
setelah itu agata dan naila berjalan terlebih dahulu setelah itu aku pun berjalan masuk semua orang menatap ku aku berjalan dengan pelan kea rah cristyan yang menatap ku dengan pandangan heran. Entah lah apa yang dia lihat tapi yang aku fikirkan saat ini aku sangat gugup bahkan tangan ku sangat dingin karena gugup saat sampai
cristyan langsung berjalan ke arah ku dan mengandeng ku tangan ku dan membawa ku berjalan menuju altar.
“Cristyan Carlos bersediakan anda hidup bersama dengan Aerilyn Bellvania Cinta Kirana dalam keadaan senang mau pun susah dan ada di saat sakit mau pun sehat?” kata pendeta
“ya saya bersedia.” Kata cristyan menghadap diri ku
“dan Aerilyn Bellvania Cinta Kirana apakah anda bersedia hidup bersama dengan Cristyan Carlos dalam keadaan senang mau pun susah dan dalam keadaan sehat mau pun sakit?’ kata pendeta
“ya saya bersedia.” Kata ku sambil melihat cristyan
“baik saya resmikan kalian sekarang sah menjadi suami istri silahkan sang suami untuk mencuim sang istri.” Kata pendeta
Setelah itu cristyan pun langsung mencium diri ku di iringi dengan tepuk tangan semua orang yang menyaksikan pernikahan ku dan juga cristyan. Aku melihat mata cristyan dan aku bahagia bisa hidup bersama dengan laki laki yang aku cintai. Aku berharap bisa hidup bersama dengan dirinya selamanya.
Setelah selesai dengan acara resepsi kita pun kembali ke apartement saat sampai aku langsung menghapus riasan wajah ku denga toner dan aku juga di bantu oleh cristyan membuka kan perhiasan yang di pasang di rambut ku. Setelah selesai aku masuk ke dalam kamar mandi dan membuka baju lalu mandi karena badan ku sangat gerah. Setelah selesai mandi aku pun keluar ya cristyan tadi mandi di kamar sebelah. Setelah itu aku pun berpakaian dan naik ke ranjang.
“sayang.” Kata cristyan
“hem?” kata ku sambil menarik selimut untuk menghangat kan tubuh ku
“aku bahgia bisa sama kamu sekarang.” Kata cristyan
“aku juga.” Kata ku
“terus kapan kita ke rumah orang tua kamu cris?” kata ku
“minggu depan ya?” kata cristyan
“oke.” Kata ku
Setelah itu kita pun berciuman dan ya entah lah itu semua terjadi dan sekarang aku melakukannya dengan bahagia karena sekarang aku berhubungan badan dengan laki laki yang aku cintai dan dia juga sudah menjadi suami ku secara sah.
Keesokan harinya aku bangun lebih pagi karena aku harus menyiapkan sarapan untuk cristyan setelah selelsai memasak aku membangunkan cristyan tapi dia malah gak mau bangun lalu memeluk ku untuk tidur kembali. Aku mendorongnya agar menjauh karena aku harus mandi badan ku sudah bau dengan masakan setelah berhasil melepaskan diri dari cristyan aku langsung saja berlari ke kamar mandi.
Sekarang aku sedang menyiapkan air hangat untuk berendam setelah memastika airnya pas aku pun mulai berendam sambil memejamkan mata ku menikmati air hangat yang serasa memijat mijat badan ku tapi aku merasakan kalau air yang aku gunakan untuk berendam seperti tergoyang goyang padahal aku sejak tadi hanya diam saja dan tunggu seperti ada kaki di kaki ku aku langsung membuka mata
“AAAHHHHHHH.” Kata ku karena kaget
“apa sih sayang.” Kata cristyan
“kamu ngangetin sih.” Kata ku kesal
“maaf deh.” Kata cristyan sambil duduk di depan ku
“kamu ngapain ke sini kan bisa mandi di kamar sebelah.” Kata ku
“emang salah ya mandi bareng sama istri sendiri?” kata cristyan
“ya gak salah sih tapi aku kan malu.” Kata ku
“malu kenapa?” kata cristyan
“ya malu aja.” Kata ku
“sudah gak usah malu sini.” Kata cristyan sambil menarik ku sampai aku terduduk di pangkuannya
“eh.” Kata ku karena kaget
“sudah sini duduk yang anteng oke.” Kata cristyan
“aku sayang banget sama kamu. Aku mau kamu janji sama aku kalau kamu gak bakalan ninggalin aku sendiri.” Kata cristyan
“iya aku janji sama kamu.” Kata ku
“apa pun yang terjadi kamu gak bakalan ninggalin aku?” kata cristyan
“iya janji.” Kata ku
Setelah itu kita pun membilas badan bersama sama untungnya aku masih memakai pakaian ya walau pun sangat tipis. Setelah selesai mandi kita pun berpakaian dan mulai sarapan. Setelah selesai sarapan cristyan mengajak ku ke mall untuk berbelanja beberapa baju ya awalnya aku tak mau tapi dia malah marah kepada ya akhirnya mau tak mau aku menyetujuinya. Dia mengajak ku ke suatu bukti saat sampai seorang wanita yang sangat cantik menghampiri kita ya lebih tepatnya menghampiri cristyan saat sampai di depan kita dia langsung saja memeluk cristyan tanpa melihat diri ku dan itu membuat ku sangat marah.
