
Sementara itu, masih didalam ruangan kerjanya. Kairo terus membujuk Stella dan meminta maaf kepada Stella. Namun Stella masih bersikap acuh kepada dirinya, dan membuat Kairo sangat gelisah. Dia tidak ingin untuk Kehilangan istrinya itu kembali. Dan dia pun terus meminta maaf sampai istrinya itu mau memaafkan dia.
"Sayang! Aku benar-benar minta maaf! Tolong maafkan aku sayang. Aku mohon" Kata Kairo yang terus memohon sejak tadi di depan Stella.
"Lepas Mas! Aku ingin pergi!" Stella mengibaskan tangannya yang di pegang oleh Kairo. Dan bersiap berdiri dan hendak pergi.
"Jangan tinggalkan aku lagi!"
Langkah Stella tiba-tiba terhenti ketika sebuah tangan sudah melingkar di pinggang rampingnya.
Kairo semakin mempererat pelukannya dari belakang Stella. Pria itu terus memohon, bahkan sampai menangis.
Hati Stella benar-benar tidak tahan mendengarnya. Dia pun ikut menangis di dalam dekapan Kairo.
Mendengar suara Stella yang terisak, membuat Kairo melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Stella agar menghadap kepada dirinya.
Kairo memegang kedua tangan Stella dengan sangat lembut, "Aku minta maaf telah menyakiti perasaan mu. Tolong jangan tinggalkan aku! Karena aku sangat mencintaimu" lirih Kairo.
Kairo pun mengangkat dagu Stella agar sejajar denganya. Bola mata indah itu selalu saja bisa memikat hatinya.
Kairo pun memangut bibir ranum Stella begitu saja dengan sangat lembut, keduanya pun terhanyut di dalam permainan sendiri.
__ADS_1
Lama didalam ciuman panas penuh cinta, Kairo pun melepaskan ciumannya sambil berkata, "Sayang! Kamu mau kan memaafkan aku?" Tanya Kairo penuh harap.
Stella diam membeku. Tatapan keduanya bertemu cukup lama, Sampai pada akhirnya Stella pun menjawab, "Jika ingin aku memaafkan mu, maka bawalah aku ke rumah keluarga mu Mas! Aku juga perlu pengakuan, dan aku tidak mau jika pernikahan kita hanya untuk main-main" jawab Stella serius.
Kairo terlihat diam membeku, dia ragu akan permintaan Stella yang ingin di bawakan ke rumah keluarganya, karena jika keluarganya tau, mereka semua tidak akan setuju. Apalagi di rumahnya juga ada Bella. Namun di sisi lain Kairo juga tidak ingin kehilangan Stella kembali untuk kedua kalinya, karena dia sangat mencintai Stella. Dan hanya Stella lah satu-satunya wanita yang dia cintai sepenuh hatinya.
"Kenapa diam Mas?" Stella bertanya dengan kecewa. Hal itu pun membuat Kairo merasa bersalah.
"Aku tau kau tidak akan pernah membawaku kesana. Kalau begitu biarkan aku pergi Mas! Aku rasa tidak ada yang perlu di pertahankan lagi dari pernikahan kita. Aku pamit mas!" Stella beranjak pergi dengan mimik wajah kecewa yang di buat-buat.
"Stella!" Seru Kairo yang menghentikan langkah Stella.
Stella kembali menyeringai, rencananya untuk mempermainkan perasaan Kairo begitu mudah baginya.
"Baiklah aku akan membawa kamu pulang kerumah ku. Tapi berjanjilah, kau tidak akan meninggalkan aku!" Pinta Kairo sungguh-sungguh. Kairo menyetujui permintaan Stella begitu saja tanpa memikirkan perasaan Bella yang juga tinggal disana.
Sementara itu, Ditempat lain. Bella yang sudah sampai di rumah menghamburkan pelukannya kepada Mertuanya Shopia.
"Mam! Hik. Kairo" Bella menangis tersedu-sedu, membuat Buk Shopia menyernyit keheranan.
"Ada apa nak? Kenapa dengan Kairo? Tenanglah dulu, bicara pelan-pelan" Tanya Bu Shopia khawatir. Dengan memeluk tubuh Bella sembari menenangkannya.
__ADS_1
"Wanita itu kembali lagi Ma. Tadi, waktu aku ke kantor mas Kairo. Stella ada di sana, dan lebih parahnya Mas Kairo malah mengakui kalau Stella adalah istrinya. Dia membela perempuan itu di bandingkan Bella, dan dia juga mengusir Bella begitu aja dari kantor. Bella malu Ma. Bella merasa gak punya harga diri di mata semua orang. Bella sakit Ma"
Mendengar keluhan Bella, membuat Bu Shopia juga merasa sedih dan sakit. Dia mengerti, jika berada di posisi Bella, pasti sangat menyakitkan.
"Kamu tenang dulu ya sayang. Anak baik! Mama akan pikirkan masalah ini nanti. Kamu harus kuat, ini demi cinta kamu kepada Kairo."
"Mama akan memarahi Kairo setelah dia kembali nanti. Kamu tenang saja, ada mama yang selalu mendukung mu" Ujar Bu Shopia melanjutkan dengan menenangkan menantu kesayangannya itu dengan sangat hati-hati.
Bella hanya mengangguk sambil terus memeluk tubuh mertuanya. Matanya bahkan sudah bengkak karena menangis sejak pergi dari kantor suaminya tadi.
"Awas kamu Stella! Aku tidak akan membiarkan anak ku jatuh kepada wanita miskin seperti kamu" Batin Bu Shopia geram. Dia sangat geram ketika mendengar cerita menantunya itu. Apalagi Stella bukanlah menantu yang dia inginkan.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa untuk like dan komen ya ☺️