
tapi dia pasti tak akan senang dengan pertanyaan ku ya sudah lah lebih baik aku selidiki sendiri. Setelah itu aku kembali mengerjakan document document yang sejak tadi aku tinggal.
Keesokannya pagi hari aku melakukan aktivitas seperti biasa pergi kerja bersama dengan bryan. Melakukan perkerjaan dan ikut rapat setelah selesai aku di ijinkan pulang terlebih dahulu. Aku pun pulang saat sampai di rumah aku langsung merebahkan diri di di kasur dan tidur.
Sekitar jam 6 malam aku pun bangun dan langsung mandi. Setelah selesai aku langsung berpakaian dan juga berdandan. Aku pun turun ke bawah saat sampai di bawah ternyata bryan sedang menunggu ku di meja makan aku berjalan ke arahnya.
“ayo makan bel.”
“gak aku makan di luar ajah aku masih mau keluar.”
“ya sudah hati hati di jalan.”
“iya.”
Setelah itu aku berjalan keluar dan ya sopir bryan sudah menunggu ku untuk mengantar ku ke tujuan ku aku pun masuk ke dalam. Sepanjang jalan aku hanya diam menghadap keluar jendela kaca mobil pikiran ku saat ini masih antara ingin menerima dan tidak. Tak lama kemudian kami pun sampai di sebuah danau aku turun dari mobil dan berjalan kea rah pinggir danau saat akan sampaia ku sudah melihat cristyan sedang berdiri di pinggir danau yak arena di sini sangat terang begitu banyak lampu lampu taman yang mengelilingi taman sehingga jalanan di sini dan orang orang di sini sangat jelas jika di lihat. Aku berjalan ke arahnya mungkin dia menyadari kedatangan ku dia pun langsung berjalan ke arah ku.
“sudah lama?” saat sampai did epan cristyan
“ngak kok baru aja.”
“oh.”
“duduk di sana dulu yuk?”
“iya.” Setelah itu aku dan cristyan berjalan kea rah bangku taman yang kosong saat sampai kami langsung duduk aku hanya diam tanpa kata menunggu dia berbicara terlebih dahulu.
“jadi apa jawaban kamu?”
“apa semua yang kamu katakana itu bener?”
“iya itu bener aku gak bohong sama kamu.”
“oke kalau gitu aku kasih kamu satu kali kesempatan.”
“be… beneran bel?”
“iya beneran.”
“makasih sayang.” Cristyan langsung menarik ku dan memeluk ku dengan sangat erat. Aku mendorongnya secara perlahan
“aku sesak cris.”
“oh maaf sayang.” Sambil melepaskan pelukannya
“kalau gitu kamu mau kan pindah ke rumah aku lagi?”
“maaf cris kita sudah bukan suami istri sekarang.”
“yang bener kamu?”
“iya aku bener surat cerai yang kamu tanda tangani itu gak aku tanda tangani tapi langsung aku robek.”
“oiya masak sih?”
“iya beneran bryan ajah udah tau dari dulu.”
“serius.”
“iya sayang. Masa aku mau bohong sama kamu sih.”
“oke oke aku percaya.”
“kalau gitu kamu mau kan pindah ke rumah aku?”
“oke tapi gak sekarang.”
“terus kapan?”
“besoksekarang aku masih ada hal yang harus aku selesai kan cris.”
“oke sayang.”
“hmmm terus besok mau aku jumput kamu dimana?”
“di depan kantor aja.”
“oke jam berapa?”
“terserah kamu.”
“pagi ya jam 8 aku jumput?”
“oke.”
Setelah itu aku dan cristyan berbicara tentang beberapa hal cukup lama kita berbicara membuat perut ku berbunyi.
‘maaf.”
“gak papa ya sudah ayo kita pergi cari makan malam.”
“ayo.”
Setelah itu aku dan cristyan bangun saat sampai di depan danau aku menyuruh sopir bryan pulang terlebih dahulu. Setelah dia pulang aku masuk ke dalam mobil cristyan sepanjang jalan dia terus memegang tangan ku.
“cris sudah nyetir dulu oke.”
__ADS_1
“gak aku takut kamu bakalan menghilang lagi dari aku>”
“gak akan sekarang lepas dan pegang setirnya oke.”
“gak.”
“ya sudah berhenti aku turun di sini aja.”
“yah kok marah sih oke oek aku bakalan pegang setir tapi janji kamu gak akan ninggalin aku lagi?”
“iya aku janji cris.”
“oke.”
Setelah itu dia melepaskan tangannya dari tangan ku. tak lama kemudian kami pun sampai di sebuah restoran dan ya ini adalah restoran yang seringa ku kunjungi dengan cristyan dulu saat sampai dia langsung memesan kan
beberapa makanan yang sangat aku suka setelah selesai memesan dia langsung memegang tangan ku dan menciumi tangan ku. saat ii entah kenapa tapi perasaan ku menjadi kacau balau aku dan cristyan tak banyak berbicara karena cristyan lebih sering menatap ku dari pada berbicara kepada ku. sekitar 30 menit kemudian makan yang kami pesan pun sampai tapi cristyan tak mau melepaskan tangan ku
“cris lepas donk.”
