Rajaku Adalah Kekasih Ku

Rajaku Adalah Kekasih Ku
Episode 49


__ADS_3

Dan saat kita menjalan kan rencana untuk mendekatkan cristyan dengan belva aku sangat khawatir dengan hal hal yang akan terjadi dengan belva. Dan betul saja beberapa Minggu Bersama dengan cristyan belva sudah di siksa oleh ibunya bahkan sampai membuatnya terluka saat aku tau hal itu aku membuat ibu cristyan mengalami kecelakaan tapi betapa bodohnya belva dia malah mendonorkan darahnya untuk ibunya cristyan aku menelponnya dan mengatakan mengapa dia membantunya dia hanya mengatakan kalau dia hanya merasa kasihan kepadanya itu adalah trik untuk mendapatkan retu dari orang tuanya tapi akhirnya ibunya cristyan masih tetap tak menyetujui hubungan cristyan dengan belva itu membuat ku makin kesal karena wanita yang aku cintai terus menerus di siksa oleh orang tua cristyan. Dan itu membuat kepala ku sakit.


Saat aku sedang ke rumah sakit karena ada sebuah keperluan dengan teman ku aku bertemu dengan belva wajahnya sangat pucat aku menghampirinya.


"Kamu ngapain di sini?


"Gak ngapa-ngapain ngapain aju hanya periksa aja.


"Terus apa kata dokter? Muka kamu pucat banget apa yang mereka lakukan sekarang?


"Gak ada kok ya sudah aku pergi dulu.


Setelah itu belva pun berjalan menjauh dari ku saat aku akan jalan aku menemukan sebuah kertas dan saat aku buka aku tau kalau itu milik belva aku membacanya. Aku tak percaya dengan yang aku baca kalau dia mempunyai penyakit kangker otak dan sudah stadium akhir. Aku menarik mengejarnya dan menarik tangannya. Aku bertanya soal surat dokter yang aku temukan dia menatap ku dan berkata kalau itu sudah takdir hidupnya aku bertanya kenapa dia tak memberitahu kan ku soal penyakitnya dia hanya tersenyum dan mengatakan tak ingin merepotkan ku. Padahal aku tak merasa di repotkan oleh belva aku sangat mencintainya aku tak ingin terjadi apa apa kepadanya aku berjalan dengan cepat ke ruangan teman ku saat sampai aku langsung duduk

__ADS_1


"Apa ini bisa di sembuhkan? Kata ku sambil menjulurkan surat dokter milik belva


"Tunggu aju cek dulu."


Setelah itu teman ku pun keluar dari ruangannya entah dia kemana aku menunggunya dengan gelisah jika itu masih bisa di sembuhkan aku akan berjuang untuk menyembuhkannya bahkan jika semua harta yang aku miliki habis hanya untuk menyelamatkannya aku tak peduli. Tak lama kemudian teman ku pun masuk lalu dia duduk di kursinya


"Sorry bro ini sudah stadium akhir kami hanya bisa angkat tangan.


"Kita bisa melakukan operasi dan cuci darah setiap Minggu tapi. Teman ku berhenti berbicara


"Tapi apa?


"Itu hanya akan menghilangkan sedikit sakitnya saja dan sedikit memperpanjang hidupnya tapi tak ada jaminan kalau dia akan sembuh.

__ADS_1


"Apakah separah itu?


"Hal yang paling susah untuk di taklukan itu adalah kangker. Kalau tumor kami masih bisa mengangkatnya tapi ini sudah tak bisa.


Aku pun keluar dari ruangan teman ku tanpa kata. Aku menelfon belva beberapa kali tapi nomernya tak aktif aku kembali mencoba ternyata di angkat.


"Halo kamu di mana bel? Aku mau kita bicara sekarang.


"Maaf apa kamu suaminya? Soalnya istri kamu pingsan"


"Dimana dia?


Setelah memberitahukan alamatnya aku langsung berlari ke sana karena dari rumah sakit ke tempat itu tak terlalu jauh. Saat sampai belva sudah di tangani oleh pihak medis dan juga polisi setelah itu dia di bawa masuk ke ambulan aku mengikutinya saat sampai di rumah sakit dia langsung di bawa masuk ke ruang ICU aku menunggunya di luar ya mungkin sudah waktunya cristyan tau. Aku pun menelfon rumah cristyan marena hanya itu yang aku punya dan yang aku tau. Tapi ternyata cristyan tak ada di rumah dia sedang perjalanan dinas ke luar negeri selama 1 Minggu dan dia sudah jalan sejak 2 hari yang lalu. Aku menunggu dengan sangat cemas di depan ICU. Saat pintu terbuka aku langsung berlari menghampiri sang dokter.

__ADS_1


__ADS_2