
Ya toh aku juga tak ingin bertemu dengannya ya walau pun aku masih sangat sangat mencintainya tapi aku yakin kalau aku bisa melupakannya dan menemukan cinta ku yang baru. Setelah selesai menandatangaini kontrak aku langsung berjalan menuju ke ruang kerja bryan saat sampai aku mengetuk pintu
“masuk.” Aku pun berjalan masuk
“ada apa bel?”
“ini kontraknya aku sudah tanda tangani.”
“oke kalau gitu.”
“terus apa yang harus aku lakukan?”
“pertama kamu ubah penampilan kamu dulu.”
“maksudnya?”
“ayo ikut.”
Setelah itu bryan mengajak ku keluar saat sampai di depan mobilnya aku menatapnya dia menyuruh ku untuk masuk. Aku pun masuk ke dalam mobil lalu bryan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sepanjang perjalanan aku hanya diam dan memandang ke luar jendela. Aku harus membalaskan dendam kedua orang
tua ku kalau tidak mereka akan merasa kecewa kepada ku. apa pun yang terjadi aku akan membalaskan dendam kedua orang tau ku dan aku harus melupakan perasaan ku kepada cristyan. Tak lama kemudian kita pun sampai di sebuah salon
“ayo turun.”
“iya.”
“buat apa kita kesini?”
“seatu perubahan harus di mulai dari rambut dan muka.”
“owh oke.”
Setelah itu cbryan langsung mengatakan kalau aku harus di permak ulang terutama di bagian rambut ku setelah itu para transgender itu pun mulai mengutak atik bagian tubuh ku mulai dari rambut wajah dan kuku ku di bagian
tangan dan kaki semua ini membuat ku sangat lelah dan juga ngantuk tapi aku harus membalaskan dendam kedua orang tua ku. sekitar 6 jam kemudian akhirnya selesai dan ini serasa menguras semua tenanga ku ya walau pun aku hanya duduk dengan manis saja. Setelah selesai bryan menghampiri ku aku melihatnya dari kaca di tersenyum kepada ku dan mengatakan oke. Setelah itu dia memberikan sebuah tas belanjaan kepada ku dan menyuruh ku untuk berganti pakaian aku pun langsung menganti pakaian ku setelah selesai aku langsung keluar semua orang di
salon menatap ku dengan pandangan yang tak dapat aku artikan.
“oke selesai ayo.”
Setelah itu aku jalan keluar dari salon ya penampilan ku yang sekarang dengan yang tadi sangat beda jauh setelah masuk ke dalam mobil bryan melajukan mobilnya lagi.
“kamu sekarang sudah berubah secara fisik tapi.”
“tapi kenapa?”
“kamu juga harus merubah sifat kamu.:”
“maksudnya?”
“kamu akan aku angkat menjadi sekertaris pribadi ku.”
“terima kasih.”
“perusahaan ku berkerja sama dengan perusahaan cristyan jadi kamu harus merubah semua gaya bicara kamu, gaya berjalan kamu, dan cara duduk kamu dan itu memerlukan waktu 1 bulan setelah 1 bulan kamu bisa mulai
berkerja.”
“oke kapan aku memulai semua latihan itu?”
“besok.”
“oke.”
Setelah itu bryan pun melajukan mobilnya kembali menuju mansionnya saat sampai sudah lumayan malam kami langsung makan malam dan ya sama seperti cristyan saat makan malam tak boleh ada yang berbicara saat makan
malam di sini sangat sepi bahkan hanya terdengar suara dentingan garpu dan juga sendok yang di pakai setelah selesai makan malam bryan menyuruh ku untuk kembali ke kamar ku dan tidur.
Saat sampai di kamar aku langsung berendam di tambah dengan aroma susu ya sebenarnya dulu aku selelu memakai aroma saat mandi tapi sejak papa bangkrut aku sudah tak pernah memakainya lagi bahkan saat di rumah
cristyan di sana tak ada. Tapi di sini ada jadi aku mengunakannya setelah selesai mencapukan aroma susu ke dalam bak mandi aku langsung berendam ya karena badan ku sangat lelah apa lagi aku duduk selama 6 jam itu membuat pinggang kusangat pegal.
Setelah selesai aku membilas badan ku dan berpakaian. Aku pun langsung ke ranjang saat akan naik aku baru tau kalau di dekat jendela ada rak buku yang banyak dengan buku buku. Aku mendekatinya ternyata semuanya berisi
novel novel dewasa dan remaja aku mengambil beberapa dan kembali ke ranjang ku. setelah itu aku langsung membaca novel yang aku bawa
Aku merasa kalau tubuh ku ada yang menguncang dan ada yang memanggil nama ku aku membuka mata ku ternyata bryan dia menyurh ku untuk bersiap siap untuk sarapan dan jam 8 guru ku akan datang. Kapan aku tidur
__ADS_1
perasaan aku kemarin masih membaca buku. Entah lah aku langsung berjalan ke arah kamar mandi dan menyiram tubuh ku dengan air hangat setelah selesai aku langsung mengambil dres mini di lemari dan memakainya setelah selesai memakai baju dan berdandan aku langsung turun ke bawah saat di meja makan ternyata bryan sedang menunggu ku. setelah itu kami pun mulai sarapan.
