
( Bryan )
Sekarang aku sedang bersiap siap untuk menemui cristyan sudah beberapa hari aku mendengar belva menangis. Setelah selesai aku pun berjalan keluar. Aku menghampiri belva.
"Bel aku jalan dulu ya?
"Iya.
"Ya sudah kamu baik baik di sini.
"Oke siap.
Setelah itu aku pun masuk ke dalam mobil. Saat di perjalanan aku mengecek barang barang yang aku bawa terutama surat yang pernah belva berikan kepada ku. Tak lama kemudian aku pun sampai di tempat acara pernikahan cristyan. Aku turun dan masuk tapi aku tak menemukan cristyan aku pun bertanya kepada beberapa pelayan dan akhirnya mereka memberitahukan kepada ku kalau cristyan sedang berada di kamar nomer 108. Aku pun langsung berlari menuju kamar itu saat sampai aku langsung masuk cristyan tampak kaget sekaligus benci saat melihat ku.
"Sedang apa kamu di sini?
"Ada yang perlu aku bicarakan sama kamu.
"Ha ha ha ha gak ada yang perlu di bicarakan lagi karena menurut ku semuanya sudah jelas."
"Semua yang kamu dengar itu gak bener.
__ADS_1
"Apa lagi yang gak bener semuanya sudah jelas.
"Aku minta kamu dengerin aku ini semua tentang keadaan belva.
"Siapa belva? Maaf aku gak kenal dengan nama seorang wanita yang tega meninggalkan kekasihnya hanya demi uang."
"Tapi ini gak seperti yang kamu bayangkan cris.
"Apa pun itu aku gak akan dengar apa pun kata kata yang gak guna keluar dari mulut mu.
"Tapi belva dia.
"Sudah cukup aku gak mau dengar tentang perempuan tak berperasaan itu lagi, sebaiknya kamu pergi sekarang.
"Pergi." Aku pun melangkah keluar saat sampai di luar aku menghentikan langkah kaki ku.
"Belva..... dia...... dia sedang sekarat dan sedang butuh kamu, waktu mu hanya sedikit. Jika kamu berubah pikiran setelah membaca surat itu silahkan datang ke alamat yang sudah aku tuliskan di balik surat itu. Dia mengidap kangker otak stadium akhir"
Setelah itu aku meninggalkannya pergi saat aku melihatnya dia hanya diam melihat ke lain arah. Aku langsung berjalan keluar hotel saat sampai di lobi aku berpapasan dengan aina. Aku tak menghiraukannya lalu melewatinya begitu saja. Aku langsung melakukan mobil ku kembali ke rumah karena aku khawatir dengan keadaan belva saat ini. Saat sampai aku langsung mencari belva dan bertanya ke beberapa pelayan di vila. Setelah tau aku langsung menghampirinya aku melihatnya duduk di atas kursi rodanya hanya memandang ke arah pemandangan.
"Bel?" Kata ku sambil memegang pundaknya dia pun menoleh wajah cantik, dan ceria seperti dulu sudah tak ada lagi berganti dengan wajah yang pucat dan senyum yang manis. Tapi dia tetap terlihat cantik di mata ku. Aku tersenyum dan duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Sudah pulang? Kok cepet banget? Memangnya kerjaan kamu sudah selesai?
"Iya sudah tinggal nunggu hasilnya aja"
"Iya lakuin yang maksimal biar kamu mendapatkan apa yang kmu inginkan,"
"Aku hanya ingin kamu sembuh bel."
"Itu mustahil Yan, sudah lah lebih baik kita jangan bahas itu oke?
"Oke.
"Kamu gak dingin duduk di sini dari tadi? Kamu sudah makan sama minum obat?
"Iya aku sudah makan sama minum obat kok, aku gak dingin Yan aku hanya menikmati alam selagi aku masih bisa melihatnya. Kamu tau kan waktu ku sudah gak lama lagi."
"Kamu pasti bisa melewati ini semua bel."
"Sudah lah aku juga sudah gak mengharapkan untuk sembuh. Cristyan sekarang sudah menikah dan tinggal kamu. Kamu kapan yang mau menikah?
"Aku gak tau mungkin aku nunggu kamu reinkarnasi."
__ADS_1
Dia hanya tersenyum.masam kepada ku lalu kembali melihat ke arah pemandangan. Aku harap cristyan membaca surat itu dan datang ke sini.