Rajaku Adalah Kekasih Ku

Rajaku Adalah Kekasih Ku
Episode 42


__ADS_3

“kalian begitu tega menyiksa ku.”


“apa yang kalian lakukan kepada istri ku.” itu cristyan dia datang dan mendorong mamanya dan juga aina agar menjauh dari diri ku.


“cris sakit.” Kata ku terisak


“maaf sayang. Harusnya aku gak ninggalin kamu.” Cristyan memeluk ku lalu dia mengendong ku dan meletak kan ku di ranjang dengan sangat hari hati setelah tiu dia berbalik menghadap mamanya dan juga aina


“apa yang kalian lakukan? Kalian tau dia sakit dan mama dia sakita karena dia menolong mama dari kecelakaan yang akan menimpa mama.” Dan ini adalah pertama kalinya aku melihat cristyan sangat marah


“cris dia hanya lah wanita murahan yang gak tau aturan.”


“mama yang gak tau aturan bahkan sekarang aku ragu apakah kamu benar mama ku?”


“jaga ucapan kamu cristyan carlos.”


“sebaiknya anda yang menjaga ucapan anda karena anda sudah menyakiti istri saya sebaiknya kalian keluar sekarang.”


“cris mama kamu bener sebaiknya kamu tinggalin dia dan menikah sama aku?”


“KELUAR SEKARANG JUGA.”


“ayo tante kita pulang dulu nanti kita kembali lagi.”


“tunggu.”


“apa lagi bukan kah kamu sudah mengusir mama dan aina apa kamu sudah berubah fikiran dan akan meninggalkan wanita murahan itu?”


“aku hanya ingin mengatakan kalau kalian jangan kembali ke sini lagi. Terutama kamu aina mulai sekarang aku akan menganggap kita tak pernah saling kenal.”


“tapi cris? Kamu memutuskan hubungan kita hanya demi wanita murahan itu? Kamu ingat kita tumbuh dari kecil hingga besar bersama sama cris.”


“aku gak peduli sekarang kalian keluar atau aku panggil polisi.”


Setelah itu mama cristyan dan aina keluar dari apartement saat mereka keluar aku melihat cristyan menghampiri ku dan dia melihat ke arah ku.


“maaf sayang aku gak bisa jaga kamu dengan baik.” Kata cristyan sambil memegang tangan ku


“gak papa cris.”


“ini sudah keterlaluan. Aku minta maaf liat bahkan luka kamu sampai seperti ini.”

__ADS_1


“maafin aku.” Kata cristyan dan aku merasakan kalau dia sedang menangis dia tangan ku


“udah gak papa kok cris. Mungkin ini sudah takdir ku.”


“padahal aku sudah janji bakalan bahagiain kamu tapi aku malah buat kamu menderita aku minta maaf sayang aku minta maaf.” Kata cristyan dan ya dia benar benar menangis


“udah gak papa sekarang kamu ganti perban aku aja.”


“iya tunggu bentar.”


Setelah itu cristyan pun keluar tak lama kemudian dia kembali membawa obat P3K. lalau dia mulai mengobati luka ku dengan hati hati dan ya luka di tangan dan kaki ku kembali seperti awal bahkan luka di lutu ku makin parah karena di injak oleh aina.


Cristyan mengobati satu persatu luka ku. setelah selesai dia keluar untuk menaruh kotak obat tak lama kemudian dia kembali. Dengan sebuah air dan obat di tangannya.


“minum obatnya dulu ya?”


“iya.”


Aku pun meminum obat yang di berikan oleh cristyan dan itu membuat ku mengantuk aku pun tidur.


Keesokan paginya cristyan tak berkerja dia menjaga ku. aku sudah menyuruhnya untuk berkerja tapi dia menolak dan mengatakan kalau dia akan menjaga ku sampai luka di kaki dan tangan ku sembuh sekarang dia sedang keluar untuk membeli bubur awalnya dia mau memasaknya sendiri tapi aku mencegahnya aku takut nanti buburnya berubah menjadi manis lagi. Tak lama kemudian aku mendengar suara pintu terbuka itu mungkin cristyan ya siapa lagi karena sejak kejadian kemarin cristyan langsung mengubah kata sandi di pintunya.


