Rahasia Rumah Clara

Rahasia Rumah Clara
Sekilas Masa Lalu 01


__ADS_3

Setelah Delila memegang tangan perempuan berbaju putih didepannya,,


Delila seolah masuk kedalam sebuah lubang dan berpindah dimensi.


Dengan matanya dia melihat sebuah rumah yang dia kenali sebagai rumah milik Clara namun dengan warna cat dan bentuk pagar yang berbeda dengan yang dia lihat terakhir kali.


Delila sadar yang dia lihat saat ini adalah kilas balik dari kehidupan milik gadis berbaju putih yang sekarang berdiri disampingnya.


Julia Ardhana,, sosok gadis cantik ini adalah anak tunggal pengusaha showroom mobil keluaran Jepang,,


Putri kesayangan Wisnu Ardhana dan Navila Vrhasta,, sang perancang busana terkenal dari Semarang sekaligus pemilik fashionista butik.


Hidupnya terlihat begitu sempurna.


Hingga saat Julia jatuh cinta,, pada Robin.


Julia yang saat itu berusia 18 tahun dan baru menginjak bangku kuliah semester 2 begitu tergila-gila dengan Robin.


Sang penyanyi cafe dengan wajah tampan,, Badan tinggi besar dengan kulit kecoklatan yang menawan.


Lesung pipit dipipi kirinya dan wajah yang bersih terawat tanpa kumis dan jambang yang berantakan membuat wajahnya begitu sedap dipandang mata.


Robin pemuda berusia 19 tahun itu memang sedang digandrungi para gadis muda.


Hampir setiap malam Minggu atau hari libur dimana Robin tampil,, cafe akan penuh sesak dengan gadis-gadis muda yang tergila-gila padanya.


Tanpa terasa hubungan Julia dan Robin sudah masuk tahun ke 2.


Hubungan backstreet dijalani keduanya karena larangan orang tua Julia yang sangat posesif pada anak semata wayangnya.


Namun serapat-rapatnya bangkai disimpan,, bau nya tetap tercium juga.


Kedua orang tuanya tahu,, Julia berhubungan dengan seseorang.


Suatu hari,


"Mama,, Papa,, kenalin ini Robin teman Julia" ucap gadis dengan tinggi 168cm itu dengan mata berbinar bahagia..


"Selamat Malam Om,, Tante saya Robin" ucapnya sambil menyalami kedua orang tua Julia bergantian.


Kedua orang tuan Julia tampak tersenyum ramah pada teman putrinya.


Selesai berkenalan, mereka menuju kemeja makan.


Karena atas permintaan kedua orang tuanya lah Julia membawa Robin pacarnya untuk dikenalkan pada Papa dan Mamanya pada acara makan malam keluarga.


Seusai makan malam, berempat kembali duduk diruang keluarga.


"Julia bantu Mama menyiapkan cemilan didapur ya!" ucap Mamanya.


"Iya Ma" jawab Julia.


"Mas, aku tinggal bentar ya?" pamit Julia pada Robin yang duduk disampingnya.

__ADS_1


Robin menggangguk sambil tersenyum tipis kearahnya.


Sepeninggal Julia dan istrinya, Wisnu ayah Julia menatap tajam kearah Robin.


"Putuskan Julia" ucap Wisnu.


"Maaf Om??" Robin mendongakkan kepalanya menatap Wisnu terkejut.


"Putuskan hubunganmu dengan Julia, jauhi putriku!" ucap Wisnu penuh penekanan.


"Tapi Om..


"Kamu tidak bisa membahagiakan putriku! sadar diri dengan kemampuanmu,,. atau jangan-jangan kamu memang mendekati Julia hanya untuk harta!!" ucap Wisnu dengan tatapan sinis teraarah pada Robin.


"Tidak Om,, Robin sangat tulus cinta sama Julia"


"Omong kosong!! Cinta,, hehh cintamu tidak bisa membelikan putriku tiket berlibur ke Eropa,, cintamu tidak bisa membelikan mobil Bantley. Dan aku yakin cintamu hanya mampu membelikan anakku baju murahan dari pasar dan naik angkot,,. Seumur hidup Julia tidak pernah hidup susah,, lalu sekarang kamu bilang cinta sama Julia!! mumpung hubungan kalian masih baru,, tinggalkan


Julia!!" ucap Wisnu dengan menatap tajam kearah Robin.


"Maaf Om,, saya tidak bisa meninggalkan Julia,, saya benar-benar tulus mencintai Julia!"


"Jauhi Julia atau kamu tahu akibatnya!" ancam Wisnu.


