
"Udah deh Yan gak usah mulai oke" kata belva masih menghadap ke arah pemandangan ya mungkin dia mengira aku adalah bryan.
"Sayang ini aku" dia langsung menoleh.
"Kamu sedang apa di sini?"
"Ini cara kamu buat ninggalin aku? Ini cara kamu buat nyakitin aku? Aku salah apa bel? Sehingga kamu gak beritahu aku tentang penyakit kamu, malah kamu ninggalin aku asal kamu tau aku gak akan pernah merasa di susah kan oleh wanita yang aku cintai" kata ku kepada belva sambil berlutut di depannya.
"Apa yang kamu bilang aku sehat sehat aja, bahkan aku gak sakit kok."
"Aku sudah tau semuanya tentang penyakit kamu. Apa aku segitu gak pantasnya ada di samping kamu?
"Cris bukan itu maksud ku."
__ADS_1
"Aku cuman mau kamu janji sama aku kalau kamu gak bakalan ninggalin aku lagi apa pun yang terjadi aku cinta banget sama kamu bel. Kamu itu hidup aku."
"Tapi cepat atau lambat aku akan meninggal cris"
" Di saat itu juga aku akan selalu ada di samping kamu, bahkan aku gak akan menikah lagi karena aku cinta banget sama kamu"
" Makasih cris."
"Kita berdua suami istri jadi gak perlu kata kata seperti itu oke?
Setelah itu aku memanggil bryan kami berbincang bincang yang membuat belva tertawa. Saat melihatnya tertawa lepas aku bahagia ya meskipun hati ku sakit melihatnya seperti itu. Tapi untuk saat ini aku harus membuatnya tertawa. Aku akan berusaha untuk membuatnya sembuh ya walaupun aku tau jawabannya apa.
Sudah 3 bulan di lewati keadaan belva makin hari makin memburuk aku selalu ada di sampingnya dan sekarang aku tinggal di rumah bryan ya walau pun awalnya aku dan belva ingin pindah tapi bryan melarang ku dengan alasan kesehatan belva mau tak mau aku pun menurutinya dan sejak aku kabur dari pernikahan ku aku sudah tak pernah berhubungan lagi dengan aina dan Mama. Kalau papa dia masih sering mengirimi ku pesan ya dia mendukung keputusan ku.
__ADS_1
Hari ini aku dan belva serta bryan sedang duduk di kursi taman rumah bryan menikmati pemandangan. Saat sedang berbincang bincang tiba tiba belva mengeluh kalau kepalanya terasa sangat sakit aku langsung berdiri dan menggendongnya membawanya ke rumah sakit. Bryan yang menyetir sedangkan aku bersama dengan belva di belakang aku sangat khawatir dengannya karena sejak tadi dia memegang kepalanya dan mengatakan kalau kepalanya terasa sangat sakit. Saat sampai di rumah sakit aku langsung menggendongnya menuju UGD. Saat sampai aku dan bryan di suruh menunggu di luar ruangan.
"Yan gimana kalau ada apa apa sama dia?" Kata ku sambil menutup wajah ku karena aku sangat frustasi aku bingung aku harus berbuat apa.
"Tenang dia kuat, dia pasti akan baik baik saja"
"Aku harap begitu."
Setelah itu aku menunggu di depan pintu dengan cemas kenapa di dalam dokter sangat lama memeriksanya. Sekitar setengah jam kemudian dokter pun keluar aku dan bryan langsung berlari menuju ke arah dokter.
"Bagaimana keadaan belva dok?" Kata ku
"Apakah kalian yang bernama cristyan dan bryan?
__ADS_1
"Iya benar dok itu kami.
"Keadaannya sangat kritis dan dia ingin bertemu dengan kalian, silahkan masuk. Dan jangan buat banyak bicara"