
“kamu kemana sih sayang, aku kan jadi khawatir sama kamu.”
“gak kok gak kemana kemana.”
“ya sudah kita pulang ya?”
“iya.”
“ya sudah tunggu bentar aku bayar ini dulu.”
Setelah selelsai membayar pesanan ku kita pun kembali ke apartement. Saat sampai di apartement aku langsung ke kamar mandi setelah selesai aku pun naik ke atas ranjang untuk tidur tapi aku tak bisa tidur meskipun aku sudah bolak balik menghadap ke kiri atau pun kanan
“sayang?”
“hemm.”
“buka mata kamu aku mau bicara.”
“aku capek cris aku hanya mau tidur.”
“sayang.”
“iya apa cris?” kata ku membuka kedua mata ku
“maaf ya.”
__ADS_1
“maaf buat apa?”
“maaf karena keluarga ku sudah marah marah dan ngejatuhin harga diri kamu.”
“gak pa pa kok cris lagian apa yang di katakana mama sama papa kamu bener seharusnya kamu ninggalin aku.”
“aku gak mau karena aku mencintai kamu.”
“cepat atau lambat kamu akan ninggalin aku juga.”
“itu gak akan pernah terjadi oke.”
“aku pernah bilang kan sama kamu sesuatu yang mustahil itu bisa menjadi nyata.”
“iya.”
“cris?”
“hemmm iya apa sayang?”
“kalau kamu di suruh milih antara cinta dan keluarga apa yang kamu pilih?”
“tergantung.”
“maksudnya?” kata ku bingung
__ADS_1
“ya tergantung kalau keluarga aku ngelakuin yang jahat aku gak akan milih keluarga tapi kalau keluarga ku melakukan yang baik aku pasti akan memilih keluarga.”
“oke.”
“kenapa?”
“gak papa aku bangga sama jawaban kamu.”
“ya sudah kita tidur yuk sudah malam.”
“ayo.” Kata ku Setelah itu kita pun tidur .
2 minggu berlalu sejak kejadian itu aku dan cristyan sudah tak ke rumah orang tua cristyan. Dan setiap hari aku selalu mengantarkan bekal makan siang untuk cristyan ke kantornya dan ya aku menunggunya sampai selesai
makan baru aku pulang dan sekarang aku sudah dalam perjalanan pulang ke apartement sebetulnya cristyan mengajak ku untuk pindah ke mansionnya aku tak mau jadi kami memutuskan untuk tetap tinggal di apartement toh di apartement tak kalah luas dengan di mansion. Sebelum pulang aku mampir ke sebuah café yang tak jauh dari kantor cristyan. Saat sampai di sini sangat ramai bahkan sudah tak ada tempat duduk aku mencoba mencari tempat duduk siapa tau saja masih ada satu yang kosong dan aku menemukannya aku duduk dan memesan capucino kesukaan ku tak lama kemudian capucino yang aku pesan pun datang bersama dengan sebuah cake aku menikmati cake bersama capucino kesukaan ku tapi ada seorang laki laki yang menaruh tasnya di depan ku lebih tepatnya kursi kosong yang ada di depan ku
“maaf nona saya gak kebagian tepat duduk jadi saya duduk sini ya.”
“kamu si orang gila kan.” Kata ku kepada laki laki itu karena aku melihatnya di jembatan beberapa minggu yang lalu dan dia menuduh ku akan bunuh diri
“hah kamu si gadis bunuh diri.” Kata laki laki itu dan membuat pengunjung yang lain melihat ke arah ku
“hei jaga mulut ya siapa juga yang mau bunuh diri. Aku waktu itu hanya mau menghirup udara segar dasar laki laki gila.”
“kalau ada kursi lain aku bakalan pindah tpi aku sudah gak nemu kursi lain hah mau gak mau sama kamu deh.”
__ADS_1