
( Cristyan )
Saat aku tau kalau belva menghilang rasanya hidup ku sangat sangat lah tak beruntung aku mencari ke seluruh pelosok negeri ini bahkan aku menyuruh seseorang untuk mencarinya di berbagai luar negeri. Tapi aku tak menemukan hasil yang aku terima hanya kata kata nihil dari setiap orang aku bahkan jarang pulang hanya untuk mencari belva sebenarnya kecelakaan waktu itu di proyek aku tak tau kalau itu adalah ayah belva dan saat itu saat aku sedang mengontrol proyek aku tak sengaja menyenggol kayu dan mengenai kepalanya aku ingin bertanggung jawab tapi mama melarang ku untuk datang ke rumah itu semua orang yang berkerja di proyek saat itu tau semua kalau aku tak sengaja menyenggol kayu dan ingin bertanggung jawab tapi tak di perbolehkan oleh mama ku. Jadi aku memutuskan melupakannya dan saat mama datang ke kantor aku juga mengarang semua itu karena mama setiap hari datang hanya untuk menyuruh ku cerai dengan sebuah ancaman bahkan saat belva sakit mama sempat ingin membunuh belva saat dia tidur untungnya saat itu hp dan dompet ku tertinggal di apartement akhirnya sampai belva sembuh aku tak pernah meninggalkannya karena aku takut kalau mama akan melakukan hal buruk.
Saat tau kalau belva sedang menguping pembicaraan ku dengan mama mulai saat itu aku benar benar kacau. Setelah mencarinya sekitar 3 hari berlalu aku masih belum menemukan belva tapi suatu hari belva mengirikan ku surat cerai dan dia sudah menandatanganinya tentu saja aku tak mau bercerai dengannya aku sungguh benar benar mencintainya saat ini.
Aku merobek surat cerai itu jadi dia sampai saat ini masih sah menjadi istri ku aku menelusuri dari mana asal surat itu saat aku menemukan alamatnya aku sangat senang akhirnya aku bisa bertemu dengan belva. Tapi saat aku mendatangi tempat itu dan itu hanyalah sebuah rumah kosong yang sudah tak terpakai selama lebih dari 2 tahun.
Setiap hari aku ke kantor tapi pikiran ku selalu ada di luar aku ceman dan khawatir dengan keadaan belva. Dan kata sekertaris ku akan di adakan rapat di PT.Adlay Primatama sekitar 7 hari lagi aku menyuruh seseorang untuk datang tapi katanya ini harus para pemimpin yang datang tak boleh di wakil kan ya akhirnya aku datang. Saat acara akan di mulai aku melihat belva masuk aku tak yakin itu belva atau bukan tapi aku kenal wajah itu. Dan namanya juga benar kalau itu belva aku terus melihatnya memastikan dirinya belva atau bukan karena dia banyak berubah kegugupan yang sering di tunjukan kepada ku dulu sekarang sudah tak terlihat lagi. Saat aku melihatnya dia hanya diam dan juga tampak tenang bahkan saat dia melihat ku dia hanya melihat dengan tatap yang tak aku mengerti.
Setelah rapat selesai aku menghadang bryan dan belva aku mengatakan kalau dia adalah istri ku belva tapi bryan menyangkalnya saat aku sentuh pundaknya jantung ku berdegup sangat kecang aku tau kalau wanita yang cuek di depan ku iniadalah belva dan ya dia adalah wanita yang aku cintai karena jika dia adalah wanita lain aku pasti tak akan merasakan jantung ku berdegup sangat kencang. Tapi saat aku melihat matanya dan memegang ke dua bahunya jatung ku berdugup sangat kencang tapi mereka menyangkalnya lalu pergi meninggalkan ku. aku memanggil manggil nama belva tapi dia tak menoleh kepada ku.
“aku akan tau kamu ada di mana sayang.”
Setelah itu aku menunggu di mobil karena aku berencana untuk mengikuti mereka sekitar 2 jam menunggu akhirnya bryan dan belva keluar mereka memasuki mobil yang sama. Aku mulai penasaran ada hubungan apa belva dengan bryan.
“ikuti mereka kemana pun jangan sampai mereka tau.”
“baik tuan.”
Setelah itu mobil ku mengikuti mobil bryan sekitar 2 jam mengikuti mereka ternyata mobil itu masuk ke sebuah mansion yang sangat mewah. Aku hanya melihat dari dalam mobil aku melihat bryan merangkul belva masuk aku hanya diam siapa tau belva keluar sendirian.
Tapi tak lama kemudian bryan menghampiri mobil ku aku hanya diam tak mengatakan apa pun. Lalu dia mengetuk kaca mobil ku aku membukanya
“apakah anda tak ada kerjaan sehingga mengikuti kita sampai ke sini?”
