Rajaku Adalah Kekasih Ku

Rajaku Adalah Kekasih Ku
Episode 24


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dengan sangat cepat dan ya selda masih menginap di rumah ini dan yang aku tau kalau cristyan dan selda sekarang sudah mulai berpacaran kembali. Aku kemarin mengatakan kepada cristyan kalau aku akan pindah ke rumah lama ku ya memang sih dari sini memang sangat jauh ke rumah ku yang dulu tapi kan sama sama satu kota yaitu paris tapi dia tak memperbolehkan ku.


Sekarang aku sedang membersihkan rumah ini ya karena cristyan tak memperkerjakan banyak pembantu di rumah ini jadi aku hanya membantu beberapa perkerjaan seperti mencuci baju dan yang lainnya. Setelah selesai aku


pun kembali ke kamar. Dan kembali membaca novel ya aku sangat bosan sudah beberapa hari ini aku tak keluar rumah. Aku sangat ngantuk tapi saat aku ingin tidur salah satu pembantu masuk dan menyuruh ku untuk ke ruang kerja cristyan ternyata dia sudah datang. Ya karena tadi cristyan dan selda sedang keluar mencari udara segar katanya Karena selda sedang tak enak badan.


Aku berjalan ke arah ruang kerja cristyan saat sampai di depan pintu aku mengetuk pintunya dan cristyan menyuruh ku untuk masuk. Aku melihat dia sedang sibuk dengan laptop di depannya aku berjalan ke arahnya dan berdiri di depan mejanya


“duduk dulu bel.” Kata cristyan


“iya.” Kata ku sambil duduk di kursi depan cristyan


“ada apa kamu panggil aku kesini?” kata ku setelah aku duduk


“oh aku ada perlu dan mau bicara serius sama kamu.” Kata cristyan


“iya apa?” kata ku


“gini kamu kan mintak pindah ke rumah kamu yang lama tapi gak boleh sama aku itu karena sangat jauh dari sini bel.” Kata cristyan


“iya terus?” kata ku


“kamu pindah ke apartement ya.” Kata cristyan


“pindah ke apartement?” kata ku


“iya dan ini semuanya sudah aku urus buat kamu.” Kata cristyan sambil memberikan beberapa document kepada ku


“oke, kapan aku harus pindah.” Kata ku kepada cristyan


“terserah kamu, nantik pak dion nagnter kamu samapi sana.” Kata cristyan kepada ku dan ya pak dion itu adalah sopir kepercayaan cristyan


“oke kalau gitu aku pindah sekarang.” Kata ku


“kenapa harus sekarang Kan bisa minggu depan atau bulan depan.” Kata cristyan


“cepat atau lamabat aku juga harus pindah jadi aku milih sekarang untuk pindah lagian kamu dan sudah nyariin apartement buat aku dan itu sudah ada.” Kata ku


“tapi bel.” Kata cristyan terhenti karena selda masuk ke dalam ruang kerja cristyan


“kalian sedang bicara apa?” kata selda


“oh ini aku mau pindah, dan aku mintak sekarang.” Kata ku


“oh terus kenapa masih disini?” kata selda


“hah hmm…. Mmmm ini aku mintak kunci apartementnya. Kalau gitu aku permisi dulu masih mau beres beres barang barang aku.” Kata ku


Setelah itu aku pergi tanpa peduli dengan panggilan cristyan kepada ku. Entah kenapa air mata ku jatuh seketika aku tak tau apa yang terjadi tapi aku merasakan sakit di hati ku. Entah lah apa tapi yang pasti aku tak boleh menyukai atau memiliki perasaan kepada cristyan.


Aku berjalan ke arah kamar saat sampai aku langsung memasukan baju baju ku ke dalam koper tak lupa sabun mandi, sampho, dan juga make up ku aku masukan ke dalam tas ku. setelah selelsai aku keluar dan berjalan ke lantai bawah aku melihat cristyan dan selda sedang berdiri di depan pintu ya mungkin mereka menunggu ku untuk pergi dari sini. Aku berjalan ke arah mereka aku mengucapkan terima kasih lalu masuk ke dalam mobil. Saat di dalam mobil pikiran ku tak tenang dan air mata ku terus mengalir tanpa henti


“anda tak apa apa nyonya?” kata pak dion


“gak papa kok.” Kata ku


“kenapa nyonya menangis?” kata dion


“aku gak nangis hanya kelilipan aja barusan, sudah ayo cepet bawa aku ke apartement aku udah capek banget dan nagntuk banget.” Kata ku


“baik nyonya.” Kata pak


Setelah itu pak dion melajukan mobilnya dengan sangat cepat tak butuh waktu lama akhirnya kita pun sampai di apartement. Aku turun dan pak dion membawakan koper ku aku berjalan masuk ke arah lift saat sampai di tempat tujuan aku memngetikan pin yang tertulis di kertas. Aku dan pak dion masuk ke dalam ya ini sangat mewah untuk ku


