
Setelah menyelesaikan semua urusan beberapa suster pun masuk ke dalam kamar ku dan mulai membuka semua alat alat yang menempel di tubuh ku. Setelah selesai 2 orang suster itu membantu ku untuk turun dari ranjang dan mendudukkan ku di sebuah kursi roda. Setelah itu bryan pun mendorong kursi roda ku menjauh dari rumah sakit.
Saat sampai di vila bryan aku langsung meminta bryan membiarkan ku menghirup udara segar karena sudah 2 bulan lebih yang aku hirup hanya bau obat saja. Ya bryan membawa ku ke sini karena udara di sini sangat segar dan di daerah vila bryan juga sangat dekat dengan perhubungan.
"Bel?" Bryan memanggil ku membuat ku terbangun dari lamunan ku.
"Iya apa?
"Aku punya kabar buruk buat kamu.
"Apa itu?
"Cristyan."
"Iya kenapa dia?" Tapi bryan hanya diam dan melihat ku dengan tatapan sendu.
"Apa yang terjadi sama cristyan? Kata ku lagi.
"Dia....... dia akan menikah dengan aina 1 Minggu lagi."
__ADS_1
"Oh itu. Hmmmm..... mmmmm itu bukan kabar buruk tapi kabar bahagia karena dengan aina dia akan menemukan kebahagiaannya apa lagi kedua orang tuanya menyetujui hubungan aina dengan cristyan aku berdoa semoga dia hidup bahagia terutama kamu Yan. Kamu sahabat terbaik aku bahkan kamu selalu ada di saat aku susah mau pun senang. Makasih atas selama ini.
"Kamu yakin gak papa?
"Yakin 100% Yan."
"Ya sudah sekarang kamu masuk ya gak baik buat kesehatan kamu."
"Aku bisa mati kapan aja Yan, jadi masalah kesehatan ku itu sudah gak masalah buat aku."
"Tapi bel.
Setelah itu bryan tetap memaksa ku untuk masuk akhirnya mau tak mau aku pun masuk. Setelah sampai di kamar bryan pun meninggalkan ku agar aku bisa beristirahat. Tapi aku tak bisa memejamkan mata ku ya mungkin ini sudah takdir yang harus aku jalani.
"Cris semoga kamu bahagia hidup bersama dengan aina. Maaf sudah selalu menyakiti mu dulu."
Aku sudah tak bisa berkata kata lagi air mata yang sejak tadi aku tahan sudah keluar. Aku menangis sejadi-jadinya aku ingin cristyan bahagia tapi hati ku sakit bahkan sangat sakit. Apa yang harus aku lakukan karena air mata ini tak mau berhenti mengalir dan ini membuat ku sangat frustasi.
Entah kapan aku tertidur tapi saat aku bangun kepala ku sangat pening dan juga sakit. Aku mencoba mengambil air dan obat tapi air serta obat itu malah jatuh ke lantai sambil memegang kepala ku aku mencoba turun untuk mengambil obat belum sempat aku mengambil obat bryan masuk ke dalam.kamar ku.
__ADS_1
"Bel kamu kenapa? Kepala kamu sakit? Tunggu tunggu" setelah itu bryan pun keluar tak lama kemudian dia kembali dengan sebuah air baru di tangannya di memunguti beberapa obat dan memberikannya kepada ku. Aku pun meminumnya sekitar 10 menit kemudian kepala ku sudah sedikit lebih nyaman dan tak begitu sakit.
"Maaf ngerepotin kamu,"
"Sudah lah gak usah di bahas oke?" Aku pun mengangguk-angguk kepala.
****
Sudah 6 hari aku di sini dan bryan selalu ada untuk ku bahkan dia merawat ku dengan baik keadaan ku. Sekarang bryan sedang menemani ku
"Bel aku mau keluar sebentar aku masih ada keperluan di luar. Ya masalah kerjaan lah."
"Oh oke gak papa kok lagian aku baik baik aja."
"Hmmm.... mmmmmm oke kalau gitu aku tinggal siap siap dulu ya?
"Iya."
Setelah itu bryan pun meninggalkan ku.
__ADS_1