
Setelah itu aku pun keluar saat sampai di luar aku pun memberitahukan kepada papa dan juga cristyan kalau mama tak boleh sampai tau kalau aku yang mendonorkan darah untuk mamanya. Awalnya mereka tak setuju aku mencoba membujuknya akhirnya mereka pun setuju.
Setelah itu aku dan cristyan pun pulang Karena hari sudah mulai malam besok aku dan cristyan berenca untuk kembali ke rumah sakit untuk menjenguk mama cristyan. Saat sampai di apartement aku langsung mandi dan tidur.
Keesokannya aku dan cristyan skeitar jam 9 pagi langsung ke rumah sakit saat sampai di sana ternyata sudah ada aina yang menemani mama cristyan begitu pun dengan papa. Aku dan cristyan pun masuk.
“apa kabar ma?”
“baik sayang.”
“oh cris kamu tau aina yang mendonorkan darah ke mama loh.”
“oiya mama kata siapa?”
“kata aina tadi dia bilang ke mama.
“oh gitu.
“terus kamu ngapain bawa wanita murahan itu ke sini?”
“ma sudah lah cukup ma.”
“mama hanya punya satu permintaan buat kamu cris.”
“apa itu ma?”
“mama mau kamu bawa keluar dia karena saat melihat wajahnya mama sangat jijik.”
__ADS_1
“ma jangan bicara seperti itu mama tau kalau belva yang sudah.” Sebelum melanjutkan bicaranya aku pun memegang tangan cristyan.
“sudah mama lagi sakit aku keluar dulu ya.”
Aku pun langsung keluar dari ruangan saat sampai di luar aku duduk di kursi tunggu. Tak lama kemudian cristyan pun keluar dari ruangan dimana namanya di rawat.
"Ayo pulang.
"Kok cepet banget?
"Iya aku kesel sama Mama.
Setelah itu aku dan cristyan pun pulang.
Beberapa hari berlalu dengan sangat cepat dan sekarang aku sedang merapikan baju cristyan ya karena dia sedang ada perjalanan bisnis ke luar negeri selama 8 hari. Awalnya cristyan mengajak ku karena dia tak tenang meninggalkan ku sendiri di sini. Tapi aku tak mau karena aku harus memeriksakan diri ku ke dokter. Setelah selesai membereskan baju baju dan keperluan yang akan di bawa cristyan aku pun mengantarnya sampai ke bandara. Ya sepanjang jalan dia terus saja memeluk diri ku katanya sih agar dia bisa menahan kerinduannya selama 8 hari ke depan. Tak lama kemudian kami pun sampai di bandara.
"Sayang kamu yakin gak mau ikut?
"Tapi aku gak tenang ninggalin kamu.
"Udah gak papa kok sudah sana, nantik ketinggalan pesawat loh.
"Hmmm ya sudah kamu sehat sehat di sini ya sayang? Setiap malam aku bakalan nelfon kamu.
"Iya sudah sana.
"Iya dah aku jalan ya sayang?
__ADS_1
"Iya sayang.
Setelah itu cristyan pun mencium kedua pipi ku dan kening ku lalu di pergi. Setelah memastikan dia pergi aku pun kembali ke mobil karena aku harus segera kembali ke mansion. Saat sampai di mansion aku langsung masuk ke kamar, entah kenapa tapi di sini sangat sepi ketika tidak ada cristyan dan ini membuat ku bosan.
3 hari berlalu dengan sangat cepat aku sangat bosan hari ini. Aku memutuskan untuk ke rumah sakit karena aku harus memeriksakan kesehatan ku ya karena belakangan ini kepala ku sangat sering sekali sakit. Aku pun bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit. Setelah selesai aku langsung keluar kamar.
"Nona mau kemana? Mau saya antar?
"Gak usah aku hanya mau ketemu temen sebentar aja kok.
"Tapi kata tuan, saya harus mengantar nona kemana saja nona pergi.
"Gak usah gak papa nantik aku mau nelfon cristyan.
"Baik kalau begitu nona. Hati hati di jalan.
" Iya.
Setelah itu aku pun jalan keluar karena aku sudah memesan taxi jadi aku tak perlu menunggu lama. Aku pun menaiki taxi yang aku pesan, tak lama kemudian aku pun sampai di rumah sakit aku langsung mendaftar dan menunggu. Tak lama nama ku di panggil aku pun masuk setelah itu dokter melakukan pemeriksaan CT Scan aku masih harus nunggu.
Sekitar 1 jam kemudian aku pun di panggil karena hasilnya sudah keluar aku langsung duduk di kursi depan dokter.
"Gimana dok?" Tapi dokter itu hanya diam saja
"Berapa lama lagi dok?
"6 bulan.
__ADS_1
"Baik terima kasih dok.
Setelah itu aku mengambil hasil pemeriksaan ku lalu pergi. Secepat ini kah aku harus meninggalkan cristyan padahal aku sekarang sudah mencintai dirinya meskipun aku tau kalau dia tak bersalah atas kematian keluarga ku. Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit sampai bryan memanggil ku setelah berbincang sebentar aku langsung pergi. Tapi ternyata hasil pemeriksaan yang aku pegang jatuh bryan menanyakannya kepada ku aku hanya menjawab seperlunya saja. Setelah itu aku pun langsung pergi. Pikiran ku sangat kacau entah kenapa tapi aku tak ingin meninggalkan cristyan ajh sudah sangat sangat mencintai bahkan cinta yang aku punya sekarang lebih besar dari pada dulu. Rencana yang aku rencana kan untuk menghancurkannya semuanya berantakan bahkan bryan tak menanyakan tentang rencana ku ya mungkin dia tau kalau aku masih sangat mencintainya. Entah kenapa kepala ku sangat sakit dan semuanya menjadi gelap.