
"Keadaannya makin parah saya saran kan di tak boleh keluar dulu dari rumah sakit sampai keadaannya membaik.
"Baik dok saya akan katakan kepadanya.
Setelah itu dokter pun pergi aku berjalan ke arah belva ya awalnya belva ingin pulang dan aku sudah meminta ijin kepada dokter. Saat sampai di dalam belva melihat ke arah ku.
"Apa kata dokter?
"Bukan apa apa.
"Pasti sudah hampir ya?
"Bukan seperti itu bel. Lebih baik kita tunda dulu rencana ini sampai kamu benar benar pulih.
"Sudah gak ada waktu yan, aku harus secepatnya meninggalkannya aku gak mau dia mengkhawatirkan kan diri ku.
"Tapi kamu juga harus bahagia bel.
__ADS_1
"Dengan penyakit yang bisa membunuh ku kapan saja? Dan meninggalkannya begitu saja. Aku rasa ngak Yan kita lakukan rencananya sekarang juga.
"Baik lah kalau itu keinginan kamu.
Setelah itu aku ke ruangan dokter saat sampai di sana aku mengatakan kalau belva ingin pulang sekarang juga dokter sudah memperingati ku aku juga tak mau tapi ini keinginan belva. Akhirnya dokter setuju aku pun di suruh menandatangani surat paksa pulang.
Setelah itu beberapa perawat pun datang mereka mencopoti setiap alat yang di pasang di tubuh belva saat aku melihatnya aku tak tega. Aku sangat mencintainya sampai sampai aku tak bisa melihatnya menderita.
( belva )
Sekarang suster sedang membuka semua alat yang menempel di tubuh ku. Aku harus melakukan ini aku tak ingin cristyan menderita karena penyakit ku. Setelah selesai melepaskan semua alat yang menempel di tubuh ku dokter dan suster pun keluar sebelum keluar mereka berbicara sebentar dengan bryan. Bryan berjalan masuk ke arah ku.
"Kamu yakin mau ngelakuin ini?
"Aku yakin Yan, aku gak mau buat dia susah gara gara penyakit aku dan aku juga gak mau buat dia menderita.
"Kamu akan kehilangan cristyan selamanya.
__ADS_1
"Aku tau. Tapi aku gak bisa ngeliat dia menangis gara gara aku Yan. Aku sangat mencintainya.
"Bisakah kamu mencintai ku seperti kamu mencintai cristyan?
"Maaf Yan. Aku tau kalau aku berhutang Budi sangat banyak kepada mu, tapi, aku benar benar minta maaf, aku tak bisa membalas cinta mu.
"Gak papa ya sudah ayo jalan.
"Iya.
Setelah itu bryan mengendong ku dan menaruh ku di kursi roda dan dia mendorong ku keluar rumah sakit. Saat sampai di luar dia hendak mengendong ku masuk ke dalam mobilnya tapi aku mencegahnya. Aku berdiri dan berjalan masuk ke dalam mobil. Mobil pun mulai di jalankan oleh sopir bryan.
Tak lama kemudian kami sampai di rumah cristyan dan ya ini adalah rumah dimana aku dan cristyan memulai kisah cinta ku dengannya. Aku keluar dari dalam mobil bryan menurunkan kursi roda tapi aku menolaknya. Akhirnya aku dan bryan pun berjalan berdampingan menyusuri jalanan menuju ke dalam mansion. Saat di dalam aku melihat cristyan berlari dengan senyum lebarnya ke arah ku.
"Sayang kamu kemana aja, aku khawatir banget sama kamu"kata cristyan sambil memeluk ku, aku mendorongnya secara halus.
"Sayang kamu kenapa? Terus kenapa kamu sama bryan?
__ADS_1