
Clara membelalakkan matanya,, ketika dia melihat pemandangan aneh didepan matanya, sekilas sesosok bayangan duduk sambil mengayunkan kakinya diatas besi pagar balkon kamar utama, tepat disamping kanan kamarnya.
Sosok itu tersenyum,, namun senyumnya mampu membuat bulu kuduk Clara berdiri.
Sejenak Clara terdiam,, masih tak percaya dengan yang dilihatnya,, hingga dia mengucek matanya untuk memastikan yang dia lihat.
Tapi sosok itu tidak ada lagi.
Clara menoleh kekanan dan kekiri mencari keberadaannya, tapi sosok itu benar-benar menghilang,, seolah terbawa hembusan angin malam yang semakin dingin.
"Cla.. Clara!" Panggil Andini yang melihat Clara berdiri seperti kebingungan didepan jendela yang akan ditutupnya.
"Eh.. iya tunggu bentar!" Clara tergagap.
Segera dia menutup rapat jendelanya,, dan kembali duduk bersama ketiga temannya.
"Kamu lihat apaan sih Cla, sampai bengong begitu?" Tanya Ragil.
"Nggak,, nggak ada apa-apa" tutupnya.
"Yakiin?" Telisik Ragil.
"Hemm" Clara menganggukkan kepalanya.
Seusai menonton film,, kira-kira jam 11 lewat,, Ragil segera masuk kedalam kamar yang ada disebelah kiri kamar milik Clara.
Sementara Farika dan Andini tidur sekamar dengan Clara.
Jam sudah menunjukkan pukul 00.30 malam. Semua penghuni tanpa terkecuali sudah tertidur dengan lelap.
Dikamar Clara, Andini tiba-tiba terbangun karena merasa ingin buang air kecil,,
Dalam keremangan cahaya lampu tidur dia bisa melihat Clara dan Farika tertidur dengan pulasnya.
Andini pun menuju kekamar mandi yang ada didalam kamar,,
Selesai buang air kecil,,, Andini melihat Farika masih tertidur nyenyak,. tapi Clara tidak ada disampingnya,,,
Tapi seketika matanya membelalak ketika dia melihat ke arah jendela...
"Claaa,, kamu mau mau apa,,?? Kamu naik kesitu bahaya Claa!!" Andini berteriak panik.
Didepan matanya Clara duduk berjongkok ditepi jendela, dan siap melompat kebawah.
__ADS_1
Jaraknya berdiri dengan jendela hanya kurang dari 3 meter.
Andini segera berlari untuk mencegah Clara melompat dari jendela lantai dua,,
Baru beberapa langkah dia berlari..
"Claraaa.!!" Andini berteriak dengan keras melihat Clara nekat terjun melompat kebawah,,
Andini berlari kearah jendela untuk melihat sahabat yang menjatuhkan dirinya ke bawah,,
"Dini,,,!!"
Terdengar suara berat Farika memanggilnya,,
Ternyata Farika terbangun gara-gara suara teriakan Andini.
"Ada apa Din?" Tanya Farika dengan suara khas orang baru bangun tidur.
"Clara,, Far,, Clara melompat kebawah Far!!" ucap Andini terdengar panik tanpa menoleh kebelakang dan berdiri di dekat jendela yang masih terbuka lebar didepannya.
Pandangannya mengarah kebawah mencari sosok Clara yang tadi menjatuhkan dirinya.
"Kalian sedang apa?" Tanya seseorang masuk dari pintu.
"Apaan siapa selamat.. selamat dari apa??" Tanya Clara dengan wajah heran.
*Click" Clara menyalakan satu lampu diruangannya.
Sejenak ketiga gadis itu menutup matanya, dan menyesuaikan pandangannya karena silau,
"Hoaamm,, Emangnya kamu dari mana Cla?" Tanya Farika sambil menguap.
"Aku haus,, air minum habis,, terpaksa turun,, emangnya kenapa?? Terus kamu ngapain di dekat jendela malam-malam begini Din?" Tanya Clara sambil duduk ditepi tempat tidurnya.
"Tadi Andini bilang kamu lompat dari jendela,, kamu mimpi buruk ya Din?" Tanya Farika sambil menatap Andini yang masih bengong kebingungan.
"Din... Dinii,, Andini Putriiii,,,!!" Panggil Farika dengan nada sedikit keras.
Andini segera menutup jendela dibelakangnya dengan linglung dan mengabaikan suara cempreng Farika.
Lalu berjalan kembali ketempat tidur,,
"Aku,, aku gak sedang mimpi Far,, Cla,, aku ini baru selesai dari kamar mandi,, keluar dari kamar mandi aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, Clara sudah jongkok ditepi jendela dan langsung melompat kebawah" jujur Andini.
__ADS_1
"Tapi jelas gak mungkin,, kan Clara ambil minum dibawah!?" ucap Farika.
Dan langsung diangguki oleh Clara.
"Terus tadi siapa,,?? aku yakin itu kamu Cla,, karena saat tadi aku memanggilmu dan melarangmu melompat,, aku benar-benar melihat itu kamu!?? Masa itu hantu??" Ucap Andini bersikeras tapi sekaligus kebingungan.
"Hari gini masih percaya hantu Din.., Din!" Ucap Clara yang memang tidak percaya adanya hantu karena sempat tinggal dan dibesarkan diluar negeri cukup lama oleh kedua orang tuanya.
"Paling kamu berhalusinasi kali Dini" jawab Farika asal.
"Ahh,, tauh lahhh, pusingg akuu,, wes ayo tidur lagi saja!" Jawab Andini sambil langsung masuk kedalam selimut tebal dan berbaring disamping kanan Farika.
Mereka pun akhirnya tidur kembali dan mengabaikan insiden aneh yang baru dialami oleh Andini.
Keesokan paginya mereka berempat berkumpul diruang makan,,
"Claa,, Bonyok lu dimana?" Tanya Farika.
"Bonyok biasa kalau Minggu pagi pergi ke perkebunan,, biasanya kalau aku ga ada acara juga ikut mereka" jawab Clara sambil memperhatikan Ragil yang terlihat kusut. Mata merah dengan lingkar hitam jelas dibawahnya.
"Kamu semalam ga tidur Gil?" Tanya Clara sambil mengambil nasi dan menaruh dipiringnya.
"Iya gak bisa tidur,, biasa kalau ditempat baru aku memang sulit tidur" jawab Ragil.
"Ahh,, kamu ini Gil,, tidur ditempat senyaman istana kok ya tetap gak bisa tidur enak tho??" Celetuk Farika.
"Mau gimana lagi,,. Badanku kaget,, shock,, merasakan sejuknya AC yang biasanya kalau tidur cuma pake kipas angin!" Jawab Ragil dengan asal.
"Ha.., ha.. memang ada ya model begitu??" Tanya Clara sambil tertawa.
"Buktinya ada,, tuhhh,!" Jawab Farika sambil melirik kearah Ragil.
"Tampangmu kalau kayak gitu malah mirip bandar judi kalah taruhan tauu ga!!" Oceh Farika.
"Tauuu.. ahh!" Jawab Ragil dengan malas.
Sementara Andini hanya diam melihat kearah Ragil dengan tatapan yang sulit diartikan.
***********
Hallo Readers.. mana nich Vote n likenya.. please jangan lupa jadiin favoritnya ya..
Ssttt๐คญ kl perlu kirimin author hadiahnya ya biar semangat gitu..๐๐๐ป
__ADS_1
Matur Nuwun...