“cris apa kabar kangen tauk.” Kata wanita itu
“baik.” Kata cristyan sambil mendorong sedikit jauh dari cristyan
“kok gitu sih biasanya kita pelukan juga gak papa.” Kata wanita itu
__ADS_1
“aku sekarang sudah punya istri.” Kata cristyan
“oh iya jadi kamu sudah nikah mana Aina?” katanya sambil melihat ke belakang cristyan
“gak aku gak nikah sama Aina tapi sama ini namanya selda.” Kata cristyan
“halo.” Kata ku
“oh dia.” Katanya sambil melihat penampilan ku dari bawah sampai atas itu membuat ku gugup
“iya gimana cantik kan?” kata cristyan
“ya lumayan lah. Eh ayo masuk.” Kata wanita itu sambil menarik cristyan masuk dan meninggalkan ku ya tentu saja aku mengikutinya dari belakang
“iya.” Kata cristyan
“terus kamu ngapain ke sini.” Kata wanita itu sambil menyilahkan cristyan duduk aku duduk di sebelah cristyan
“aku mau cari baju buat istri aku. Kamu tolong pilihin ya.” Kata cristyan
“oh oke ayo ikut aku.” Katanya
“iya.” Aku pun berdiri dan mengikuti wanita itu ke sebuah ruangan lalu di mengambil beberapa baju dan berjalan kea rah ku
“nih coba aja.” Katanya sambil melemparkan baju baju itu kepada ku
“iya.” Kata ku
“eh maaf dimana ruang gantinya?” kata ku
“tuh.” Katanya
Setelah itu aku mencoba beberapa baju yang di pilihkan oleh teman cristyan tapi semua baju baju yang di pilihkan olehnya ada yang terlalu besar untuk ku dan juga ada yang terlalu kecil untuk ku aku kembali menganti baju ku yang semula setelah selesai aku membawa semua baju baju itu kepada temannya cristyan
“ini baju bajunya gak ada yang pas buat aku, ada yang terlalu besar dan terlalu kecil buat aku.” Kata ku
“hah nyusain banget sih jadi orang.” Kata wanita itu
“maaf.” Kata ku
“nih.” Katanya sambil melemparkan baju baju itu lagi kepada ku.
lalu baju baju yang ada di tangan ku di ambilnya dengan sangat kasar. Kenapa dia harus seperti itu padahal aku tak membuat kesalahan apa pun kepadanya aku pun kembali masuk ke dalam ruang ganti aku membuka baju dan
kembali mencoba beberapa baju baju yang di pilihkan oleh temannya cristyan satu persatu aku tapi semuanya tak ada yang cukup untuk ku. Aku pun kembali keluar sambil memebawa baju baju itu kembali
“maaf tapi ini semua baju bajunya gak ada yang cukup buat aku.” Kata ku
“hah kamu ini ngerepotin banget sih. Ya biasa lah ya dulunya kan wanita malam jadi ngerepotin badan kamu tuh kegendutan mangkanya jadi cewek jaga badan donk masa semua baju gak ada yang cukup sih dasar.” Kata nya
“maaf tapi apa salah ku kok sampai kamu marah marah sama aku?” kata ku bingung karena dia marah kepada ku
“salah mu itu jadi istrinya cristyan yang biasanya jadi istrinya cristyan itu Aini bukan kamu cewek murahan kamu pakek jambit jambi ya.”
“stop sudah cukup kamu ngehina istri aku, aku gak nyangka kalau kamu seperti itu sama istri ku el.” Kata cristyan
“aku capek banget sama dia masa dia mintak baju baju ke aku dan bilang kalau baju baju aku itu jelek jelek dan lihat dia ngelempar baju baju aku gitu aja.” Kata wanita itu memfitnah ku
“gak cris situ bohong aku berani sumpah kalau itu bukan aku yang ngelakuin.” Kata ku membela diri
“heh kamu punya mulut di jaga donk kamu yang berbuat jahat tapi kamu gak mau ngakuin ya namanya juga cewek murahan yang tetep aja murahan.” Kata wanita itu
“DIAM EL AKU TAU SEMUANYA DAN AKU JUGA DENGER DARI TADI KAMU YANG SALAH APA MAU MU AKU KE SINI KARENA AKU PERCAYA SAMA KAMU TAPI KAMU MALAH FITNAH DAN MELECEHKAN ISTRI AKU. Sudah sayang aku kita pulang cari butik yang lain.” Kata cristyan sambil menarik tangan ku dan membawa ku pergi
“cris aku bisa jelasin cris.” Kata wanita itu
“cris dia masih mau ngomong sama kamu.” Kata ku
“sudah gak usah di dengerin oke.” Kata cristyan tetep menarik ku pergi
Setelah sampai di mobil cristyan membawa ku kembali ke apartement saat di perjalanan barusan dia tak berbicara sedikit pun dan dia juga mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. Saat sampai di rumah dia langsung naik ke atas ranjang
“kenapa?” kata ku
“hah aku kesel banget sama elivia apa maunya kenapa dia ngehina kamu.” Kata cristyan
“sudah aku gak papa kok beneran.” Kata ku
__ADS_1
“aku minta maaf ya sayang, seharusnya aku gak bawa kamu kesana.” Kata cristyan
“gak papa kok. Sudah jangan marah lagi oke?” kata ku
“iya.” Kata cristyan Setelah itu kami membicara kan hal lain yang memebuat cristyan tak lagi marah.
