
Beberapa hari ini kepala ku makin hari makin sakit aku masih tak sempat memeriksakannya karena cristyan selalu mengantarkan ku kemana saja saat aku ingin pergi ke suatu tempat. Aku tak ingin dia tau karena aku tau mau membuat dia menjadi khawatir. Sekarang aku sedang dalam perjalanan ke kantor cristyan ya aku dan cristyan juga sudah janjian untuk makan siang di kantornya saat sampai aku dan cristyan langsung pergi menuju restoran favorit kami. Saat sampai kami pun langsung memesan tak lama kemudian makanan pun datang. Saat sedang asik memakan makanan yang kami pesan hp cristyan berdering cristyan melihat kepada ku
“udah angkat dulu siapa tau penting.”
“ya sudah tunggu bentar ya?”
“iya.”
Setelah itu cristyan pun mengangkat telfonnya dan saat aku melihat dari ekxpresinya sepertinya ada yang tidak beres. Setelah selesai cristyan pun berjalan dengan sangat cepat ke arah ku.
“kenapa?”
“ayo ke rumah sakit sekarang mama kecelakaan.”
“apa mama maksud kamu mama kamu”
“iya.
“ya sudah ayo.
Setelah itu aku dan cristyan pun langsung menuju ke rumah sakit saat di jalan aku melihat cristyan sangat tidak tenang aku mencoba untuk menenagkan dirinya tapi tak berhasil. Saat sampai di rumah sakit aku dan cristyan langsung berlari menuju ke ICU di sana ada papa cristyan.
“pa gimana keadaan mama?”
__ADS_1
“mama kamu masih di dalam.
“apa yang terjadi kok mama bisa seperti ini?”
“tadi mama kamu bilang mau keluar sama Aina entah mereka akan kemana tapi tadi saat sampai di sini aina langsung pamit pulang katanya masih ada janji dengan seseorang.”
“terus siapa yang nelfon papa?”
“suster di sini.”
Setelah itu kami pun saling diam tanpa bicara sedikit pun tak lama kemudian dokter pun keluar dia mengatakan kalau mama cristyan membutuhkan transfuse darah satu persatu di cek oleh dokter dan kata dokter aku yang paling cocok dengan darahnya mama cristyan aku juga bingung kenapa bisa begitu. Kata dokter yang mengatakan kepada ku kalau darah ku adalah termaksud golongan darah yang cukup langka. Aku pun di panggil ke ruang dokter tanpa cristyan atau pun papa cristyan saat sampai aku langsung duduk di depan dokter.
“apa kamu bersedia mendonorkan darah?”
“tapi keadaan kamu lemah san kamu memiliki kangker otak itu akan memperngaruhi kesehatan mu untuk kedepannya.”
“gak papa dok saya juga sudah tau kok.
“sebaiknya pikirkan kembali dan saya juga akan mencari pendonor lain. Karena ini menyangkut hidup dan nyawa diri mu.”
“gak papa dok udah donorin aja. Lagian semua hal yang aku inginkan juga sudah tercapai kok dok.”
“baik silahkan tanda tangani ini.”
__ADS_1
“apa ini dok?”
“ini adalah surat bahwa kamu rela mendonor kan darah meskipun kamu dalam keadaan sekarat.”
“oke dok. Ini sudah saya tanda tangani.” Kata ku sambil menyerah kan document yang tadi di berikan oleh dokter.
“baik terima kasih.”
“hmmm…. Mmmm dok saya boleh minta sesuatu ngak?”
“apa itu?”
“tolong jangan bilang ke siapa pun kalau aku mempunyai penyakit kangker dan jangan bilang ke mama cristyan kalau saya yang mendonorkan darah untuknya?”
“kenapa?”
“karena ada sesuatu yang harus saya selesai kan dok.
“baik saya tak akan memberitahukan kepada mereka.”
“baik terima kasih dok. Kalau begitu saya permisi dulu
“iya.
__ADS_1