“aku masih kangen sama kamu.”
“cris udah deh aku sudah laper banget.”
“oke oke ayo makan.”
Setelah itu aku dan cristyan pun makan. Setelah selesai makan dan membayar kami pun langsung pulang ya karena ini sudah jam 11 malam. Awalnya cristyan tak mau mengantarkan ku pulang dia ingin aku menginap di apartement yang dulu kita tinggali. Aku mencoba menjelaskannya kepadanya akhirnya dia setuju saat sampai di masih memegang tangan ku dan ya aku mencoba membujuknya lagi. Dengan susah payah akhirnya aku turun dari mobilnya sekarang aku sedang berjalan ke ruang kerja bryan saat sampai aku langsung membuka pintu.
“ada apa?”
“kenapa kamu gak bilang dari awal kalau aku dan cristyan masih sah menjadi suami istri?”
“karena kalau aku bilang kamu akan menjadi lemah.”
“tapi aku juga harus tau kalau cristyan masih sah menjadi suami ku yan.”
“oke oke aku minta maaf sudah gak bilang sama kamu. Terus gimana hari ini?”
“semuanya lancar tanpa ada habatan.”
“terus kapan kamu pindah?”
“besok.”
“apa besok?”
“iya.”
“secepat itu?”
“oke kalau gitu.”
“mau aku bantu beres beres?”
“gak usah barang aku kan juga dikit banget.”
“bawa semua barang barang yang ada di sini. Itu semua sudah jadi milik kamu.”
“tapi yan.”
“sudah gak usah ngebantah oke?”
“oke.”
Setelah itu aku keluar dari ruang kerja bryan. Saat sampai di kamar aku langsung mengambil koper di atas lemari dan memasukan baju dan juga sepatu sepatu aku di bantu oleh salah satu pembantu cristyan. Setelah selesai membereskan semuanya aku menyuruh pembantu itu untuk keluar. setelah itu aku melepaskan semua baju ku dan berjalan ke kamar mandi kemudian aku berendam.
Pikiran ku saat ini sedang kacau entah lah tapi yang pasti aku bingung dengan semua ini tapi aku harus melakukannya karena ini semua untuk kebahagian ku. setelah selesai berendam aku langsung membilas badan ku dengan air dingin setelah selesai aku langsung berpakaian dan naik ke ranjang. Lalu tidur.
Entah kenapa aku merasa ada yang mengelus ngelus rambut dan juga mengelus pipi ku. orang yang mengelus itu sepertinya berbicara kepada ku tapi aku tak trau dia berbicara apa karena suaranya sepertinya sangat jauh sekali.
Keesokannya aku dan bryan langsung menuju ke kantor dan ya dengan membawa semua barang barang yang aku bawa dari rumah bryan. Sebenarnya aku merasa tak nyaman karena dia sudah mau menampung ku dan sangat baik kepada ku tapi dia memaksa ku akhirnya mau tak mau aku membawanya. Saat di perjalanan aku hanya diam dan menghadap keluar.
“sudah siap?” kata bryan membuyarkan lamunan ku
“siap.”
“semoga kamu bahagia.”
“pasti, makasih untuk selama ini.”
“sama sama. Dan sepertinya dia sudah menunggu mu sejak tadi.” Sambil menunjuk kea rah cristyan yang sedang berdiri di pinggir mobilnya saat melihat mobil bryan memasuki kantor dia berjalan kea rah ku dan bryan.
“hai sayang.” Kata cristyan sambil mencium kening ku
“hai.”
“mana barang kamu?”
“di dalam bagasi.” Setelah itu criatysn berjalan ke arah bagasi untuk mengambil koper koper ku.
“hati hati dan terus semangat.”
“pasti.”
“sudah ayo kita pulang.”
__ADS_1
“iya.” Aku berjalan menghampiri cristyan
Setelah itu aku dan cristyan berjalan kea rah mobilnya aku masuk ke dalam di antar oleh bryan sedangkan cristyan dia menaruh koper koper ku di bagasi mobilnya setelah selesai criatyn masih menghampiri bryan entah apa yang
dia bicarakan dengan bryan setelah dia masuk ke dalam mobil cristyan pun menjalan kan mobilnya dan ya sepanjang penjalanan dia tak melapaskan tangan ku ya aku tak masalah dengan semua ini. Toh dia masih sah menjadi suami ku tak lama kemudian kita pun sampai di apartement cristyan langsung memarkirkan mobilnya dan mengambil koper ku di dalam bagasinya setelah itu dia langsung mengajak ku ke apartement.
Saat sampai semuanya masih sama letak barang saat terakhir aku tinggalkan. Aku masuk ke dalam cristyan membawa koper ku ke dalam kamar kita yang dulu setelah itu aku duduk di sofa aku melihat cristyan berjalan ke arah ku saat sampai dia langsung tiduran di pangkuan ku.