Sekitar jam 8 tepat guru ku datang. Bryan menyuruh ku membawanya ke atas untuk belajar saat sampai di atas aku dan guru itu masih berincang bincang sebentar setelah itu pelajaran pertama di mulai yaitu cara duduk dia mengajari ku cara duduk saat dalam keadaan formal atau pun informal. Karena tak biasa duduk seperti itu aku merasa tak nyaman tapi tetap harus aku lakukan dan itu memakan waktu yang cukup lama sekarang pelajaran ke dua yaitu cara berjalan seorang wanita terhormat dia memberitahukan agar aku berjalan dengan tegak dan dagu harus di angkat. Aku mencoba mempraktekannya dan yang ini tak perlu waktu lama yak arena dulu saat masih berkerja jadi wanita malam aku sering melakukannya. Setelah itu kami istirahat untuk makan siang setelah selelsai
makan siang kami melanjutkan pelajaran yang ke tiga ya itu cara bicara aku di latih dari mengucapkan huruf huruf A - Z dan ini juga memakan waktu yang lumayan lama dan tak terasa hari sudah mulai gelap
“saya permisi dulu besok kita lanjutkan lagi.”
“baik terima kasih.”
Setelah itu aku mengantar guru ku keluar dari mansion setelah melihat dia pulang aku langsung masuk dan berjalan kea rah lift karena aku harus kembali ke kamar untuk mandi. Saat pintu lift terbuka aku melihat bryan
“mau kemana?”
“mau ke kamar.”
“setelah selesai turun makan malam.”
“oke.”
Setelah itu aku masuk saat sampai aku langsung mandi sekitar 1 jam kemudian aku sudah selesai bersiap siap. Aku pun keluar dari kamar tapi saat aku keluar aku sangat kaget melihat bryan berdiri di depan pintu kamar ku.
“ngapain kamu di depan pintu?”
“nungguin kamu.”
“kenapa nungguin aku kan biasanya kamu nungguin aku di meja makan?”
“gak papa hanya pengen nunggu aja. Ayo ke meja makan.”
“iya.”
Setelah itu aku mengekorinya dari belakang saat sampai para pelayan bergegas melayani kami dengan makanan. Setelah selesai makan aku di ajak bryan ke ruang kerjanya katanya ada yang harus di bahas dengan ku aku pun menuruti kemauannya saat sampai di ruang kerjanya dia hanya diam saja.
“apa yang mau kamu bicara kan?”
“cerai kan cristyan
“apa?”
“cerai kan cristyan sekarang.”
“kalau kamu ingin balas dendam dengannya kamu harus menceraikannya.”
“oke.”
“ini.” Sambil memberikan sebuah map coklat kepada ku
“apa ini?”
“surat cerai kamu tinggal tanda tangan dan aku akan kirimkan ke cristyan.”
“dia pasti tau kalau aku di sini?”
“gak akan dan gak akan pernah tau.”
“oke.”
“nih baca dan tanda tangani.”
“iya.”
Setelah itu aku langsung membaca surat percerainya yang di berikan oleh bryan rasanya baru kemarin aku menikah dengan criatyan dan sekarang aku sudah sah bercerai dengannya. Aku memang tak bisa membohongi diri
ku kalau aku masih sangat mencintainya tapi aku juga tak bisa membohongi ku kalau aku sangat kecewa kepadanya dan apa yang dia lakukan kepada keluarga ku itu sangatlah tak baik bahkan sangat jahat.setelah selesai menanda tangani surat cerai itu aku langsung keluar menuju ke kamar tanpa sepatah kata pun. Saat sampai di kamar aku langsung membaringkan tubuh ku meratapi hidup ku yang seperti ini. Tak terasa air mata ku keluar ya aku tak bisa menahannya sebenarnya aku tak ingin berpisah dengan cristyan karena aku masih sangat
sangat mencintainya tapi aku harus melakukan ini karena aku harus membalaskan dendam kedua orang tuaku.
Hari demi hari aku lewati dengan pelajaran tentang cara berjalan, makan, berbicara, dan juga prilaku tak terasa 1 bulan berlalu dengan sangat cepat sekarang aku sedang bersiap siap ya aku sedang bersiap siap untuk pergi ke kantor karena sekarang aku resmi menjadi sekertaris dari bryan. Setelah selesai aku langsung berjalan menuju lift saat pintu lift terbuka aku melihat bryan dia menatap ku dari atas hingga bawah. Aku tersenyum dan mengacungkan 2 jempol untuk ku.
“very good.”
“thanks.”
Setelah itu aku masuk ke dalam lift saat di dalam kami tak saling berbicara tapi aku tau kalau bryan sejak tadi sedang menatap ku. saat pintu terbuka bryan keluar terlebih dahulu aku mengikutinya dari belakang. Setelah selesai sarapan aku dan bryan langsung menuju mobil ya kami akan ke kantor dan mulai saat ini rencana ku akan
di mulai.
