
“iya aku maafin.”
“ya sudah kamu makan tapi aku suapin oke? Tangan kamu jangan banyak gerak biar gak sakit.”
“oke oke.”
Setelah itu criastyan pun mulai menyuapi ku sedikit demi sedikit setelah selesai makan aku pun minum obat. Setelah minum obat cristyan menemani ku berbaring dan ya dia memeluk ku.
“maaf.”
“maaf buat apa?”
“maaf sudah gak bisa jaga kamu dengan bener.”
“kamu sudah jaga aku kok sayang.”
“aku sakit hati banget padahal kamu sudah nolongin mama ku tapi mama aku malah mencaci maki kamu sampai seperti itu apa lagi di depan banyak orang aku minta maaf ya sayang atas kelakukan mama ku?”
“gak papa kok cris aku ngerti kok.”
“aku beruntung banget sama punya istri kayak kamu.”
“aku yang lebih beruntung.”
“kenapa?”
“karena kamu sudah sangat sangat mencintai aku.”
__ADS_1
“itu sudah menjadi kewajiban ku untuk mencintai kamu sayang. Dan aku juga sudah janji kan kalau kamu dalam keadaan sakit atau pun sehat aku akan selalu ada di samping kamu dan aku akan ada di samping kamu sampai kapan pun.”
“beneran?”
“iya beneran.”
“oke. Cris aku tidur dulu ya aku ngantuk banget.”
“iya.” Setelah itu aku pun tidur begitu pun dengan cristyan
2 hari berlalu dengan sangat cepat hari ini cristyan sedang kerja ya sebelum kerja dia menganti perban ku terlebih dahulu. Saat sedang asik menonton TV kepala ku sangat sakit ya penyakit ku kambuh lagi. Aku mengambil obat ku yang ada di laci dekat tempat tidur ku aku mengambilnya tapi obat ku terjatuh ke lantai aku mengambilnya satu dan meminumnya sakit di kepala ku sudah sedikit demi sedikit hilang. Dan sudah beberapa hari ini sakit kepala ku sering kambuh mungkin waktu ku sudah tak lama lagi. Aku juga masih belum memeriksakan penyakit ku kembali ke dokter karena aku tak ada waktu untuk ke rumah sakit. Aku memungut obat obat yang jatuh ke lantai lalu menaruhnya lagi ke dalam botol dan meletak kannya kembali ke laci.
Sudah 1 minggu tapi luka ku masih saja tak sembuh dan ya Setiap hari saat pagi dan sore hari cristyan membalut luka ku dengan sangat hati hati bahkan dia sampai sangat konsentrasi saat aku mengajaknya bicara dia tak
menjawab ku malah dia menyuruh ku untuk diam. Sekarang luka ku sudah sedikit mengering mungkin satu minggu lagi akan sembuh dan bisa berjalan ya sebenarnya aku bisa berjalan tapi cristyan tak memperbolehkan ku untuk berjalan bahkan kalau aku ingin keluar dia mendudukan ku di kursi roda dan itu membuat ku seperti orang lumpuh. Bahkan di saat aku mandi dan ingin buang air kecil dia mengantarkan ku. sebenarnya aku malu kepadanya tapi dia berkata aku tak boleh malu karena aku dan cristyan sudah sah menjadi suami istri.
“oh ada wanita murahan di sini dan dia sedang santai santai ya.”
“maaf tante saya gak bisa berdiri karena kaki saya sakit.”
“dasar wanita gak tau malu. Meskipun kamu sudah menyelamatkan saya. Saya masih gak sudi menerima kamu mendjadi menantu saya karena yang hanya akan saya anggap menantu itu aina dan hanya dia calon emnantu di keluarga saya.”
“maaf tante tapi saya gak meninggalkan cristyan saya mencintainya.”
“hah dasar wanita jal*ng dasar gak tau malu.” Kata aini dan dia menarik ku hingga aku jatuh ke lantai
“aahhhhh kaki ku sakit aku mohon bantu aku lutut ku sangat sakit.” Kata ku meninta pertolongan kepada mama cristyan dan juga aina
__ADS_1
“hah kamu minta tolong dan kamu bilang kaki kamu sakit. Yang ini ya?”
“ahhhhhhhhhhhh sakita ku mohon jangan sakit. Aku salah apa ke kalian aku mohon jangan sakit.” Kata ku karena aina menginjak luka yang ada di lutut ku dengan heels yang dia kenakan
“salah kamu itu karena kamu telah merebut cristyan dari aku rasakan ini.”
“aku mohon jangan sakit. Aku mohon itu sangat sakit aku minta maaf tapi tolong jangan menginjak kaki ku lagi itu sakit.” Kata ku terisak karena kaki ku makin di injak injak oleh aina sedangkan mama cristyan dia hanya diam saja melihat ku di injak injak oleh aina
“oke aku akan lepasin kamu.” Kata aina melepaskan kakinya dari luka ku dan saat aku lihat ternyata luka ku kembali mengeluarkan darah
“apa salah ku kepada kalian sampai kalian menyiksa ku seperti ini?”
“salah mu karena telah menikahi cristyan.”
“apa salah ku sangat besar ketika menikahi cristyan hingga kalian selalu menyiksa ku? dan tante apa anda pernah memikirkan bahagimana perasaan cristyan dan apa yang di inginkan oleh cristyan?”
“aku ibunya dan aku tau apa yang dia ingin kan dan apa yang gak dia ingin kan jadi lebih baik kamu tutup mulut dan jangan sampai cristyan tau kalau aku dan aina datang ke sini ingat itu.”
“aku hanya ingin bersama dengan cristyan karena aku mencintai cristyan.”
“kamu masih berani menjawab dasar wanita muarahan.”
Setelah itu aina kembali menginjak injak luka yang ada di lutut ku bahkan dia menendang luka yang ada di lengan ku aku hanya bisa memegang kakinya untuk melepaskan kakinya yang terus menginjak injak tapi aku tak berhasil Karena tenaga ku tak ada. Dan rasanya sangat sakit bahkan semua kain kasa yang di balut kan di tangan dan lutu ku sudah penuh dengan darah ku aku tak bisa melakukan apa apa aku hanya bisa menangis dan minta tolong untuk di lepaskan tapi aina masih terus menemdang tangan ku dan juga kaki ku bahkan dia tertawa dengan sangat keras.
“aku mohon jangan.” Kata ku kepada aina karena aku sudah tak kuat menahan rasa sakit di tangan dan juga kaki ku
“aku tak peduli karena aku bahagia melihat kamu kesakitan dan menderita ha ha ha ha ha ha ha.”
__ADS_1