“kenapa?” karena sejak tadi dia hanya melihat ku dengan senyum yang merekah
“aku bahagia kamu kembali ke sisi ku.”
“iya maafin aku sudah salah paham sama kamu.”
“gak papa ini semua salah ku.”
“ya sudah gak usah di bahas lagi.”
“kalau gitu kamu gak akan ninggalin aku lagi kan?”
“gak akan kok.”
“janji?”
“iya janji sayang.”
Setelah itu cristyan mencium bibir ku. aku hanya tersenyum kepadanya lalu aku dan cristyan menonton TV dan ya cristyan masih tiduran di pangkuan ku bahkan saat aku mulai pegal pun dia masih tak mau berdiri. Cukup lama bertahan akhirnya kaki ku menjadi kebas aku berdiri dan itu membuat cristyan jatuh ke lantai aku hanya tertawa melihatnya jatuh ke lantai.
“kamu kok malah ketawa sih sayang?”
“habis kamu jatuh sampai seperti model tuh.”
“he he he habis kamu langsung berdiri aku kan jadi kaget.”
“kaki ku sakit cris.”
“mana yang sakit? Sini aku pijit kamu?”
“gak usah sudah mendingan kok.”
“ya sudah tidur yuk?’
“iya.”
Setelah itu aku dan cristyan berjalan ke kamar sebelum itu cristyan mengambil remote TV dan mematikannya setelah selesai aku dan cristyan langsung menuju ke kamar. Saat di kamar aku langsung naik ke atas ranjang begitu pun dengan cristyan. Dia menarik selimut untuk menyelimuti diri ku ya katanya sih biar gak dingin padahal sekarang lagi musim panas. Setelah itu dia membawa ku ke dalam pelukannya entah lah tapi aku merasa sangat nyaman dan juga aku merasa aman saat ada di pelukannya aku pun tidur.
Beberapa ahri berlalu dengan cepat ya aku sudah tak berkerja lagi ke perusahaan bryan karena cristyan melarang ku entah lah dengan alasan kalau dia cemburu kepada bryan. Hari ini aku kembali ke aktivitas ku yaitu membawakan bekal makan siang ke perusahaannya cristyan dan ya aku bukan wanita yang dulu lagi sekarang aku sudah berjaln dengan anggun bahkan saat aku berjalan semua orang menatap ku dengan kagum yak arena aku bukan lah belva yang dulu lagi dengan gaya kunonya dan jalan yang seakan akan terburu buru.
Saat memasuki kantor cristyan semua orang menatap ku dan ya para laki laki menatap ku dengan kagum sedangkan para wanita menatap ku dengan iri. Aku terus berjalan tanpa menghirau kan tatapan orang orang aku berjalan menuju resepsionis.
“permisi mbg?”
“iya ada yang bisa saya bantu?”
“cristyan ada di kantor?”
“oh iya pak cristyan ada di kantornya beliau selesai rapat.”
“oke kalau gitu makasih.”
Setelah itu aku pun pergi meninggalkannya aku sempat mendengar kalau beberapa karyawan sedang membicarakan diri ku tapi aku tak mempedulikannya. Aku berjalan kea rah lift saat sampai aku pun masuk di dalam begitu banyak karyawan laki laki mau pun wanita dan ya semua orang menatap ku entah lah tapi aku mulai risih dengan tatapan itu.
“cantik banget ya kamu kenal ngak?” kata seorang karyawan wanita yang ada di belakang ku
“tadi aku dengan dia mencari pak cris dan kamu tau kalau dia memanggil pak cris dengan sebutan cristyan.”
“oiya emangnya siapa sih gak tau apa kalau pak cristyan sudah punya istri ya walau pun istrinya gak secantik dia.” Dan itu membuat ku sangat kesal
“iya ya kayaknya dia selingkuhannya.”
“ih kok mau ya.” Saat itu lift pun terbuka aku berjalan keluar saat aku keluar aku mencegah pintu lift agar tidak tertutup lalu aku menatap tajam kepada dua wanita yang sejak tadi membicarakan diri ku.
“hmm…. Mmmm ada yang bisa saya bantu nona?”
“wanita yang kalian bicarakan tadi itu saya?”
“hah?”
“istri cristyan yang dulu itu saya.”
“apa maaf nyonya saya tidak tau maaf.” Kata karyawan itu sambil membukukan badannya berulang kali
“sebaiknya jaga ucapan kalian sebelum kalian menyesal.”
Setelah itupun melepaskan pintu dan berjalan menjauh aku mendengar suara ribut ribut di dalam lift ya mungkin dia menyesal saat sampai di depan kantor cristyan aku menghampiri sekertarisnya. Wanita itu mendongak dan menganga
“hem apa cristyan ada di dalam?”
“maaf apakah anda sudah mempunyai janji?”
“telfon cristyan dan katakana istrinya ada di sini.”
“baik.”
Setelah itu aku pun menunggu di kursi yang kosong di depan menja sekertarisnya tak lama kemudian cristyan pun keluar dia melihat ku dengan senyum yang sangat merekah.
__ADS_1