
( Belva )
Beberapa hari belakangan ini aku sangat bahagia dan juga kesal ya karena aku berhasil membuat beberapa investor yang berkerja sama dengan cristyan mengundurkan diri dan menarik investasinya tapi aku juga kesal karena tak ada perlawanan dari cristyan. Sekarang bryan sedang mengunjungi perusahaan cristyan entah apa yang akan di lakukannya tadi karena sejak aku bilang kalaua ku kesal karena tak ada perlawanan dari cristyan dia berdiri lalu pergi aku bertanya kepadanya dia akan kemana dia hanya mengatakan kalau dia ingin ke perusahaan cristyan.
Sekitar 3 jam berlalu akhirnya bryan pun datang. Saat datang dia langsung duduk di kursinya aku berjalan menghampirinya.
“kamu ngapain ke perusahaan cristyan?”
“hanya memastikan sesuatu.”
“apa itu.” Dia hanya diam dan tersenyum ya aku mengerti kalau dia tak ingin membertahukannya kepada ku
“terus apa katanya?”
“kamu yakin mau mendengarnya?”
“jangan membuat ku penasaran.”
“oke oke. Dia hanya bilang kalau dia tak akan melakukan perlawanan karena dia tau kalau kamu ingin membuatnya bangkrut.”
“jadi dia tak akan membuat perlawanan bahkan sampai dia bangkrut total.”
“hah ini tak membuat ku merasa puas jika dia tak melakukan perlawanan.”
“buat apa kamu memikirkan itu bukan kah kamu hanya ingin membuat perusahaan cristyan bangkrut ya tak usah pedulikan buat saja perusahaannya bangrut.”
“iya sih itu yang aku ingin kan.”
“ya sudah kamu gak usah pikirkan itu lebih baik kamu kerjakan yang lain.”
“oke ya sudah aku pergi dulu.” Setelah itu aku pun kembali ke meja ku dan mengerjakan beberapa document.
Beberapa hari belakangan ini entah kenapa kepala ku sangat pusing dan juga pening bahkan aku juga sudah meminum obat tapi tetap saja tak mempan. Bryan menyuruh ku untuk memeriksakan diri ku ke rumah sakit awalnya aku tak mau tapi dia memaksa bahkan ingin mengantar ku. tapi saat akan masuk bryan di telfon oleh manejernya kalau akan di adakan rapat darurat ya akhirnya aku ke rumah sakit sendirian. Sekitar 1 jam kemudian akhirnya aku pun sampai di rumah sakit saat sampai aku masih harus mendaftar terlebih dahulu setelah selesai aku pun menunggu antrian untuk di panggil tak butuh waktu lama nama ku pun di panggil aku pun masuk saat masuk aku di tanyai beberapa pertanyaan setelah itu aku pun mulai di periksa dan di ct scan aku di suruh menunggu hasilnya di luar.
Sekitar 1 jam kemudian aku pun di suruh oleh suster untuk masuk karena hasilnya sudah keluar aku pun berjalan masuk ke dalam ruangan itu.
“bagaimana dok?”
“anda mengidap kangker otak masih stadium 3 dan ini masih sempat untuk di sembuh kan.”
“apa kangker otak dok.”
“iya apakah ada dari keluarga anda yang mempunyai penyakit itu?”
“iya ada mama dan adik saya yang nomer 2.”
“iya mungkin ini menjadi keturunan di keluarga anda.”
“iya mungkin begitu.”
“sebaiknya ada melakukan pengobatan jalan dan juga melakukan pencucian darah setiap 2 minggu.”
“kalau saya tidak melakukan itu berapa lama saya bertahan hidup?”
“saya tak bisa memastikannya karena kangker otak ada yang jinak dan ada yang tidak jinak.”
“maksudnya dok?”
“begini jika kangker itu jinak maka kangker itu akan umbuh dengan sangat pelan dan anda dapat bertahan hidup sekitar 10 tahun tapi jika kangker itu tidak jinak dalam waktu 1 tahun anda akan berada di stadium 4 dan anda
akan bertahan sekitar 2 tahun.”
“apakah saya separah itu dok?”
__ADS_1
“kangker yang ada di tubuh anda antara jinak dan tidak jinak. Tapi semua itu tergantung tuhan. Maka perbanyaklah berdoa mungkin tuhan akan memberikan umur yang panjang karena semua umur umat manusia ada di tangannya.”
“ini saya berikan resep kepada anda jika anda merasakan sakit di kepala anda maka minumlah ini. Ini bukan obat untuk menyembuhkannya tapi hanya untuk menghilangkan rasa sakit untuk sementara waktu.”
“baik kalau begitu saya permisi.”
Setelah itu aku pun keluar ya perasaan ku saat ini sangat kacau aku sangat ingin marah dengan diri ku tapi aku tak bisa apa apa aku berjalan ke arah apotik rumah sakit dan memberikan resep yang di berikan dokter tadi
setelah membayar aku pun langsung keluar.saat ini aku hanya ingin ke tempat yang tenang dan juga Aku ingin melakukan pengobatan itu tapi aku tak punya cukup uang aku juga tak bisa memintak ke bryan karena dia sudah banyak membantu ku. saat sampai di mobil aku pun langsung masuk ke dalam.
