
"Tuan! Kairo dan Sekertarisnya ada di depan rumah!" Lapor seorang pengawal yang bertugas menjaga di depan.
Toni segera berdiri dari kursi kerjanya, dia terlihat sangat marah atas kedatangan Kairo.
Kairo yang sejak tadi menunggu kedatangan Toni, kini terkesiap setelah melihat Toni di depan pintu.
"Kenapa kau datang kesini?" Tanya Toni yang terlihat sangat malas.
"Aku ingin bertemu dengan Stella Ton. Tolong ijinkan aku menemuinya! Aku ingin menjelaskan sesuatu kepadanya!" Pinta Kairo memohon.
Toni menarik sebelah bibirnya ke atas, dan berdecah tanda kesal.
"Untuk apa? Stella sudah tidak ingin menemui mu lagi Kairo. Kamu adalah penyebab kematian anaknya!" Jawab Toni.
"Tapi ini penting Ton. Aku mohon!"
"Tidak bisa! Sekarang kamu pergi dari sini!" Perintah Toni dan berjalan memasuki rumahnya.
Kairo merasa tidak terima dan dia juga tidak ingin menyerah.
"Stella! Aku mohon keluarlah! Aku ingin bicara hal penting!" Teriak Kairo yang membuat Toni naik pitam dan marah.
"Stella! Ini aku Kairo! Keluarlah!" Teriak Kairo tanpa henti.
Toni sangat panik jika teriakan Kairo sampai terdengar oleh Stella. Hingga tanpa aba-aba, dia mendaratkan pukulan keras di wajah Kairo hingga meninggalkan bekal lebam yang sangat merah.
Hans menjadi marah dan berniat membalas tapi ditahan oleh Kairo.
"Ijinkan aku menemuinya!" Pinta Kairo lagi.
"Tidak akan!"
Kairo pun berdiri dengan tegak. Wajahnya menatap rumah Toni dengan sangat intens.
DuBrakkkk!
Kairo berlari masuk. Toni di tahan oleh Hans sementara pengawal yang lain membantu Toni dan sebagian mengejar Kairo yang sudah terlanjur masuk.
"Brengsek! Berhenti!" Teriak Toni yang sangat marah.
"Lepaskan!" Ujarnya lagi ketika Hans mencoba menahannya masuk.
__ADS_1
"Stella! Dimana kamu sayang? Stella!" Teriak Kairo kesana kemari mencari keberadaan Stella.
Sementara itu, Stella yang duduk termenung di dalam kamar mendengar dengan samar suara suaminya. Dia pun segera berdiri dan menuju pintu.
"Kairo? Kau kah itu? Tolong aku!" Teriak Stella dengan memukul pintu kamarnya.
Kairo yang juga mendengar suara itu segera menuju ke arah suara. Setelah sampai di depan pintunya, Kairo mencoba membukanya namun tidak bisa karena pintu itu sedang terkunci.
"Sayang, menjauh-lah! Aku akan membuka pintu!" Ucap Kairo dari luar dan Stella pun segera menjauh dari pintu.
Hanya beberapa kali dobrakan dari luar, pintu itupun berhasil di buka, dan Stella pun segera menghamburkan pelukannya kepada Kairo setelah pintu itu terbuka.
Mereka berdua pun saling berpelukan penuh rindu, "Toni dan Bella merencanakan ini semua Kairo! Mereka sangat jahat!" Ujar Stella di sela tangisnya. Kairo yang mendengar itupun menaikan sebelah alisnya heran.
"Kairo!" Teriak Toni. Yang seketika membuat Kairo dan Stella terperanjat dan segera menoleh kesana.
"Ayo kita pergi!" Kairo menggenggam tangan Istrinya dan berlari dari sana.
Toni menarik sebelah tangan Stella yang membuat mereka berdua tertahan.
"Jangan pergi Stella! Kita akan menikah!" Ucap Toni memelas.
Toni seketika tertawa getir, rasanya dia sudah menjadi gila karena perasaannya kepada Stella.
