Ranjang Hangat Sang Pelakor

Ranjang Hangat Sang Pelakor
Bab 39 Kebencian


__ADS_3

Bab 39 Kebencian


Sesaat setelah kepergian Kairo. Toni yang bersembunyi di balik pintu pun keluar menghampiri Stella yang masih tertidur pulas di atas Brankar.


Toni menatap wajah Stella dengan wajah yang sendu. Tangannya tergerak untuk membelai pucuk kepala Stella dengan sangat lembut.


"Kenapa kau harus semenderita ini Stella? Seharusnya kamu jangan membiarkan mereka menyakitimu" Ujar Toni.


Matanya masih memindai wajah pucat Stella. Lalu terduduk dengan frustasi karena merasa bersalah karena tidak bisa melindungi orang yang dicintainya. Tangannya memegang jemari lentik Stella dengan menciumnya lembut. Matanya memerah, rasa sedih menyelimuti hatinya.


"Toni....."


Toni yang tertunduk seketika tersentak. Dia mengangkat wajahnya yang tertunduk, lalu menatap Stella dengan khawatir.


"Stell kamu bangun?" Tanya Toni.


"Apa yang terjadi kepadaku?" Tanya Stella balik.


Toni terlihat terdiam sesaat, lalu kemudian dia pun menceritakan semuanya kepada Stella akan apa yang terjadi kepada Stella.


"Kamu mengalami pendarahan hebat. Dan anakmu meninggal dunia Stella dan tidak bisa tertolong lagi!" Jawab Toni.


Stella terisak setelah mendengarkan jawaban Toni. Dia baru ingat kenapa hal ini terjadi kepada dirinya. Dan dia juga ingat terakhir kali dia meringis kesakitan waktu itu karena ulah Kairo. Hatinya sangat sakit, apalagi mendengar bahwa anaknya meninggal sebelum dirinya melihatnya lahir ke dunia ini.


Kejadian ini terjadi karena ulah suaminya sendiri yang menyetubuhi dirinya dengan brutal. Bahkan tidak menghiraukan kesakitan yang dia rasakan. Hingga menewaskan anaknya.


Memikirkan hal itu. Membuat Stella sangat sakit hati. Dia menangis tersedu di tepi ranjangnya. Toni hanya bisa menatap Stella dengan kesedihan. Jujur, dia cukup prihatin atas kejadian yang menimpa Stella. Terlebih lagi, dia sangat membenci Kairo saat ini yang telah membuat Stella menangis dan kehilangan anaknya.


"Kamu....." Kairo menatap nyalang wajah Toni ketika sudah berada di bibir pintu ruangan inap Stella.


Toni menyeringai dengan sebelah bibirnya yang terangkat keatas, lalu di balas tatapan tajam oleh Kairo.


"Maaf Kairo. Aku hanya ingin menjenguk Stella. Dan tidak memiliki maksud lain. Tolong ijinkan aku untuk melihatnya lebih lama" Ucap Toni dengan ekspresi wajah yang sengaja di buat ketakutan.

__ADS_1


Bukannya mendengarkan. Kairo mendekat dan berniat mengusir Toni, "Pergi kamu baj\*ngan!" Pekik Kairo.


Stella sangat marah. Dia berpikir bahwa Kairo sangat keterlaluan. Karena rasa bencinya kepada Toni, Kairo melampiaskan kemarahannya, hingga membuat anaknya meninggal dunia, "Berhenti! Jangan pernah mendekati aku lagi. Pergi dari ruangan ini. Aku membencimu" Teriak Stella lantang.


Kairo menatap nanar wanita yang masih terbaring di Brankar rumah sakit itu.


Matanya terlihat berkaca-kaca, "Stella. Aku mencintaimu sayang! Tolong dengarkan penjelasan ku!" Ucap Kairo mencoba menjelaskan. Namun lagi-lagi langkahnya terhenti oleh teriakan Stella dengan histeris.


"Pergi! Aku tidak mau melihatmu lagi. Pergi!" Pekik Stella dengan di iringi suara tangisannya.


Melihat Stella yang sangat membencinya, membuat Kairo pun tidak memiliki pilihan lain selain pergi dari sana.


Sementara, Toni hanya menatap kepergian Kairo dengan seringai liciknya, "Pergilah sejauh mungkin Kairo. Karena Stella tidak akan lagi kembali kepadamu!" Batin Toni.


Stella kembali menangis tersedu-sedu. Membuat Toni langsung mengalihkan pandangannya kepada Stella, dan duduk di sebuah kursi yang ada di dekat Brankar itu.


"Stell! Kamu harus kuat. Kamu jangan sedih lagi, karena ada aku disini bersamamu!" Ucap Toni lembut.


Stella masih menangis. Sangat sulit baginya untuk menahan kesedihannya kali ini. Dia tidak menyangka, Orang yang sangat ia cintai ternyata adalah penyebab Luka yang mendalam di hatinya.


"Gimana? Kamu berhasil membuat Stella membenci Kairo?" Terdengar suara Bella bertanya dengan penasaran dari balik teleponnya.


"Tentu saja. Kairo sekarang sudah pergi. Apa dia tidak kembali ke rumah mu?" Tanya Toni balik.


"Tidak. Aku tidak melihatnya kembali ke rumah" jawab Bella jujur.


"Aku rasa dia masih disini. Kalau gitu aku tutup dulu. Aku takut dia kembali ke ruangan Stella disaat aku pergi" Jawab Toni.


Dia pun mematikan teleponnya segera. Lalu melangkah pergi dari koridor rumah sakit dan menuju kamar inap Stella.


Setelah sampai di depan ruangan. Terlihat Stella masih sendiri di dalam. Dia cukup bernafas lega, karena Kairo tidak menemui Stella lagi. Lalu dia pun masuk menyapa Stella dengan sangat perhatian.


"Stell. Kamu lagi ngapain? Kamu sudah makan? Sini aku bawakan kamu makanan yang aku beli di depan tadi"

__ADS_1


Stella hanya mengangguk mengiyakan dengan senyuman tipisnya.


Toni pun merasa sangat senang, lalu membuka sebuah mangkuk yang berisi bubur ayam.


Dan Toni pun mulai menyuapi Stella dengan sangat perhatian.


"Stell. Apa kamu akan kembali ke rumah Kairo setelah sembuh?" Tanya Toni disela menyuapi Stella.


Stella masih diam, dia masih ragu. Apakah dia harus kembali atau tidak ke rumah itu.


"Jangan di jawab kalau kamu masih ragu!" Ucap Toni cepat yang memang mengerti bagaimana perasaan Stella saat ini.


Toni kembali menyuapi Stella tanpa ada yang berbicara lagi, hingga makanan itu habis tak tersisa.


Toni pun kembali berdiri dan berniat mengemasi sisa makanan ke dalam plastik dan membuangnya.


Namun langkahnya tiba-tiba terhenti seketika setelah mendengar suara Stella.


"Aku... Aku telah melupakan banyak hal. Karena perasaan ku, aku melupakan kematian ibuku yang di sebabkan oleh Bella. Dan aku juga melupakan jika yang membuat konflik ini adalah Kairo. Lalu aku kembali percaya kepadanya, hingga kembali aku terluka dan kehilangan anakku"


Toni menoleh ke belakang, dan Stella sudah menangis disana. Toni tidak tega melihatnya begitu sedih, hingga ia kembali menghampiri Stella dan memeluknya dengan sangat erat. Memberikan bahu dan pelukan hangatnya untuk menenangkan Stella.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️

__ADS_1


__ADS_2