“aku hanya ingin tau istri ku tinggal di mana.”
“dia bukan istri kamu.”
“aku tau kalau di itu istri ku dan asal kamu tau kalau aku akan terus mendapatkannya.”
“meskipun dia istri kamu aku jamin kamu gak akan pernah mendapatkannya karena aku akan selalu ada di sampingnya dan akan menjadikan dia istri ku.”
“ha ha ha ha ha kamu gak akan bisa mendapatkannya bahkan untuk menikahinya karena secara hukum belva masih sah menjadi istri ku.”
“oiya apa kamu yakin setau ku kalau dia sudah mengirimkan surat cerai dan dia juga sudah menanda tangani surat cerai itu.”
“dan kamu juga jangan lupa kalau surat cerai baru di setujui hanya dengan tanda tangan kedua belah pihak.”
“itu gak masalah buat aku. Aku bisa mengatur semua itu untuk ku bahkan untuk kebahagian belva dan diri ku.”
“dia hanya bisa bahagia bersama dengan ku.”
__ADS_1
“dia gak akan bahagia bersama dengan laki laki yang sudah membunuh keluarganya.”
“lebih baik kamu selidiki dulu apa yang kamu ucapkan pasti akan salah.”
“semuanya akan menjadi milik ku terutama belva.”
“seyakin itu kah diri mu dia hanya mencintai ku dan akan selalu bersama dengan ku seumur hidupnya.”
“kita lihat saja kedepannya.”
“oke.”
“ayo pulang.”
“baik tuan.”
Setelah itu mobil ku pun berjalan aku melihat dari spion kalau bryan masih berdiri di depan gerbangnya dengan tangan yang di lipat di dadanya melihat mobil ku menjauh. Aku pastikan kalau belva akan kembali ke dalam pelukan ku baik sekarang mau pun nanti. Saat sampai di apartement aku langsung menyuruh orang untuk mencari tau tentang bryan ya walau pun aku tau kalau dia lebih kayak dari ku dan dia juga sangat berkuasa di paris.
Setiap hari setiap jam 4 sore aku selalu ke kantor bryan ya lebih tepatnya aku hanya diam di depan kantor bryan. Bukan menunggu bryan tapi aku menunggu belva.
Dia sekarang sangat cantik tak seperti dulu sekarang di sangat elegan dan anggun bahkan setiap aku melihatnya aku tak pernah melihatnya tersenyum bahkan saat bersama dengan bryan sekali pun dia tak tersenyum.
Saat mereka mulai menyerang perusahaan ku aku tak membalasnya karena aku tau belva melakukan itu hanya untuk balas dendam kepada ku. bahkan sekarang pun perusahaan ku sedang keadaan kritis tapi ya sudah lah apa pun aku lakukan dan aku korban kan demi wanita yang aku cintai.
Sekitar jam 8 malam kami pun sampai ya mobil yang di tumpangi oleh belva berhenti dia turun dan masuk ke rumahnya yang dulu mobil yang di tumpangi oleh belva berjalan lagi tapi saat dia melewati mobil ku aku tak melihat belva ada di dalam mobil itu.
“tuan kita tetap di sini atau pulang?”
“di sini saja.”
“baik tuan.”
Setelah itu supir ku mematikan mobil yang aku tumpangi. Mata ku terus menatap rumah itu sekitar jam 10 malam satu persatu lampu mulai mati mungkin dia merindukan keluarganya jadi dia menginap di sini.
“maaf tapi aku gak bermaksud untuk mencelakai keluarga mu.”
Tak terasa mata hari sudah terbit dari barat aku bangun dan melihat belva sudah sangat rapi dengan pakaian serba hitam. Di jalan menjauh aku turun dari mobil dan mengikutinya dari belakang tak lama kemudian belva berhenti di sebuah makam ya itu adalah makan kedua adiknya, mama, dan juga papanya dia duduk berlutut di depan makam keluarganya
“ma pa maaf belva sudah melakukan kesalahan besar. Maaf sudah mencintai orang yang sedah bunuh papa dan buat bangkrut perusahaan papa. Maaf karena belva sudah mencintai orang yang membuat keluarga kita menderita, di hina, dan di caci maki ma. Maafin belva ma pa. tapi berlva janji kalau belva akan membalaskan dendam mama dan papa tapi belva minta maaf yang sebesar besarnya sama papa dan mama kalau belva gak bisa lupain laki laki itu ya laki laki yang sudah belva cinta dan aku tak bisa melupakan cristyan ma pa maaf sudah menjadi anak durhaka untuk mama pa.”
saat melihat belva mengeluarkan air mata hati ku sangat sakit bahkan saat ini aku sangat ingin sekali menguatkan dirinya dengan memeluknya lalu berbisik ke telingannya kalau aku sangat sangat mencintainya tapi aku tak bisa apa apa karena aku tau kalau di masih membenci diri ku.Dia terus terisak di depan makam keluarganya begitu pun dengan ku sejak tadi aku berdiri di belakang pohon besar yang tak jauh dari belva.