“kita akan kemana nona?”
“gereja.”
Setelah itu mobil pun jalan aku hanya menatap keluar jendela mungkin sudah waktunya aku akan meninggalkan ini semua dan sebelum aku meninggal aku harus menyelesaikan semuanya. Tak lama kemudian mobil pun berhenti di depan sebuah gereja. Aku keluar dan masuk di sini sangat sepi aku duduk di bangku yang paling depan sambil menghadap ke arah yesus
“apa lagi cobaan yang kau berikan kepada ku. tak cukup kah kau mengambil keluarga ku. apa kau tau aku pikir aku akan bahagia setelah menikah dengan cristyan tapi beberapa bulan setelah menikah kau membuka sebuah kenyataan yang membuat ku untuk menjauh dari cristyan kau tau aku sekarang sudah bercerai dengannya. Laki laki yang sangat aku cinta ternyata tak pernah mencintai ku dan dia juga orang yang membunuh ayah ku. apakah di kehidupan sebelumnya keluarga ku membuat kesalahan kepada mu? Aku hanya ingin bahagia itu saja. Aku mohon berikan sedikit saja kebahagian untuk ku sebelum aku meninggalkan dunia ini. Kau tau impian ku saat bersama dengan cristyan aku ingin membuat sebuah keluarga kecil dengan cristyan dan anak anak yang banyak di keluarga kita. Tapi kau sudah mengacaukannya dengan membuat dia membunuh ayah ku. aku tak tau apa yang harus aku lakukan cabut lah nyawa ku sekarang juga agar aku bisa melupakan ini semua.”
Setelah itu aku keluar dari gereja dan masuk ke dalam mobil aku mengatakan kalau langsung pulang ke rumah. Saat sampai di rumah aku langsung masuk ke kamar dan aku rasa bryan masih di kantor saat sampai di kamar aku
langsung memejamkan mata untuk tidur tapi aku tak bisa tidur. Aku sudah mencoba mencari posisi yang enak tapi aku tetap tak bisa tidur pikiran ku penuh dengan hal yang membuat ku tak bisa tidur aku pun langsung membuka mata dan duduk air mata yang sejak tadi aku tahan aku tak bisa menahannya lagi aku menutup wajahku
dan menutupnya aku terus menangis hingga ada yang memegang pundak ku aku pun langsung mendongakkan kepala.
“ada apa bel?”
“bryan.” Sambil terisak
“iya ada apa? Siapa yang nyakitin kamu sampek kamu nangis seperti ini. Katakana siapa yang membuat kamu menangis seperti ini?”
“aku gak kuat kalau seperti ini terus yan. Aku gak kuat.”
“sabar kamu pasti bisa melewati ini semua yang penting kamu harus tegar, kalau kamu melakukan semuanya dengan baik maka semua dendam kamu akan terbalaskan.”
“aku gak bisa yan aku bingung.”
Aku tak mempedulikannya lagi aku terus menangis. Dan bryan dia memeluk ku dengan sangat erat entah lah tapi semuanya serasa menjadi hitam. Aku mencoba membuka mata ku tapi saat aku membuka mata aku ada di luar ruangan apa aku di buang oleh bryan aku bangun dan di sekeliling ku hanya ada hamparan rumput yang sangat panjang bahkan di bagian kiri, kanan, belakang, dan depan semuanya hanya ada hamparan rumput yang sangat panjang aku bangun dan berdiri aku melihat ke sekeliling tak ada orang.
“halo ada orang ngak?” tapi tak ada jawaban
“haloo ada yang bisa nolong aku untuk menunjukan jalan keluar?”
Tak ada jawaban aku pun mulai panik aku terus berjalan dan terus berteriak aku berharap kalau ada orang yang mendengar ku dan menolong ku. tapi sejak tadi tak ada yanh mendengar ku aku mulai lelah dan juga aku sangat haus aku terus berjalan tapi tenanga ku sudah tak ada lagi sampai sampai aku terjatuh tapi ada sebuah tangan yang menyentuh ku aku pun berbalik melihat. Hal tak percaya ada di depan ku aku melihat mama dan papa sedang ada di depan ku mereka membalikan badan ku dan mendudukan ku.
“sayang.” Mama menatap ku dengan senyuman khasnya
“kalian ada di sini?”
“tentu mama dan papa selalu ada di sampingnya.”
“kalau begitu bawa aku bersama dengan mama dan juga papa sekarang. Aku akan bahagia saat bersama dengan mama dan juga papa.”
“belum sayang. Masih belum waktunya.”
“ma pa belva minta maaf.” Aku menangis di depan mama dan papa
“itu semua bukan kesalahan cristyan sayang. Itu hanyalah sebuah ketidak sengajaan saja mama dan papa harap kamu akan memaafkannya jika kamu sudah memaafkannya dan tau kebenarannya maka kamu akan bahagia.”