Tak terasa 4 hari berlalu dengan sangat cepat sekarang aku dan cristyan sedang di perjalanan menuju super market untuk membeli beberapa barang yang akan di bawa ke rumah mertua ku. Saat sampai kami langsung berbelanja beberapa kebutuhan seperti kue, sirup, dan juga buah setelah selesai kami pun ke sebuah butik untuk di pakai saat aku ke rumah orang tua cristyan setelah membeli baju, sepatu, dan tas kami pun kembali ke apartement. Aku pun mulaai merapikan beberapa barang yang akan di bawa ke rumah orang tua cristyan ya aku memintanya untuk mempercepat ke rumah orang tuanya karena aku tak tenang jika kami tak memberitahukan tentang pernikahan ku dan cristyan dan akhirnya dia menyetujuinya dan kita akan ke rumah orang tua cristyan besok pagi.
Keesokannya aku dan cristyan langsung berjalan menuju ke rumah orang tuanya saat sampai kami di sambut olah seorang laki laki paruh baya.
“cris.” Kata laki laki paruh baya itu
“pa apa kabar?’ kata cristyan dan ternyata itu adalah papanya cristyan
“baik, kamu gimana?” kata papa cristyan
“baik juga kok pa.” kata cristyan
“terus ini siapa?” kata papa cristyan menunjuk ke arah ku
“ini belva pa istri aku.” Kata cristyan
“kamu sudah menikah?” kata papa cristyan kaget
“iya pa, maaf gak ngabarin.” Kata cristyan
“ya sudah gak papa.” Kata papa cristyan
“halo om saya belva.” Kata ku sambil memberikan salam
“oh iya halo, ya sudah ayo masuk kebetulan mama kamu juga ada di rumah.” Kata papa cristyan
“iya pa.” kata cristyan
Setelah itu kami pun masuk dan di persilahkan untuk duduk setelah itu papa cristyan pergi katanya untuk memanggil mamanya cristyan. Tak lama kemudian papa cristyan datang dengan mamanya cristyan saat melihat cristyan dia langsung memeluknya
“buat apa kamu bawa wanita murahan ini ke sini?” kata mama cristyan
“alias jaga bicara kamu.” Kata papa cristyan
“apa aku salah bicara bukan kah kamu hanya seorang wanita murahan.” Kata mama cristyan
“halo tante apa kabar.” Kata ku sambil menyalaminya
“najis aku di pegang sama kamu.” Kata mama cristyan sambil memnarik tangannya
“ma apaan sih.” Kata cristyan
“apa mama salah.” Kata mama cristyan
“salah karena mama gak berhak untuk menghina istri aku.” Kata cristyan
“ apa? APA KAMU BILANG.” Kata mama cristyan marah
“ya dia sekarang istri aku karena kita sudah menikah.” Kata cristyan
“kamu cerai kan sekarang dan kamu buang dia jauh jauh mama gak sudi punya mantu seperti dirinya yang mama mau hanya AINA dan hanya dia.” Kata mama cristyan
”aku gak cinta sama aina ma mama harus mengerti.” Kata cristyan
“cinta itu bisa datang belakangan. Cepat atau lambat kamu nanti akan mencintai aina juga.” Kata mama cristyan
“terserah mama tapi aku tetep gak mau menikah sama aina. Karena aku hanya mencintai belva.” Kata cristyan
“ma sudah nantik asma kamu kambuh lebih baik kita bicarakan semua baik baik apa salahnya kalau anak mu itu menikah dengan belva?” kata papa
“salah bahkan sangat salah pa. kamu tau siapa wanita yang di nikahi oleh anak kamu?” kata mama tapi papa hanya diam saja
“dia adalah wanita malam yang di beli oleh cristyan di sebuah bar bahkan dia sudah di tiduri oleh banyak laki laki.” Kata mama cristyan
“apa itu benar cris?” kata papa cristyan
“iya itu semua betul.” Kata cristyan
“betul kata mama kamu lebih baik kamu tinggalin dia dan menikah sama aina.” Kata papa cristyan
“iya betul apa yang di katakana oleh mama dan papa kamu cris. Lebih baik kamu menikahi aina dan cerai kan aku. Aku hanya wanita murahan.” Kata ku
__ADS_1