
Saat sampai di kamar cristyan langsung mengendong ku dan menletakan ku di ranjang setelah itu cristyan duduk di samping ku menghadap ke arah dua pelayan yang sejak tadi berdiri di dekat ranjnag ku.
“oke akan saya jelaskan apa saja tugas kalian”
“yang pertama kalian harus menjaga belva selama saja berkerja, kedua selain saya tak ada yang boleh menganti perban belva kecuali sudah mendapatkan ijin dan saya yang menyuruh, ketiga jika ada orang yang bernama
aina dan mengaku sebagai mama saya jangan sampai mereka masuk dan menemui belva jika itu terjadi kalian akan saya pecat, yang ke empat apa pun yang di butuhkan oleh belva kalian harus memenuhinya, dan yang terakhir kalian harus menghormati belva seperti kalian menghormati saya mengerti?”
“mengerti tuan.” Kata kedua pelayan itu secara serempak
“baik kalian boleh keluar.”
Setelah itu mereka pun keluar sedangkan cristyan berjalan ke ranjang sebelah ku yang kososng lalu dia berbaring di samping ku.
“sayang besok aku harus kerja karena ada rapat yang harus di selesaikan gak papa kan?”
“gak papa kok sayang lagian kan ada shifa sama difa yang jaga aku.”
“ya sudah sekarang aku besihkan badan kamu sama mau ganti perbannya ya sayang?”
“iya.”
Setelah itu cristyan pun keluar dari kamar tak lama kemudian dia kembali dengan dua orang pelayan yang membawa bak air yang sudah ada airnya dan juga yang satunya membawakan kotak P3K. setelah meletakan di meja kedua pelayan itu pun keluar cristyan mulai menganti perban yang membungkus luka ku saat aku lihat ternyata masih basah hah aku sangat ingin cepat sembuh dan kembali berjalan karena aku tak ingin terus merepotkan cristyan dan juga orang lain. Tak lama kemudian cristyan pun selesai mengantikan perban di luka ku.
“sudah sayang.”
“makasih sayang.”
“sama sama sekarang tidur ya biar besok punya banyak tenaga buat jalan jalan keliling mansion kamu.”
“iya sayang.” Setelah itu aku pun tidur
****
Keesokan harinya aku mengantarkan cristyan sampai ke depan pintu ya kursi ku di dorong oleh shifa.
“aku jalan dulu ya sayang?”
“iya kamu hati hati di jalan.”
“iya sayang. Kalian jaga nyonya dengan baik.”
“baik tuan.”
setelah itu cristyan pun mencium kedua pipi ku dan mencium kening ku lalu dia pergi menuju mobilnya setelah memastikan kalau dia sudah pergi aku pun meminta pelayan untuk mengantarkan ku ke taman belakang. Setelah
itu mereka pun membawa ku ke taman belakang saat sampai aku menikmati pemandangan bunga bunga yang sangat indah.
__ADS_1
“nyonya suka bunga?”
“suka aku suka banget malah.”
“mau saya ambilkan nyonya?”
“gak usah aku hanya ingin menikmati saja. Oh ayo kita kesana sambil duduk.”
“baik nyonya.” Setelah itu difa mendorong kursi roda ku menuju tempat santai yang ada di tengah tengah taman untungnya sekarang tak terlalu panas untuk bersantai di sini saat sampai mereka tak duduk hanya berdiri di belakang ku.
“kalian duduk aja di sini kita ngobrol ngobrol aja dulu.”
“ngak usah nyonya kita gak capek kok nyonya.”
“iya bener nyonya kita berdiri aja.”
“sudah cepet duduk aku gimana mau bicara sama kalian kalau kalian berdiri di belakang aku.”
“ngak usah nyonya makasih.”
“sudah duduk cepet dah duduk.” Mereka pun berjalan ke tempat duduk masing masing
“nah gitu, kalau aklian di belakang aku kan gak bisa bicara dengan jelas sama kalian.”
“makasih nyonya” mereka hanya menunduk tak melihat ku entah kenapa
“saya dari Indonesia nyonya.”
“wow Indonesia?”
“iya nyonya.”
“kalau kamu shifa dari mana?”
“saya dari paris nyonya.”
“oh dari sini terus keliarga kamu di sini juga?”
“saya gak punya keluarga nyonya.”
“kalian kenapa bicara sama aku nunduk dari tadi aku jelek ya?”
“ngak kok nyonya ngak nyonya malahan cantik banget gak seperti.” Kata kata berhenti dan wajah mereka seperti ketakutan
“seperti siapa?”
“bukan siapa siapa nyonya.”
__ADS_1
“coba kalian cerita sama aku emangnya siapa yang ada di sini? Kenapa kalian kok nunduk terus dan aku rasa kalaian seperti ketakutan.” Mereka hanya diam dan saling melihat satu dengan yang lainnya
“sudah gak papa cerita coba.”
“hmm….. mmmmm gini nyonya beberapa bulan yang ada seorang wanita ke sini namanya nyonya aina di sangat galak dan juga suka marah marah. Kami tau kalau dia bukan istri tuan. Dia di sini satu hari tapi kelakukannya seperti ratu bahkan kami yang menatap wajahnya langsung di tampar dan di pecat dan saya juga dengar kalau yang menyuruh nyonya aina tinggal di sini itu ibunya tuan cristyan tapi untungnya tuan cristyan cepat datang dan mengusir dia dari sini. Sejak saat itu kami takut jika ada yang datang ke sini dan kami juga takut untuk menatap wajah setiap orang yang datang ke sini.”
“oh jadi gitu dia memang kasar sih.”
“nyonya tau sama nona aina?”
“tau waktu aku masih belum ajdi istri cristyan aku tinggal di sini dan ya kalian tau lah apa yang terjadi. Aku rasa semua pembantu lama di rumah ini tau apa yang terjadi sama aku.”
“iya kami tau. Kami sudah dengar cerita tentang anda adri para pelayan lama.”
“oh jadi mereka sudah menceritakannya?”
“iya kemarin malam mereka menceritakannya karena para pelayan baru penasaran dengan nyonya.”
“oh gitu.”
“ya meskipun kami tau anda siapa tapi menurut saya anda lebih pantas bersama dengan tuan cristyan bahkan anda dulu atk pernah marah marah dan selalu lembut kepada setiap pelayan. Bukan hanya saya tapi semua pelayan di
rumah ini juga berfikir begitu.”
“iya bener nyonya mereka bahkan kagum kepada anda. Waktu anda di siksa anda tak melawan padahal anda juga punya hak atas perlakuan di rumah ini.”
“gak semuanya bisa di selesaikan dengan cara yang sama.”
“nyonya baik banget.”
“sudah lah gak usah di bahas sekarang aku ingin kembali ke kamar.”
“baik nyonya mari saya antar.”
Setelah itu difa dan shifa pun mengantarkan ku ke kamar tapi saat akan masuk ke dalam lift ternyata cristyan sudah pulang akhirnya aku menyuruh difa untuk berjalan menuju cristyan saat sapai di depan ku dia langsung mencium
kening ku.
“kok sudah pulang sayang?”
“iya aku hanya pergi rapat aja. Gimana kamu sudah makan dan minum obat?”
“belum.”
“kalian ini gimana sih nyonya belum makan dan juga belum minum obat.”
“maaf tuan.”
__ADS_1
“eh cris bukan salah mereka aku hanya gak mintak aja soalnya aku masih gak laper lagian mereka tadi nawarin kok tapi aku yang gak mau karena aku masih kenyang.”