“nyonya kalau begitu saya permisi dulu karena den cristyan masih akan keluar.” kata pak dion

__ADS_1


“iya pak, makasih.” Kata ku


“sama sama nyonya.” Kata pak dio setelah itu dia pun pergi


Aku melihat ke sekeliling ya ini sangat mewah hanya untuk sebuah apartement aku masuk ke dalam kamar dan ya ada ranjang ukurang king sudah sangat rapi ya mungkin ini sudah di siapkan dengan sangat baik dengan cristyan. Aku berjalan kea rah lemari saat membukannya aku melihat ebberapa baju yang masih baru dan juga sepatu. Aku menaruh baju baju dan barang barang yang aku bawa


Setelah selesai aku pun berjalan ke atas ranjang lalu membaringkan tubuh ku. Aku melihat langit langit kamar ku ya tak sama seperti yang aku biasa melihatnya


“hah sudah gak sama langit langitnya.” Kata ku menghela nafas setelah itu aku pun tidur.


Saat bangun di pagi hari aku kaget karena melihat jam sudah jam 8 pagi biasanya cristyan berangkat kerja jam tapi aku baru ingat kalau aku sudah pindah ke apartement aku kembali tidur dan menarik selimut ku tapi aku tak bisa tidur aku mengambil hp ku dan kembali menghidupkan social media ku ya dari sana aku mencoba untuk menghibur diri ku. Cukup lama aku bermain social mendia perut ku bunyi menandakan kalau aku lapar. Aku keluar dan aku melihat sudah banyak makanan di atas meja makan dan aku mendengar suara dari arah dapur aku mencari pemukul dan aku menemukan sapu aku berjalan kea rah dapur


“siapa?” kata ku sambil mengarahkan sapu kepada seorang perempuan yang ada di dapur ku


“hah hmm… mmm maaf nyonya saya tika sya di suruh tuan cristyan untuk melayani nyoya disini.” Kata wanita di depan ku


“oh maaf.” Kata ku sambil menurun kan sapu


“tidak apa ap nyonya itu salah saya karena saya tak mengatakan apa ap kepada nyonya dan langsung masuk ke dapur.” Kata tika


“gak papa kok.” Kata ku


“itu nyonya saya sudah siapin makan buat nyonya, maaf saya gak tau kesukaan nyonya ap jadi saya masak sesuai yang ada di dalam kulkas.” Kata tika


“udah gak papa kok. Kamu udah makan?” kata ku


“belum nyonya.” Kata tika


“ayo makan bareng.’ Kata ku sambil menarik tangan tika ke meja makan


“gak usah nyonya bisa saya makan di belakang aja.” Kata tika


“sudah sini duduk aku gak suka makan sendiri.” Kata ku


Setelah itu aku menarik tika untuk duduk di kursi meja makan tepat di sebelah ku. Setelah itu pun kita mulai makan setelah selesai makan aku berjalan ke arah TV sedang kan tika dia mencuci piring dan juga membersihkan rumah. Aku sangat bosan aku pergi ke kmar untuk mandi dan bersiap siap karena aku sangat bosan jadi aku ingin berjalan jalan sebentar keluarya memang sih di kontrak di katakana kalau aku tak boleh keluar kecuali sudah ijin kepada cristyan tapi aku sangat bosan di apartement. Setelah selelsai mandi dan bersiap siap aku berjalan ke arah tika yang sedang membersihkan beberapa prabotan rumah tangga,


“iy nyonya hati hati di jalan.” Kata tika


“iya makasih.” Kata ku


Setelah itu aku pun keluar aku hanya ingin berjalan kaki melewati gedung gedung tinggi yang biasa aku lihat dari dalam mobil aku menyusuri setiap jalan dengan kaki ku ya hari ini memang sangat dingin dan aku tak memakai jaket yang cukup tebal sehingga aku cukup kedinginan aku masuk ke sebuah café untuk menghangat kan badan ku. Aku duduk dan memesan minuman kesukaan ku yaitu capucino. Tak lama kemudian pun seorang laki laki yang sangat tampan menyajikan minuman itu untuk diri ku


“di saat dingin dan di saat sakit hati ini lah yang paling baik untuk di minum karena akan membuat pikiran anda menjadi ringan.” Kata pelayan laki laki yang sangat tampan itu


“oiya makasih.” Kata ku


“sama sama.” Kata pelayan itu sambil pergi


“oh dan satu lagi nyonya.” Kata pelayan


“apa itu?” kata ku


“di saat kamu sakit hati minumlah apa yang kamu suka sambil membayangkan laki laki yang menyakiti mu itu kamu minum saat itu mungkin hati mu akan lebih baik.” Kata laki laki itu sambil tersenyum lalu pergi meninggalakn ku sendiri


Aku bingung dengan apa yang di katakana oleh laki laki itu tapi aku mencobanya meminum minuman yang aku suka lalu menutup mata ku dan membayangkan cristyan. Saat aku membuka mata entah kenapa ada sedikit rasa


longgar di hati ku yang paling dalam. Aku kembali meminum minuman ku itu dan lagi lagi perasaan ku menjadi sedikit lega ya entah lah tapi perasaan ku saat ini lebih baik dari pada tadi.


