
Aku dan bryan pun langsung masuk mata ku terpaku melihat wanita yang aku cintai di pasangi dengan berbagai macam alat bantu yang pasti itu membuatnya kesakitan. Aku duduk di kursi yang ada di sampingnya rasanya aku ingin menangis tapi aku harus menahannya karena aku tak mau dia melihat aku sedih. Aku duduk di sampingnya sambil memegang tangannya.
"Cris" kata belva dengan suara yang sangat lirih dan juga lemah.
"Iya sayang kamu mau apa?
"Cris kalok ini memang sudah waktunya aku hanya mau kamu menikah sama wanita lain aku gak mau liat kamu sendirian.
"Sebaiknya kamu istirahat ya sayang kata dokter keadaan kamu masih lemah. Sudah kita bahas itu nantik."
"Cris aku hanya ingin kamu bahagia."
"Kebahagian ku hanya kamu bel, aku sudah janji aku gak bakalan menikah lagi sampai aku mati. Dan aku bakalan nepatin janji ku ke kamu."
"Aku gak mau kamu nyiksa diri kamu seperti itu cris, aku cinta sama kamu aku hanya ingin kamu bahagia"
"Kamu adalah kebahagian ku bel. Dan kamu akan menjadi kebahagian ku untuk selamanya"
"Yan"
"Iya bel?
"Aku mintak sama kamu bujuk dia supaya dia mau menikah ya, dan aku juga harap kamu menikah dan hidup bahagia"
"Sudah kita bahas itu nantik sekarang kamu istirahat ya keadaan kamu masih sangat lemah"
"Iya.
"Cris aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu,"
"Aku juga sayang sekarang kamu istirahat ya?
"Iya aku juga capek banget.
Setelah itu aku dan bryan hanya diam melihat ke arah belva dia secara perlahan menutup matanya air mata yang sejak tadi aku tahan akhirnya keluar. Aku tak kuat melihatnya seperti ini. Tangannya sangat dingin aku memegangnya dengan sangat erat tapi tangannya terlepas dari genggaman ku aku melihatnya dia masih memejamkan matanya.
"Yan kenapa dia gak buka mata?
__ADS_1
"Sayang hei buka mata kamu, sayang buka mata kamu. Kamu gak boleh ninggalin aku pokoknya kamu gak boleh ninggalin aku bel bel belvaaaaaa" aku berlari keluar untuk memanggil dokter.
"Silahkan tunggu di luar kami akan memeriksa keadaannya"
Aku dan bryan menunggu dia luar dengan sangat cemas. Tak lama kemudian dokter dan suster yang memeriksa belva pun keluar dari UGD. Aku dan bryan langsung menghampirinya.
"Bagaimana keadaanya dok.
Dia hanya diam dan menggelengkan kepalanya hati ku sangat hancur aku mendorong dokter itu dan berlari ke arah belva yang badannya sudah di tutupi dengan kain putih. Aku membuka kainnya.
"Sayang bangun kamu janji gak bakalan ninggalin aku, tapi kenapa kamu ninggalin aku. Hei bel aku akan ninggalin kamu kalok kamu gak buka mata kamu sekarang, kamu tau kan kalau aku gak pernah main main sama perkataan aku. Aku mohon buka mata kamu sayang"
"Sabar dia sudah tenang di sana dan dia sudah gak ngerasain kesakitan lagi."
"Tapi kenapa dia ninggalin aku secepat ini kenapa, kamu tau saat pertama kali melihatnya aku sudah sadar kalau aku sudah jatuh cinta kepadanya."
Mulut ku sudah tak bisa berkata kata lagi. Aku bingung aku hanya memeluk belva sambil terus menangis sekarang aku sendiri wanita yang aku cinta sudah pergi meninggalkan aku.
Hari ini adalah hari pemakaman belva dia di kuburkan dekat dengan kuburan keluarganya. Setelah selesai prosesi pemakaman aku hanya bisa terduduk lemas di hadapan nisannya.
"Kenapa kamu ninggalin aku bahkan aku gak ngizinin kamu buat pergi tapi kenapa kamu pergi cepet banget bel. Kamu tau aku sekarang sendirian. Bagaimana dengan cinta yang aku miliki kamu meninggalkannya kenapa kamu tak membawanya bersama dengan mu."
Bryanmembawa ku pergi keluar dari makam saat sampai di gerbang makam aku melihat mama, aina, dan juga papa. Mama menghampiri ku lalu menampar ku.
"Buat apa kamu menangisi wanita murahan itu, kamu hanya buang buang tenaga, tapi ya syukurlah Mama sekarang akhirnya dia mati jadi kamu bisa menikah dengan aina."
"Aku gak akan menikah dengan siapa pun"
"Apa kamu gila apa kamu masih mengharapkan mayat itu hidup? Apa yang kurang dari aina dia baik bahkan dia juga sudah menolong hidup Mama. Dia menolong hidup wanita yang melahirkan kamu. Di bandingkan dengan wanita murahan itu apa untungnya dia hanyalah wanita murahan yang sudah di tiduri dengan banyak laki laki hidung belang Mama gak akan Sudi mempunyai menantu seperti dia."
"DIAM SUDAH CUKUP"
"Kamu ngebentak Mama hanya karena wanita murahan itu?