"Toni! Aku menyayangimu! Kamu adalah satu-satunya orang yang sangat aku sayangi melebihi siapapun. Hanya kamu keluarga yang aku punya, perasaan ku tidak bisa berpaling dari cinta Kairo. Aku menganggap mu sebagai saudaraku. Jadi tolong sadarlah!" Lanjut Stella.
"Saudara? Hanya saudara? Setelah apa yang aku lakukan, kamu hanya menganggap aku saudara?" Jawab Toni dengan wajah frustasi.
"Ton! Aku mohon sadarlah!" Pinta Stella lirih.
Wajahnya yang tadinya menangis, kini berubah menyeramkan, ucapan Stella seakan sangat menyakitkan baginya. Tangannya mencekal kuat tangan Stella hingga wanita itu meringis kesakitan.
"Toni! Sakit!"
"Toni! Lepaskan!" Teriak Kairo yang juga terlihat khawatir.
Namun, Toni sudah seperti seorang yang dirasuki setan. Dia terus menarik tangan Stella tidak peduli jika Stella kesakitan oleh aksinya tersebut.
Kairo tidak tinggal diam. Dilepasnya tangan Stella dan dia langsung mendaratkan pukulan kerasnya dan membuat Toni segera terpental dan terhuyung ke lantai.
Kairo segera menarik Stella dan membawanya ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Sekali lagi kamu menyakiti Stella. Aku akan membunuhmu Toni!" Geram Kairo yang sudah di kuasai amarah.
Tidak lama. Suara sirene polisi pun mulai terdengar di halaman depan rumah. Hal itu membuat Toni semakin khawatir bahwa polisi datang untuk menangkapnya.
Toni pun berniat untuk kabur, namun segera di tahan oleh beberapa polisi yang datang.
Stella menangis, dan dia merasa sangat sedih atas kejadian ini. Bukan ini akhir yang dia inginkan. Toni adalah sahabat sekaligus saudara yang sangat dia sayangi. Namun perasaan cinta Toni yang membabi buta membuat semuanya terasa hancur tak tersisa.
Kairo pun memeluk tubuh Stella dengan sangat erat. Dia tau bahwa ini akan berat untuk istrinya tersebut. Namun, dengan begini mungkin akan membuat Toni sadar akan apa yang telah diperbuatnya.
**
Setelah kejadian itupun, Stella dan Kairo akhirnya hidup bersama kembali. Menata kehidupan baru yang akan mereka ulang dari awal.
Setelah membuktikan bahwa Bella telah melakukan kejahatan yang menyebabkan Stella kehilangan bayinya, Stella juga berhasil membuktikan pembunuh sebenarnya yang telah membunuh ibunya.
Bella di kenakan pasal berlapis sebagai pembunuhan berencana dan tabrak lari yang telah menewaskan satu nyawa, yaitu ibunya Stella.
Sementara, Toni juga mendekam di penjara karena terbukti sudah menjadi komplotan Bella.
Setelah di penjara, Toni akhirnya menyadari kesalahannya kepada Stella. Seharusnya dia sadar, cinta itu tidak untuk di paksa. Walaupun dirinya mencintai Stella. Tidak seharusnya dia memaksa Stella juga harus mencintainya seperti dirinya mencintai Stella.
Stella pun merasa sangat bahagia. Semua orang akhirnya menyadari kesalahannya masing-masing, dan belajar memperbaiki semuanya sebelum terlambat.
Stella dan Kairo pun hidup bahagia tanpa ada siapapun yang menghalangi cinta mereka lagi. Hidup tanpa dendam, adalah sebuah kehidupan penuh kedamaian.
.......
.......
.......
...Tamat...
Hai, akhirnya cerita ini bisa menuju ending. walaupun belum sempurna, namun author bersyukur akhirnya author bisa menulis sampai selesai. Maaf untuk kalian yang sudah lama sekali menunggu cerita ini hingga selesai yang cukup lama. Tapi author juga berterima kasih karena telah setia menanti cerita Stella dan Kairo sampai selesai. Misyou semoga kalian tidak bosan ya.
Untuk menambah keseruan, mari mampir di cerita terbaru author ya!
yang berjudul: Balas Dendam Seorang Istri
__ADS_1