyum menyeringai matanya merah semerah darah, baju putih bersih yang dikenakannya kini menjadi baju putih dengan penuh noda darah,, rambut panjang tergerai mirip kuntilanak.


Namun yang membuat Barno makin ternganga ketakutan saat melihat dua kepala bertengger diatas bahu kanan dan kiri perempuan itu.

__ADS_1


Sosok yang sama persis yang dilihat Delila ketika melawan sosok perempuan yang kini dia lihat sedang membalas dendam pada salah seorang yang menyakitinya sewaktu Julia masih hidup.


Kepala dibahu kanannya bermata satu berukuran besar sebesar mata seekor sapi, berwarna merah dengan Irish hitam pekat,, Sementara kepala dibahu kiri memiliki 3 mata dengan warna keseluruhan hitam pekat.


Masing-masing kepala memiliki bibir yang menyeringai seram dengan tetesan darah keluar dari sela-sela mulutnya,,


Tubuh Barno tiba-tiba melayang menuju ujung tembok.


Harun yang duduk diatas tempat tidur hanya bisa ternganga, diam dan terpaku tanpa bisa mengeluarkan suara apa lagi berteriak.


Tubuhnya seolah terkunci, matanya terus menatap tanpa berkedip kearah Barno.


Tubu Barno kini melayang dan menempel ditembok seolah ada paku yang menancap ditubuhnya.


Kepala Barno dabawah dan kakinya diatas.


Seolah ada yang menarik, tiba kaki Barno terbuka,, semakin melebar,, bertambah lebar dan..


*Kraaaakkk*


"Aaaaaargggg" Barno berteriak kesakitan.


Mata Harun melotot ngeri melihat pemandangan mengerikan didepannya.


Dia ingin bangun dan berlari untuk menolong Barno,, tapi jangankan berdiri untuk berkata-kata puan dia tidak bisa mengeluarkan suaranya,, tubuhnya gemetar,, keringat dingin membanjiri tubuhnya.


Sementara sosok itu berdiri sambil menyeringai menakutkan,,.


"Haa.. ha... ha...." tawanya yang jahat menggema dipendengaran Barno yang masih sadar dengan merasakan sakit di kedua pangkal pahanya yang mungkin kini sudah patah.


"Ampunn,, Ampun,, saya salah,, ampuni saya" Barno memohon dengan wajah mengenaskan.


Julia tidak mendengar permohonan Barno,, dengan kekuatannya kedua Kaki Barno terus ditarik hinggaaa.


"Aaaaaargggg" terdengar suara teriakan kesakitan yang sangat memilukan dari mulut Barno.


*Krakkk,, brussshh*


Tubuh Barno terkoyak,, hampir terbelah dua.,ususnya keluar dan terburai, darah segera darah menyembur, menyiprat ke segala arah,, menyisakan pemandangan yang sangat mengerikan.


"Hooeekk" Harun merasakan mual dan langsung muntah ditempat melihat pemandangan mengerikan didepan matanya.

__ADS_1


"Ha.. haa... haa...." tawa jahat kembali terdengar,, dan kali ini Harun bisa melihat sosok perempuan yang kini berbalik dan berdiri berhadapan dengan Harun yang masih duduk dengan melotot ketakutan kearah tubuh Barno yang kini sudah tergelak tak bernyawa dilantai dengan darah yang menggenang.


Mata Harun kini beralih menatap sosok perempuan didepannya,, seringaian menyeramkan kembali dia lihat ditambah kedua kepala bertanduk dengan mulut penuh tetesan darah membuat harun semakin menatap ngeri kearah sosok yang kini berjalan perlahan mendekatinya.


"Tunggulah giliranmu,,, hi.. hi... haaa... haaaa" Sosok itu tertawa menakutkan dan menghilang begitu saja sekolah terbang dibawa angin.


Harun pun tersadar,, meski tubuhnya gemetar dan lemas tak bertenaga


"Tolooongggg.!! Tolongg!!" Harun berteriak.


"Apaa lagi!!! benar-benar kau pembuat Onar" Marah seorang sipir dengan suara menggelegar yang kini berjalan mendekati sel Harun.


"Pak,, tolong Pak,, Barno Pakk.. Barno!!"


Sipir mantap kearah yang ditunjukkan Harun.


Matanya pun membelalak tak percaya.


Segera setelahnya Blok lapas yang ditempati Harun dan Barno pun heboh.


Segera pihak rumah sakit Bhayangkara mengurus tubuh Barno yang dalam keadaan mengenaskan.


Petugas forensik sampai menganga tak percaya melihat pemandangan berdarah yang tidak masuk akal didepannya.


Sementara Harun yang shock kini terus duduk diam dengan tatapan- kosong seperti kehilangan kesadarannya.


Berbagai pertanyaan dilontarkan untuk menyelidiki penyebab kematian Barno yang terlalu sadis dan mengerikan.


Tapi Harun hanya terdiam dengan mata kosong.


Segera setelah evakuasi jenazah Barno selesai,, Harun pun menjalani pemeriksaan kejiwaan.


Harun mengalami gangguan jiwa, dan kini di dipindahkan ke rumah sakit jiwa untuk menjalani perawatan.


Sementara penyebab kematian Barno masih menjadi misteri yang tidak bisa terpecahkan.


Desas-desus didalam lapas pun mulai terdengar,, adanya sosok hantu atau setan yang sebelumnya dilihat Barno menjadi tersangka kematian Barno.


Namun jelas kemungkinan tidak masuk akal ini ditolak oleh pihak kepolisian meski sampai sekarang polisi tidak mampu memecahkan kematian Barno yang tragis dan aneh.


Harun sebagai saksi kunci yang melihat langsung kematian Barno pun tidak lagi bisa dimintai keterangan karena mengalami gangguan jiwa.

__ADS_1


__ADS_2