"Sudah cukup ma apa yang di lakukan oleh aina sehingga dia begitu berharga untuk Mama, aina dia dimana dia saat Mama hampir tertabrak dia gak ada bahkan dia pulang hanya karena ada kepentingan. Dan dimana dia saat Mama sedang ada di rumah sakit dia menjenguk Mama waktu Mama sudah pulih. Lalu Mama bilang dia nyelamatin Mama maksud Mama mendonorkan darah. Dia bahkan gak Dateng saat kami perlu donor darah Mama tau siapa yang mendonorkan darahnya untuk Mama? Dia adalah wanita yang Mama sebut sebagai wanita murah ya dia adalah belva."
"Gak kamu bohong aina yang menolong Mama."
__ADS_1
"Terserah apa Mama aku gak peduli. Tapi jika Mama masih tak percaya silahkan tanya sama bryan dan papa oh bahkan sama dokter yang merawat Mama. Mereka semua tau tapi belva dia gak mau ngasik tau karena takut Mama menolak. Dan dia hah dia hanya mau harta kita. Oke aina aku mau menikah sama kamu tapi dengan satu syarat."
"Apa syaratnya. Apa pun itu aku bakalan penuhi dan sanggupi.
"Kita menikah dengan seadaanya dan kita mengontrak rumah aku akan membuat perusahaan. Baru kita mulai semuanya dari nol. Jadi apa yang Mama dan papa akan berikan kepada ku. Aku menolaknya dan harta warisan yang aku punya harus dari anak kandung ku sendiri dengan berbagai tes yang akan aku lakukan tapi. Warisan itu akan aku berikan ketika anak ku sudah berumur 30 tahun. Dan ya kamu harus setuju dengan hidup yang pas passan tanpa ada pembantu. Jadi semua pekerjaan rumah kamu yang kerjakan gimana setuju?
"Apa apaan ini Tante aku di lahirkan dari keluarga kaya kenapa dia ngajak aku hidup susah. Aku menolak untuk menikah dengannya." Setelah itu aina pun pergi.
"Mama lihat dia bahkan gak mau hidup susah kenapa karena dia hanya mau harta ku saja.
"Ayo Yan kita pergi" setelah itu aku dan bryan pun pergi.
( Bryan )
Sejak pemakaman belva aku sudah tak pernah melihat cristyan lagi. Karena sejak saat itu dia hanya minta di turunkan di pinggir jalan. Setiap hari aku berjalan ke makam belva aku sudah menyuruh orang ku untuk mencari tau keadaan cristyan sekarang.
Dan sekarang aku tau kalau cristyan sering mabuk mabukan di apartemennya aku sekarang dalam perjalanan menuju apartment cristyan saat sampai aku langsung masuk karena pintu tak di kunci pun langsung masuk.
Saat masuk yang pertama aku cium adalah bau alkohol yang sangat menyengat dan banyak sekali botol botol minuman di lantai. Aku masuk dan menemukan cristyan tertidur di lantai aku menghampirinya. Dan membangunkannya tapi saat aku membangunkannya dia tak bergerak dan tak menjawab aku pun mulai panik. Aku terus memanggilnya tapi dia tak sadarkan diri aku memanggil sopir ku untuk membawa cristyan ke rumah sakit.
Saat sampai di rumah sakit cristyan langsung di tangani oleh dokter. Tak lama kemudian dokter pun keluar dia mengatakan kalau beberapa organnya ada yang rusak akibat minuman keras dan dia sedang kritis. Dokter menyuruh ku untuk masuk.
Saat di dalam aku melihat cristyan sudah sadarkan diri aku menghampirinya.
"Halo bro" kata ku kepada cristyan dia hanya diam saja sldengan senyumnya yang sangat lemah.
"Lo harus bertahan karena gue sudah janji sama belva kalau gue bakalan jagain Lo.
"A... aku su... sudah gak punya banyak wak... waktu yan, aku hanya mau aku kumpul sama istri ku hanya itu saja." Kata cristyan dengan sangat lemah
"Pasti.
Setelah itu dia pun memejamkan matanya detak jantungnya di layar monitor masih stabil aku menunggunya sampai dia bangun. Sekitar 2 jam berlalu detak jantungnya melemah aku langsung memanggil dokter. Aku pun menunggu di luar. Sekitar setengah jam kemudian dokter pun keluar dia mengatakan kalau cristyan sudah tiada.
Sesuai janji aku menguburkannya tepat di sebelah makam belva.
"Aku tau kalau kalian saling mencintai jadi sekarang kalian sudah tenang bisa bersama selamanha. Bel aku cinta sama kamu tapi aku tau kebahagian kamu hanya cristyan aku bisa lihat dari mata kamu. Kalian sudah bahagia bisa kumpul di sana aku juga bahagia banget. Semoga kalian tennag di alam sana.
__ADS_1
Aku pun beranjak pergi dari makam saat aku pergi meninggalkan makam aku melihat kedua orang tau cristyan memasuki makam entah lah apa yang akan mereka lakukan tapi aku tau kalau belva dan cristyan mereka saling mencintai satu dengan yang lainnya bahkan sampai mereka tiada.
TAMAT