
Setelah itu aku dan cristyan pun berjalan kea rah restoran saat akan menyebrang jalan cristyan mengandeng tangan ku begitu banyak mobil dan sepeda motor yang berlalu lalang. Saat aku menghadap kea rah berlawanan aku melihat mama cristyan bersama dengan aina mereka akan menyebrang tapi mama cristyan tak melihat ke arah berlawan dan ada mobil yang akan menabrak mama cristyan aku menghempaskan tangan cristyan lalu berlari kea rah mama cristyan karena aina dia hanya fokus ke hp yang di pegangnya.
“awas.” Kata ku sambil mendorong mama cristyan menjauh dari jalanan dan saat itu mobil yang akan menabrak mama cristyan pun lewat.
“sayang kamu gak papa?" kata ccristyan membantu ku berdiri
“gak papa kok.”
“tante apa tante gak papa. Maaf saya dorongnya terlalu keras.”
“dasar wanita gak tau diri liat liat donk kalau mau dorong orang haha dasar. Liat nih lengan ku jadi lecet dasar wanita murahan gak berpendidikan.”
“ma belva sudah nolongin mama tapi mama gak berterima kasih tapi malah marah marah gak jelas ke belva.”
“apa mama marah marah gak jelas ke belva. Dia sudah dorong mama dengan sangat keras dan lihat tangan mama jadi lecet.”
“belva dorong mama kareena ada mobil yang akan menabrak mama. Mama hanya luka lecet liat belva tangan kanan dan kiri luka parah dan liat lututnya sampai berdarah seperti itu.”
“apa mama harus peduli dengan wanita murahan ini? Bahkan badannya tak berharga.”
“ma cukup mama menghina belva.”
“sayang ayo kita ke rumah sakit obati semua luka luka kamu.”
Setelah itu aku dan cristyan pun masuk ke dalam mobil lalu cristyan membawa ku ke rumah sakit. Saat sampai aku tak di perbolehkan jalan oleh cristyan adia turun lalu memutari mobil dan berjalan kea rah ku. setelah itu dia membuka pintu mobilnya dan mengendong ku masuk ke dalam saat sampai di dalam suster langsung membawakan ku kursi roda. Lalau cristyan mendorong ku ke dalam ruangan di sana ada seorang dokter laki laki yang sangat tampan.
“san cepat tolong istri ku.” kata cristyan saat sampai di dalam
“oke oke angkat dia dan tidurkan di ranjang cepat.”
“oke.”
Setelah itu cristyan mengendong ku dan meletakkan ku di ranjang rumah sakit lalu dia berdiri di samping ku.
“apa yang terjadi?”
“hanya jatuh aja.”
__ADS_1
“dia nolongin mama ku terus dia jatuh. Apa parah lukanya?”
“lumayan sekarang aku bersihkan dan balut dulu tapi kamu harus ganti perbannya 1 hari 2 kali cris sampai dia sembuh kalau ngak luka lukanya akan membusuk dan kemungkinana akan di amputasi.” Kata dokter tampan di depan ku sambil memperban luka di tangan dan kaki ku.
“pasti aku gak akan pernah melewatkannya.”
“oke sudah.”
“sakit ngak sayang?”
“bodoh ya sakit lah.” Kata dokter itu sambil menjitak kepala cristyan
“aku kan tanya sama istri ku bukan kamu.”
“kamu kok mau sih menikah sama dia kalau aku terus jadi cewek gak mau aku menikah sama dia.” Kata dokter itu kepada ku sambil menatap cristyan dengan tatapan jijik
“sembarang lo.”
“mungkin sudah cinta jadinya mau.”
“kayaknya cinta kamu buta ya.”
“ini resepnya dan yang ini oleskan pada lukanya sebelum di perban sebaiknya kau beli 3 mungkin akan cukup sampai sembuh dan ini di minum setelah makan maksimal 1 hari 3 kali.” Kata dokter itu sambil memberikan resepnya kepada cristyan
“makasih dokter ganteng.” Kata ku mengoda cristyan dan seketika membuat cristyan menatap ku dengan tatapan mematikan.
“apa dia ganteng hah masih gantengan aku lah dimana mana.”
“ya ya ya tapi di kampus lebih banyak pacar ku dari pada kamu cris.”
“hah sudah lah capek aku. Makasih.’
Lalu cristyan mendorong kursi roda ku keluar dari ruangan dokter tampan itu. Saat di luar dia hanya diam dan cemberut aku bertanya kepadanya kenapa dia cemberut dia mengatakan kalau dia marah karena aku mengatakn dokter ganteng kepada temannya yang bernama sanusi tadi. Saat di dalm mobil pun dia masih tak berbicara kepada ku aku sampai tak tau harus berbuat apa kepadanya jadi aku hanya diam saja. Tak lama kemudian kamu berhenti di depan apotik cristyan turun dan masuk ke dalam apotik itu saat dia masuk hp ku berbunyi ternyata bryan yang menelfon aku mengangkatnya.
“halo ada apa?”
“katanya kamu kecelakaan?”
__ADS_1
“koneksi mu cepat juga.”
“gak usah mengalihkan pertanyaan jawab pertanyaan ku?”
“iya bukan kecelakaan sih lebih tepatnya aku nolongin mama cristyan yang mau di tabrak mobil terus aku dorongnya terlalu keras jadi aku juga ikut jatuh.”
“terus kamu sudah di bawa ke rumah skait ngak sama cristyan? Atau mau aku bawa ke rumah sakit?”
“gak usah lagian aku juga sudah ke rumah sakit barusan dan luka ku juga sudah di perban kok.”
“ya sudah bagian mana aja yang luka?”
“kedua lutut ku sama lengan ku aja kok.”
“parah ngak?”
“ngak cuman lumayan aja katanya.”
“hah aku kesel banget cristyan gak bisa jaga kamu dengan bener maaf aku gak ada di samping kamu.”
“gak papa kok.”
“ya sudah kamu istrahat yang banyak ya aku masih ada kerjaan.”
“iya.”
Setelah itu sambungan telfon pun terputus. Tak lama kemudian cristyan masuk ke dalam mobil dengan sebuah kantong plastic di tangannya aku ingin ebrbicara kepadanya tapi sepertinya dia masih marah kepada ku. jadi aku hanya diam saja.
Saat sampaidi apartement cristyan langsung membawa ku ke dalam kamar dan mengendong ku lalu meletakkan ku di ranajng. Setelah itu dia tak berbicara dan pergi.
Sekitar 30 menit kemudian dia datang dengan sebuah nampan di tangannya. Saat sampai di depan ku ternyata itu adalah bubur aku tak membuka mulut ku karena aku kesal dia tak mau berbicara kepada ku padahal aku hanya ingin mengodanya saja tadi tapi dia menganggapnya serius.
“ayo bel makan, kamu harsu minum obat.”
“gak aku marah sama kamu. Masa hanya karena hal sepele kayak gitu kamu sudah marah sama aku bahkan aku dari tadi di cuekin sama kamu.”
“iya iya maaf deh aku gak bakalan gitu lagi oke?”
__ADS_1
“tauk lah capek aku sama kamu.”
“ayo donk sayang maafin aku? Aku janji gak bakalan seperti itu lagi sama kamu. Kamu tau kan aku itu cinta banget sama kamu dan aku gak mau kehilangan kamu. Waktu kamu bilang sanusi ganteng aku cemburu banget tadi sayang. Jadi aku minta maaf ya sayang? Sekarang kamu makan terus minum obat aku pengen kamu cepet sembuh aku gak tega liat kamu keskitan kayak gini.”