Setelah selesai minum aku pun membayar dan keluar karena aku harus kembali ke apartement dengan cepat karena udara di luar makin dingin. Saat sampai di apartement aku melihat cristyan duduk di depan TV sambil melihat ku


“kok ada disini?” kata ku


“iya kepala ku pusing banget.” Kata cristyan


“ya sudah ayo pinjit bentar.” Kata ku

__ADS_1


“iya.” Kata cristyan sambil membaringkan kepalanya di pangkuan ku


“kamu dari mana?” kata cristyan


“gak ada cuman jalan jalan aja.” Kata ku


“kok gak bilang ke aku.” Kata cristyan


“aku cuman bosen aja di apartement, keluar ya cuman cari angin aja.” Kata ku


“oh iya sudah.” Kata cristyan


“kok kesini emangnya selda gak marah kamu kesini?” kata ku


“aku ngerasa gak betah disana dan sifatnya selda juga membuat ku muak.” Kata cristyan


“kenapa emangnya dia?” kata ku


“hanya dalam 1 hari dia usdah mintak pembantu lagi di rumah.” Kata cristyan


“ya sudah turutin toh apa maslaahnya.” Kata ku


“memang gak ada salahnya sih aku ngajak selda kesana biar dia bisa ikut bantu bantu bersih bersih dan kalau sudah nikah nantik aku akan merekrut banyak pembantu. Tapi rasanya aneh sekali.” Kata cristyan


“sudah gak usah di pikirin sana tidur nanti kalau sudah bangun aku masakin semur daging domba.” Kata ku


Setelah itu cristyan pun masuk ke dalam kamar ku. Saat aku menaruh tas di kamar ternyata dia sudah tidur dengan lelap aku berjalan kea rah dapur Karen aku harus memasak semur daging domba ya ini membutuhkan waktu cukup


lama untuk memasaknya.


Setelah selesai memasak aku membangunkan cristyan untuk menyuruhnya makan karena ini sudah waktunya makan malam. Setelah selelsai makan dan mandi critsyan pamit pulang kembali ke masion. Aku mengantarnya hanya samapi depan pintu saja. Setelah cristyan pergi aku duduk di sofa sambil menonton TV


“sepertinya tuan mencintai anda nyonya.” Kata tina


“itu gak mungkin, bahkan bisa di bilang mustahil.” Kata ku


“sesuatu yang mustahil bisa menjadi kenyataan nyonya.” Kata tika


“entah lah.” Kata ku mengangkat kedua bahu ku


Setelah selelsai menonton TV aku pun mulai tidur.


Saat bangun di pagi hari perut ku terasa sangat sakit mungkin aku sedang datang bulan. Tapi saat aku masuk ke dalam kamar mandi aku menemukan apa pun. Tapi perut bagian bawah ku masih sakit aku pergi ke kamar mandi hanya untuk membasuh muka ku saja karena aku tak kuat menahan sakit. Setelah itu aku keluar kamar sambil memegang perut ku yang sakit mungkin aku hanya karena maag ku saja yang kambuh tika melihat ku dan dia berlari kea rah ku


“anda kenapa nyonya?” kata tika sambil memapah ku ke sofa depan TV


“gak papa paling cuman sakit magh ku aja yang kambuh.” Kata ku


“kalau begitu nyonya makan dulu ya, saya mau keluar beli obat dulu?” kata tika


“iya.” Kata ku. Setelah tiu tika kembali masuk ke dalam dapur tak lama kemudian dia membawa sebuah nampan di tangannya dan berjalan ke arah ku


“ini bubur dan airnya nyonya, silahkan makan dulu saya akan beli obat dulu.” Kata tika kepada ku


“iya makasih ya tik?” kata ku


“sama sama nyonya.” Kata tika


Setelah itu tika pun keluar untuk membeli obat aku merebah kan badan ku di sofa. Tak lama kemudian tika datang dengan membawa beberapa obat di tangannya dia berjalan ke arah ku dan memberikan obatnya kepada ku setelah itu tika menyuruh ku untuk istirahat aku pun tidur.


Saat bangun aku melihat cristyan di samping ku melihat diri ku dengan tatapan khawatir.


“kenapa?” kata ku


“kamu lagi sakit dan gak bilang ke aku?” kata cristyan

__ADS_1


“aku gak papa kok. Aku hanya gak mau gangu kamu sama selda aja.” Kata ku


__ADS_2