
"Bagaimana keadaan belva dok?
"Dia sudah sangat kritis dan saya harap dia bisa di rawat di sini.
"Baik lakukan saja dok lakukan yang terbaik.
"Baik.
"Sebaiknya anda selesaikan pembayarannya terlebih dahulu.
"Baik.
Aku pun langsung berlari menuju kasir saat sampai aku langsung membayar dan menyebut nama belva setelah selesai membayar aku langsung kembali ke ruang ICU tak lama kemudian dokter yang tadi menemui ku keluar bersama dengan belva aku mengikutinya dari belakang belva di bawa ke ruang inap khusus. Ya aku yang memintanya tadi saat aku membayar administrasinya. Saat sampai aku masih di suruh menunggu di luar karena alat bantu nafas belva akan di pasang ke tubuhnya. Setelah selesai dokter pun memperbolehkan ku untuk masuk.
Saat di dalam aku hanya diam menatap belva yang terbaring dengan lemah wajah yang sangat pucat aku memegang tangannya.
"Bel bangun aku janji kalau kamu bangun aku akan turuti semua permintaan kamu. Aku janji."
Tapi tak ada jawaban dari belva aku hanya dia di sampingnya sambil terus memegang tangannya yang dingin. Aku terus memegangnya dan menatapnya dan cukup lama aku menunggu akhirnya dia membuka matanya aku pun langsung melepaskan tangan belva yang aku genggam sejak tadi dan langsung memanggil dokter. Kata dokter dia sudah membaik tapi harus tetap di rawat secara intensif. Setelah itu dokter pun keluar aku kembali memegang tangannya dan melihat matanya yang sedang menatap ku.
"Kenapa? Kata belva dengan suara yang sangat lemah
"Gak papa kamu harus di rawat di sini biar kamu bisa cepet sembuh."
__ADS_1
"Aku rasa sudah gak ada kata kata untuk sembuh"
"Aku gak akan biarin kamu ninggalin aku"
"Yan aku boleh minta satu hal?
"Apa?
"Kita sudahi rencana ini ya?
"Kenapa? Tapi belva hanya diam dan air matanya mengalir ya aku tau jawabannya mengapa dia hanya diam dan menangis.
"Kamu masih mencintainya?
"Kalau gitu beritahu dia kalau kamu sekarang sedang sakit.
"Gak aku gak mau nyusahin dia.
"Terus kamu hanya akan seperti ini selamanya? Dan akhirnya dia juga akan tau.
"Aku punya rencana.
"Apa itu?
__ADS_1
"Kamu mau bantu aku?
"Aku akan selalu bantu kamu.
"Kita bilang kepada cristyan kalau kita akan menikah dan aku mencintai kamu. Mungkin dengan begitu dia bisa melupakan aku . Kamu tau aku cinta banget sama dia mulai dari dulu sampai sekarang. Bahkan saat aku tau kalau dia gak salah atas kematian ayah dan juga ibu ku."
"Kamu tau? Belva mengangguk
"Kamu tau dari mana?
"Saat aku nyarik kamu aku gak sengaja Nemu dokumentasi yang jatuh niat ku hanya mau menaruhnya saja tapi saat aku buka aku sangat terkejut saat tau kenyataannya." Kata belva dia hanya tersenyum dengan menatap ke lain arah
"Oke kita lakukan itu. Terus kapan kita akan melakukannya?
"Saat cristyan kembali."
"Oke sekarang kamu istirahat ya" belva mengangguk dia kembali memejamkan matanya.
****
Beberapa hari berlalu dengan cepat aku mendapatkan informasi kalau cristyan sudah kembali ke paris. Aku berjalan ke kamar belva saat sampai ternyata dokter masih memeriksa keadaan belva aku menunggu di luar. Tak lama kemudian dokter dan suster yang memeriksa keadaan belva pun keluar.
"Bagaimana keadaan belva dok?
__ADS_1