__ADS_1
Tak lama kemudian belva pun bangkit dan menghapus air matanya sesaat dia hanya berdiri lalu pergi setelah memastikan belva menjauh dari makam aku berjalan ke arah makam keluarga belva saat di depannya aku langsung berlutut.
“maaf sudah membuat anda menderita tapi kejadian di proyek itu karena saya tak sengaja menyengol kayu hingga mengenai anda. Dan maaf karena saya sudah membuat perusahaan anda bangkrut saat itu saya hanya berfikir tentang keuntungan dan juga uang. Tapi saat tau kalau anak anda ingin membuat perusahaan yang saya kerjakan dari nol bangkrut saya tak membalasnya karena saya benar benar dan sungguh sungguh mencintainya seumur hidup saya memang memiliki banyak kekasih tapi saat saya melihat belva saat itu saya sadar kalau saya sudah jatuh cinta kepada belva. Saya mohon bantu saya agar saya bisa membuat belva kembali ke pelukan saya. Saya janji akan membahagiakannya dan saya juga janji tak akan membuatnya menangis saya akan membahagiakan belva bahkan jika saya harus mati pun saya akan rela jika itu membuat belva bahagia. Saya mohon bantu saya agar belva mau menerima saya dan memberikan saya kesempatan yang kedua saya mohon.”
Setelah selelsai berbicara dengan keluarga belva aku langsung kembali ke mobil dan kata sopir ku belva sudah di jumput oleh mobil yang kemarin. Aku memerintahkan sopir ku untuk kembali ke apartement sekitar jam 12 siang kami pun sampai di apartement aku langsung membuka baju ku dan langsung menyiapkan air untuk berendam setelah merasa pas aku langsung merendamkan diri di bak mandi sambil manatap langit langit kamar aku merasa sangat sedih perasaan ku bercampur aduk saat ini aku sangat ingin berada di sampingnya tapi aku sadar sekarang aku tak bisa karena dia tak ingin bertemu dengan diri ku hah ini membuat ku sangat sangat frustasi
Setelah itu aku pun bangkit dan membilas badan ku setelah selesai aku langsung berpakaian.
Aku langsung menuju ke kantor ya karena aku ingin membuat kesibukan agar pikiran ku sedikit tenang. Saat sampai aku langsung menyuruh sekertaris ku mengerjakan beberapa document yang belum sempat aku kerjakan bahkan aku juga membuat document untuk mempertahankan investasi dari investor yang sekarang sudah turun secara perlahan saat sedang sibuk sekertaris ku memberitahukan kalau bryan ingin bertemu dengan ku. setelah memberikan perintah untuk membiarkan bryan untuk masuk aku menutup document yang sedang aku kerjakan.
“silahkan duduk.” Setelah itu bryan duduk lalu tersenyum kepada ku
“bagaimana?”
“apanya?”
“investasi mu?”
“aku gak masalah tentang itu toh orang yang melakukan itu wanita yang aku cintai jadi aku tak mempermasalahkannya.”
“aku akan menikahi belva?”
“kamu tak akan bisa menikahinya.”
“kenapa?”
“karena dia masih SAH menjadi istri ku.”
“hal sepele seperti itu masalah gampang yang penting belva gak tau dan dia akan menikah dengan ku.”
“seperti itu.”
“sebaiknya kamu secepatnya tanda tangani surat cerai itu dan serah kan kepada ku aku akan mengurusnya. Dan perusahaan kamu akan aman.”
“jangan kan perusahaan aku rela melakukan apa pun untuk mempertahan kan belva.”
“kalau belva ingin kamu mati?”
“jika dia mengatakan dengan mulutnya sendiri dan dia mengataknnya sambil menatap mata ku aku akan rela mati di depannya.”
“kamu pasti akan menyesal.”
“aku tak pernah menyesali apa pun.”
__ADS_1
Setelah itu bryan berdiri dan pergi dari ruangan ku. aku tak peduli jika perusahaan yang aku bangun dari nol harus bangkrut yang penting aku bisa mendapatkan belva kembali ke dalam pelukan ku saat ini tak akan ada yang bisa menghentikan ku sekali pun itu adalah orang tua ku. aku pun kembali mengerjakan document yang di tadi aku kerjakan.