Dia membawa sebuah nampan di tangan dan berjalan ke arah ku. setelah itu dia duduk di samping lalu mulai menyuapi ku. setelah selesai makan dan minum obat aku dan cristyan tiduran sambil menonton TV. Sekitar 2 jam kemudian pintu bel pun berbunyi aku melihat cristyan dengan panic entah kenapa aku sekarang takut saat ada cristyan di samping ku tapi ada yang membunyikan bell.


“tapi cris aku takut.”


“sudah gak papa tunggu di sini sebentar ya.” Kata cristyan sambil mencium kening ku


Setelah itu dia pergi keluar dan aku mendengar suara pintu di buka entah kenapa tapi badan ku gemetaran aku sangat takut dan khawatir. Apa aku masih trauma dengan kejadian yang kemarin aku rasa ngak deh. Tak lama kemudian cristyan pun masuk dengan seorang laki laki paruh baya yaitu papanya cristyan. Entah lah tapi aku merasa sangat panic dan juga cemas aku memegang selimut yang menutupi ku dengan keras aku sangat takut mereka berdua berjalan ke arah ku.


“sayang.”


“cris aku.” Cristyan menutup mulutnya


“ada yang mau papa bicarakan sama kamu.”


“apa?”


“ayo pa bicara.”


“nak belva saya sebagai suami dari istri saya. Saya minta maaf atas kelakukannya kemarin awalnya saya sudah melarangnya untuk ke sini tapi dia mengatakan tak akan ke sini tapi ke mall untuk berbelanja bersama dengan aina. Dan saat kemarin mereka pulang saya mendengar semua yang mereka lakukan kepada kamu jadi saya minta maaf atas kelakukan istri saya yang tidak baik itu. Dan saya juga merestui hubungan mu dan juga cristyan.”

__ADS_1


“gak papa kok om. Saya ngerti.”


“jadi kamu maafin istri saya?”


“iya om saya maafin kok sudah dari kemarin juga kok om saya maafin mamanya cristyan.”


“kamu baik banget sayang. Makasih ya.”


“iya sama sama om.”


“dan sekarang jangan manggil saya om panggil saja saya papa.”


“hah hmmm… mmmmm iya pa.”


“bagus begitu donk.”


“ya sudah cris kamu jaga istri kamu baik baik papa mau kembali ke kantor dulu ya.”


“iya pa hati hati di jalan.”


“iya. Nak belva papa pulang dulu ya nantik kalau ada waktu senggan papa ke sini lagi.”


“iya pa makasih sudah restuin hubungan saya dan cristyan.”


“sama sama sayang.”


Setelah cristyan mengantarkan papanya sampai depan. Aku sangat bahagia saat tau kalau papa cristyan meretu hubungan ku dan juga cristyan. Aku sangat bahagia sampai sampai aku menangis. Tak lama kemudian cristyan masuk ke dalam kamar ku.


“hah akhirnya papa ngerestuin hubungan kita sayang.”


“iya aku senang banget dengernya sayang.”


“aku juga.”


“akhirnya aku bisa bersama kamu selamanya sayang.” Kata cristyan sambil memeluk ku dan mencium kening ku


“tapi mama kamu masih gak ngerestuin kita cris.”


“sudah gak usah di pikirin kalau mama ya sayang.”


“iya.”

__ADS_1


Setelah itu cristyan menyuruh ku istirahat karena luka di kaku ku sudah lumayan parah. Saat sedang tidur kepala ku sangat sakit aku bangun dan mengambil obat lalu meminumnya sedikit demi sedikit rasa sakitnya mulai hilang. Sakita di kepala ku makin hari makan menjadi sering sakit. Untungnya cristyan tak bangun saat aku mengambil obat.


__ADS_2