__ADS_1
Saat sampai di kantor semua karyawan menatap ku ya sesuai yang di ajarkan aku harus tetap cuek dan menatap ke depan. Saat sampai di ruangannya aku langsung menyiapkan document document yang akan kami gunakan untuk rapat yang akan kami kerjakan sebentar lagi. Setelah semua selesai aku langsung menyerahkannya kepada bryan setelah memeriksanya dia menyuruh ku untuk duduk di depannya.
“ada apa?”
“sudah siap?”
“siap.”
“oke kalau gitu sebentar lagi kita jalan dan di sana ada cristyan aku sudah pastikan kalau dia akan datang.”
“bagus lah.”
“kamu tau kana pa yang harus kamu lakukan.”
“tenang sudah 1 bulan aku belajar dan itu gak akan aku sia sia kan.”
“bagus kalau gitu ayo jalan.”
Aku pun menganggu dia berdiri dan memakai jasnya. Dia berjalan terlebih dahulu aku mengambil document document itu lalu mengikutinya dari belakang. Aku sangat gugup bahkan tangan ku sudah dingin tapi aku harus bisa agar semuanya berjalan dengan lancar dana ku bisa membalaskan dendam kedua orang tua ku. tak lama kemudian kita pin sampai di ruangan rapat dan ya di sana sudah banyak sekali orang. Tapi aku di suruh menunggu di luar dulu baru kalau bryan memanggil nama ku aku akan masuk.
“selamat pagi.” bryan
“sebelum saya mulai rapat ini saya perkenal kan dulu sekertaris pribadi saya belva.”
“silahkan masuk.” Setelah itu aku masuk semua orang menatap ku dan itu membuat ku seperti terimtimidasi tapi aku harus tenang saat berjalan ke arah bryan aku melihat cristyan sedang menatap ku dengan mata yang terbuka
lebar.
“halo perkenalkan nama saya belva sekertaris bryan yang baru.”
“selamat.” Kata semua orang yang ada di ruangan itu ya kecuali cristyan dia terus menatap ku tanpa henti
“kalau begitu mari kita mulai.”
Setelah itu rapat pun di mulai aku menjelaskan tentang rencana rencana tentang proyek baru yang akan kami kerja selama 5 tahun ke depan. Setelah selelsai menjelaskan akhirnya mereka semua setuju dengan proposal yang
aku ajukan. Sekitar 1 jam kemudian rapat pun di bubar kan semua orang keluar satu per satu. Saat aku dan bryan akan keluar kami di hadang oleh cristyan
“ada yang bisa saya bantu pak cris?”
“kenapa dia bisa sama kamu. Dia itu istri saya.”
“maaf maksud anda siapa?”
“dia belva adalah istri saya.”
“oh benerkan begitu belva? Apakah kamu mengenal pak cristyan? Dan apa kah benar kamu istrinya?”
“bukan.”
“bel aku tau kalau aku telah membuat suatu kesalahan tapi aku sudah bilang sama kamu aku itu cinta sama kamu aku tulus cinta sama kamu bel. Aku gak bohong aku khawatir sama kamu ayo kita pulang.” Crustyan menarik tangan ku tapi bryan menahannya
“maaf tapi dia sekertaris pribadi saya.”
“tapi dia istri saya pak bryan.”
“oiya kapan anda menikah?”
“beberapa bulan yang lalu.”
“anda pasti salah dia sudah menjadi sekertaris saya selama 1 tahun dia saya perkerjakan di luar negeri dan sudah 6 bulan di sini.”
“itu gak mungkin. Bel bilang sama dia kalau kamu kenal sama aku kalau kamu itu istri aku.” Cristyan mengoncang goncang tubuh ku
“maaf tapi saya tak mengenal anda. Ayo kita kembali karena kita harus melakukan beberapa perkerjaan.”
“oke ayo. Kalau begitu saya permisi pak cristyan.”
Setelah itu bryan membawa ku keluar ya walau pun cristyan terus menerus memanggil manggil nama ku. aku tak membalikkan badan aku dan bryan terus berjalan saat sampai di ruangan bryan pikiran ku kacau antara benar dan
salah. Tapi aku tak akan pernah punya pilihan aku harus melakukan semuanya dengan tuntas agar aku bisa melihat arwah mama dan papa tenang di sana
“bagus kamu melakukan yang terbaik.”
“itu berkat kamu.”
“oke sekarang kita pulang. Aku rasa kamu perlu menenang kan diri untuk beberapa saat.”
__ADS_1
“oke.” Setelah itu kita pun kembali ke mansion bryan.
Saat sampai bryan menyuruh ku untuk istrirahat aku pun masuk ke dalam kamar lalu mandi setelah selesai mandi aku langsung tidur yak arena semua yang aku lakukan menguras tenanga ku ya lebih tepatnya menguras batin ku.