“tapi kapan ma pa?”
“secepatnya.”
Setelah itu mama dan papa pergi menjauh dari kua ku ingin mengejarnya tapi aku tak mempunyai tenanga hanya untuk berdiri sekali pun aku terus memanggil mama dan papa tapi dan papa malah meninggalkan ku makin jauh.
__ADS_1
Saat aku bangun banyak sekali keringat yang bercucuran di tubuh ku aku memegang kepala ku karena aku merasa sedikit pusing aku melihat bryan mulai masuk ke kamar dan di tangannya ada sebuah nampan dan ya itu adalah nasi dan juga susu.
“sudah bangun ayo makan dulu.”
“apa yang terjadi ke aku?”
“tadi kamu nangis tapi setelah cukup lama kamu tertidur.”
“jam berapa sekarang?”
“sudah jam 8 malam.”
“apa aku selama itu tidur?”
“iya mungkin kamu terlalu lelah.”
“lelah?”
“iya emangnya kamu kenapa? Oiya tadi kamu ke rumah sakit terus apa kata dokter?”
“hah bukan apa apa kok.”
“hmmmm beneran gak ada apa apa?”
“iya beneran gak ada apa apa aku hanya kurang darah aja. Tadi juga sudah di suntik dan di beri vitamin.”
“oh ya sudah sekarang kamu makan dan minum obatnya oke?”
“oke.”
Setelah itu aku pun mengambil nampan yang ada di tangan bryan dan mulai memakannya. Setelah makan aku pun minum obat yang di berikan oleh bryan setelah itu bryan menuruh ku untuk istirahat. Setelah itu bryan pun keluar dari kamar ku. saat dia keluar aku turun dari ranjang dan berjalan ke arah balkon. Aku masih teringat dengan ucapan mama dan papa di dalam mimpi ku mereka mengatakan kalau itu bukan kesalahan cristyan. Apa benar yang mereka katakana. Aku bingung dengan semua ini sebaiknya aku tak pikirkan itu nanti saja.
Sudah 2 bulan berlalu dan sekarang aku masih tetap dengan rencana ku sekarang cristyan sudah tak membiarkan kalau perusahaannya bangkrut dan ya ini lumayan susah untuk ku setiap hari aku harus berkerja lembur hanya
untuk membuat perusahaannya bangkrut dan sekarang aku dan bryan sedang rapat ya lebih tepatnya aku dan ryan sedang berdiskusi tentang apa saja yang akan kita lakukan kedepannya. Setelah menyurun semua rencana itu aku pun akhirnya bernafas lega karena dengan semua rencana ini aku akan menjatuhkan cristyan hanya dengan beberapa pukulan saja dan rencana ku akan ku lakukan mulai bulan depan karena sekarang aku harus mempersiapkan semuanya agar semua rencana yang aku susun dengan bryan dapat berjalan dengan lancar. Setiap hari sedikit demi sedikit aku sudah mempersiapkannya dan rencana ku akan di mulai beberapa hari lagi. Aku sudah tak sabar untuk memuai semuanya.
Hari ini adalah hari dimana semua rencana itu di mulai. Aku sangat bosan di kantor jadi aku jalan jalan di sekitar taman sedangkan bryan dia masih ada keperluan di luar. Saat sampai aku langsung duduk di sebuah kursi yang di naugi oleh pohon yang sangat besar. Di sini sangat sejuk bahkan angin menyapu rambut ku membuatnya berantakan tapi aku sangat suka. Tiba tiba aku merasakan tangan ku di pegang oleh seseorang aku membuka mata dan aku melihat cristyan sedang duduk di samping ku dia memandang ku aku spontan melepaskan tangan yang di pegang oleh cristyan.
“bel aku mohon biarin aku jelasin semuanya ke kamu.”
“maaf aku bukan orang yang kamu maksud.”
“aku tau kalau kamu belva istri ku.”
“tau dari mana kamu?’
“dari bryan.”
“oh.”
“aku mohon biarin aku jelasin sama kamu bel aku mohon.”
“apa yang perlu di jelaskan sudah gak perlu di jelaskan.”
“aku mohon bel kasih aku kesempatan terakhir.”
“oke kalau gitu silahkan jelasin.”
Setelah itu cristyan menjelaskan semuanya pertama tentang perusahaan papa ku yang di buat bangkrut olehnya lalu menjelaskan tentang soal kejadian yang di alami oleh papa ku di proyek dan kejadian waktu di kantor saat
dia berbicara dengan mamanya semuanya dia jelaskan kepada ku secara terperinchi.
“jadi kamu bisa kan maafin aku?”
__ADS_1
“aku jawab besok. Besok tunggu aku di pinggir danau jam 8 malam.”
Setelah itu aku pergi meninggalkannya. Aku kembali ke kantor saat sampai di kantor aku mulai bingung apa benar yang dia katakan oleh cristyan tentang semuanya aku ingin bertanya tentang ini semua kepada bryan.