"Papa,, Mas Robin,, ayo cicipi cemilan buatanku dulu.. ini asli Julia sendiri yang bikin lho!" ucap Julia memotong percakapan keduanya dengan senyum mengembang sambil berjalan kearah ruang keluarga.


"Terima kasih Juli!" ucap Robin tersenyum sambil menyembunyikan perasaan kecewa pada orang tua Julia didepan kekasihnya itu.


Hari Sabtu siang seperti biasa,, Julia datang menemui Robin dicafe.


Setelah berpikir matang,,


"Julia,, sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita" ucap Robin dengan wajah sedih.


"Tidak,, aku tidak mau putus,, memangnya apa salahku!" tolak Julia.


"Orang tuamu tidak merestui hubungan kita,, aku hanya laki-laki miskin yang tidak pantas untukmu,," ucap Robin.


"Tidak,, pokoknya aku tidak mau putus, titik!! kita berjuang bersama,, aku yakin lama-lama Papa juga Mama pasti akan merestui kita,, Aku mohon jangan menyerah,, ya Mas!??" mohon Julia.


"Kita berjuang sekali ini saja ya?" pinta Julia.


"Hhhh" Robin menghela napasnya.


"Julia kalau kamu disuruh memilih antara orang tuamu dan Aku,, siapa yang kamu pilih?" tanya Robin.


"Aku gak akan memilih, aku mau dua-duanya!" jawab Julia.


"Tidak Juli,, ini lah kenyataan hidup yang kau harus siap,, tidak semua yang kamu inginkan selalu bisa kamu dapatkan. Ada satu waktu dimana kamu diperhadapkan dengan pilihan"


"Dan aku tidak mau memilih diantara kalian semua,,. aku sayang Papa, Mama tapi aku juga cinta sama kamu." ucap Julia dengan keras kepala.


"Hhhh" lagi-lagi Robin hanya bisa menghela napasnya melihat betapa keras kepalanya Julia.

__ADS_1


"Dalam satu Minggu ini jangan hubungi aku,, aku coba meluluhkan Papa sama Mama ya" ucap Julia.


"Mau ngapain kamu Jul??"


"Sudah,, gak perlu tahu yang pasti doakan saja aku berhasil meluluhkan hati Papa sama Mama!"


"Ya sudah terserah kamu saja" Robin mengalah.


Julia menemani sang kekasih manggung di cafe sampai jam 8 malam.


Julia lalu pulang kerumah, dia parkirkan mobilnya, dan dengan tekad yang bulat dia memarkirkan mobilnya.


Merasa pulang sore Julia begitu santai masuk kedalam rumah,, tanpa dia tahu kedua orangtuanya sudah menunggu diruang keluarga.


"Darimana kamu??" tanya Papanya dengan wajah dingin.


"Malam Pa,, emm Julia dari rumah teman Pa" jawab Julia


"Baru pacaran saja sudah berani bohong!! Kamu masih berhubungan sama laki-laki gembel itu!!" ucap Papa dengan nada sedikit tinggi.


"Robin Pa,, dia bukan gembel!!" jawab Julia dengan kesal.


"Hmm,, dia bukan gembel tapi pengamen,, sama saja kan,,,!" sini Mamanya.


"Mama pikir kamu memilih cowok berkelas gak tahunya hanya pengamen cafe" tambah Mamanya.


"Pa, Ma, Julia cinta sama Robin,, tolong jangan hina dia,, tolong restui hubungan kami Pa,, Ma!" ucap Julia sambil duduk sujud dikaki Papa dan Mamanya.


"Jangan harap!!" ketus Papa.


"Paa,,,


"Cukup Julia!!" bentak Papanya.


"Gak Pa,,. Julia pokonya hanya mau dengan Robin titik!" bantah Julia.


"Memang kau sanggup? Mau hidup miskin,, hidup susah dengan pengamen itu?!" sinis Papa.


"Iya Julia sanggup!" ucap Julia keras kepala.


"Baik Papa mau tahu,, kembalikan kunci mobil yang papa kasih buat kamu,, jangan lupa semua ATM yang papa kasih.!"


"Tapi Pa..!!" ucap Julia ragu


"Kenapa?? bukannya kamu siap hidup susah dengan si Robin itu!! baru segini saja sudah takut!!" gertak Papanya.


Julia yang keras kepala segera mengeluarkan dompetnya,, dia keluarkan ATM dan juga kunci mobilnya lalu menyerahkan pada Papanya.


"Dengar Ma,, satu hari beri dia uang saku 15 ribu tidak lebih,,,"


"Iya Pa" jawab Mama


"Papa tega?" tanya Julia memelas

__ADS_1


__ADS_2