
Setelah selesai membaca itu aku menaruhnya di dalam kantong jas ku. Apa iya belva tak mengkhianati ku apa iya belva gak bohong kalau aku sama dia masih sah jadi suami istri. Pikiran ku epnuh dengan berbagai pertanyaan. Tak lama kemudian pintu kamar ku terbuka aku melihat mama dan papa masuk ke dalam kamar ku.
"Sayang kamu sudah siap? Ayo kita keluar semua tamu undangan sudah datang." Kata mama kepada ku
Aku tak menjawab pertanyaan mama. Lalu Mama dan papa mengandeng ku keluar dari kamar. Saat di perjalanan pikiran ku masih tertuju kepada belva. Apa benar yang di tulis dan apa benar yang di katakan oleh bryan kalau belva sedang sekarat. Pikiran ku kacau balau saat ini entah kapan tapi aku sudah sampai di altar. Aku melihat aina berjalan menghampiri ku di gandeng oleh ayahnya. Saat sampai aku langsung mengandeng tangannya menghadap ke pastur. Aku
"Cristyan Carlos apakah Anda bersedia bersama dengan Aina Talita Zahran dalam keadaan sakit maupun sehat, dan dalam keadaan susah mau pun bahagia?
Aku hanya diam pikiran ku saat ini hanya tertuju kepada belva. Aku ingin menemuinya dan bersama dengannya. Aku merasa ada yang menggoyang goyangkan pundak ku. Aku pun menoleh ke arah yang yang memegang pundak ku ya dia adalah aina.
"Kenapa?
"Pastur bertanya ke kamu.
"Hmmm..... mmmm aku.... aku.... aku...... maaalf aku gak bisa menikah sama kamu. Aku masih punya istri dan dia membutuhkan ku sekarang.
Setelah itu aku pun pergi meninggalkan altar aku melihat papa menyemangati ku. Aku pun langsung berlari ke luar untungnya tadi aku masih sempat membawa hp, kunci mobil dan tak lupa alamat yang di tuliskan bryan di kertas itu. Aku langsung melajukan mobil ku dengan kecepatan tinggi. Saat ini yang ingin aku lakukan hanya ada di samping belva
__ADS_1
Sekitar 1 jam kemudian aku pun sampai di sebuah vila yang ada di pegunungan. Vila ini sangat besar. Aku pun langsung turun dari mobil lalu berjalan masuk. Ada satpam menghampiri ku.
"Maaf tuan Anda sedang apa? Di sini adalah kawasan pribadi.
"Maaf aku mau ketemu sama bryan.
"Maaf apa anda sudah membuat janji?
"Sudah, tolong beritahu bryan kalau cristyan datang.
Setelah itu petugas security itu pun pergi aku menunggu dengan gelisah di depan gerbang. Saat ini aku sangat ingin ingin bertemu dengan belva. Tak lama kemudian security itu dengan bryan datang menghampiri ku. Security itu membuka kan gerbang untuk ku.
"Kamu datang?
"Iya."
"Ya sudah ayo dia ada di sana.
__ADS_1
"Iya" setelah itu aku pun dengan bryan mulai berjalan menuju ke arah belva.
"Selamat atas pernikahan kamu.
"Aku ngebatalin pernikahan ini, jadi aku langsung lari ke sini"
"Jadi kamu masih mencintai belva?
"Sangat." Aku melihat dia hanya tersenyum
"Itu dia silahkan." Bryan menyuruh ku untuk menghampiri belva sedangkan dia akan menunggu di sini.
"Aku kesana" dia mengangguk-angguk kepalanya.
Aku berjalan secara perlahan ke arahnya. Dia hanya diam dengan kursi rodanya duduk menghadap ke arah pemandangan saat aku ada di sebelahnya dia tak menoleh mungkin dia tak tau kalau aku ada di sini.
"Sayang?" Kata ku kepalanya sambil memegang pundaknya.
__ADS_1